People Innovation Excellence

Revitalisasi Pancasila [Bagian 12]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Dengan demikian, komunitarianisme dan liberalisme adalah hal yang kontradiktif karena memiliki sudut pandang yang berbeda dalam menempatkan individu dan komunitas. Liberalisme menfokuskan perhatian kepada otonomi individu, namun tidak berarti meniadakan komunitas. Yang menjadi perhatiannya adalah individu-individu yang menjadi anggota dari komunitas, dan komunitas tidak dapat mereduksi keberadaan dan kebebasan individu yang menjadi anggotanya. Di sisi lain, komunitarianisme memfokuskan perhatian kepada komunitas yang menjadi konteks dari keberadaan individu, tetapi bukan berarti mengabaikan keberadaan individu itu sendiri. Individu justru dianggap akan otonom dan memiliki kebebasan dan kesamaan sesuai dengan nilai liberalisme jika komunitasnya juga otonom.
Komunitarianisme mendorong orang untuk menerima konsep-konsep kebaikan, yang sesuai dengan pandangan hidup masyarakat dan budaya serta mencegah berbagai konsep tentang kebaikan yang bertentangan dengan pandangan hidup komunitas tersebut. Komunitarianisme menjadikan nilai-nilai komunitas sebagai otoritas yang menetapkan tujuan hidup manusia, masyarakat dan bangsa. Dalam konteks Indonesia, Pancasila merupakan pandangan hidup masyarakat yang telah disepakati oleh negara sebagai “ way of life” bangsa Indonesia, yang sering dijabarkan kedalam 8 (delapan) aspek berikut ini, yakni:
1. Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia;
2. Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia;
3. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia;
4. Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia;
5. Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber tertib hukum bagi Negara Republik Indonesia;
6. Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia pada waktu mendirikan negara;
7. Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia; dan
8. Pancasila sebagai falsafah hidup yang mempersatukan bangsa Indonesia.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close