People Innovation Excellence

Revitalisasi Pancasila [Bagian 2]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Sebagaimana diketahui, komunitarianisme adalah doktrin politik abad ke-20 yang menekankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan individu. Doktrin ini acapkali bertentangan dengan faham liberalisme, yang menekankan doktrin individualisme dengan menekankan pentingnya otonomi individu dan kebebasan manusia. Komunitarianisme lebih berfokus pada komunitas dan masyarakat, yang berusaha untuk memberikan prioritas kepada tujuan kelompok ketimbang tujuan individu. Sebagian besar gerakan komunitarian lebih menggaris bawahi penggunaan organisasi publik non-pemerintah (LSM) dalam memperjuangkan tujuan mereka, dan tentunya berbeda dengan karakteristik faham komunisme yang lebih otoriter. Para penggagas komunitarian beranggapan bahwa selama ini nilai komunitas tidak cukup mendapat tempat dalam teori keadilan liberal. Kaum komunitarian mengklaim tentang pentingnya nilai dan keyakinan yang hidup didalam masyarakat dapat diperdebatkan di ruang publik. Dengan demikian, jika seseorang menolak keyakinan mayoritas – misalnya keyakinan historis tentang perbudakan – maka hal tersebut dapat diterima dengan alasan yang masuk akal dan diterima oleh masyarakat. Kaum komunitarian berusaha untuk meningkatkan modal sosial – berupa nilai demokrasi dari jaringan sosial dan kelompok – serta lembaga-lembaga masyarakat sipil. Mereka juga memperjuangkan hak-hak positif seperti subsidi negara terhadap pendidikan, perumahan, lingkungan yang aman dan bersih, perawatan kesehatan secara universal, program pelayanan umum, BBM dan bahkan hak untuk memperoleh pekerjaan, penegakkan hukum dalam mengatasi polusi, termasuk hak kepemilikan senjata dan lain sebagainya. Beberapa hal dalam aspek ini agaknya sudah teradopsi dalam Undang-undang Dasar 45, dimana negara mengatur kepentingan hajat orang banyak, meskipun dalam praktik masih banyak kelemahan.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close