People Innovation Excellence

Revitalisasi Pancasila [Bagian 5]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Dapat kita fahami bahwa liberalisme klasik abad pencerahan (renaisans) sering dipandang sebagai reaksi terhadap abad otoritarianisme dari adanya pemerintahan yang menindas, sekelompok orang yang angkuh, dan dogma yang kaku pada abad itu, sementara komunitarianisme modern dapat dianggap sebagai reaksi terhadap individualisme yang berlebihan, yang membiarkan orang hidup serba egois atau egosentris. Seorang sosiolog Amerika Serikat, yakni Robert Neelly Bellah, mensinyalir bahwa pada awal tahun 1980-an kebanyakan dari orang Amerika Serikat telah menjadi semakin egois. Meningkatkan kesejahteraan yang dimulai di tahun 1950-an, telah berkontribusi terhadap penurunan penghormatan terhadap lembaga dan otoritas tradisional, seperti pernikahan dan pemupukan gaya hidup hedonisme materialistik. Para pakar sosiolog sebelumnya seperti Ferdinand Tonnies dan Émile Durkheim telah membahas kecenderungan masyarakat antisosial dalam konteks modernisasi, yang mereka pandang sebagai transisi sejarah dari masyarakat tertindas (Gemeinschaft) ke pembebasan masyarakat yang impersonal (Gesellschaft). Para pakar tersebut telah memperingatkan akan bahaya anomali (normlessness) dan keterasingan masyarakat modern yang terdiri dari individu-individu yang telah memperoleh kebebasan mereka, namun kehilangan hambatan sosial atau tercerabut dari akar sosial-budaya mereka. Tentu saja tesis Tonnies dan Durkheim ini telah didukung oleh data kontemporer ilmu sosial.
Hubungan yang erat antara individu dan masyarakat telah dibahas pada tingkat teoretis oleh Sandel dan Taylor, dan para akademisi komunitarian lainnya, yang mengkritik filosofi liberalisme, terutama terhadap teori dari pakar liberal Amerika Serikat John Rawls dan filsuf Jerman abad pencerahan Immanuel Kant. Mereka berpendapat bahwa liberalisme kontemporer dan libertarianisme telah mengandaikan sebuah gagasan yang kacau tentang individu yang menempatkan mereka terletak di luar dan terpisah dari masyarakat serta tidak berakar di dalamnya. Menurut mereka identitas individu sebagian dibentuk oleh budaya dan hubungan sosial, dan tidak ada cara yang koheren untuk merumuskan hak-hak atau kepentingan individu dalam konteks abstraksi sosial. Secara khusus, menurut penganjur faham komunitarian ini, tidak ada gunanya menemukan teori keadilan diatas prinsip-prinsip individu dimana secara hipotetis mereka sendiri berada dalam ketidaktahuan terhadap kondisi historis, sosial dan ekonomi, tempat dimana mereka bisa eksis. Tentu saja para penganut liberal berpendapat bahwa kriritk yang dilontarkan oleh penganut faham komunitarian dianggap berlebihan dan salah faham. Menurut mereka, meskipun terdapat penekanan pada otonomi dan hak, faham liberalisme kontemporer tidak bertentangan dengan gagasan tentang jatidiri sosial-budaya. Sejak jauh hari, John Rawls sendiri dalam bukunya A Theory of Justice (1971), telah mengakui tentang pentingnya apa yang disebut dengan “serikat sosial” dan menegaskan bahwa “hanya dalam serikat sosiallah masing-masing individu dapat saling melengkapi”. Dengan demikian menurut Rawl, kritik dari kubu komunitarian tidak membantah substansi dari teori liberal, selain hanya melakukan koreksi terhadap doktrin liberal seperti libertarianism.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close