People Innovation Excellence

Revitalisasi Pancasila [Bagian 7]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Mereka juga menyatakan bahwa masyarakat yang cenderung terpolarisasi ke dua arah yang berlawanan dalam nilai inti tersebut perlu ditarik kembali ke titik tengah, dan dalam konteks ini apakah Pancasila dapat menjadi katalisator atau titik tengah untuk kedua kutub tersebut? Menurut mereka, pemerintahan Jepang telah mendedikasikan diri untuk membangun nilai kebaikan bersama, meski mungkin kurang berkomitmen terhadap hak-hak perempuan, etnis minoritas dan orang cacat, sementara di Amerika Serikat pada masa pemerintahan presiden Ronald Reagan (1981-1989) dan di Inggris pada masa pemerintahan Margaret Thatcher (1979-1990) lebih menekankan pada pentingnya hak-hak individu. Sementara pada masa pemerintahan Tony Blair lebih menunjukkan kepedulian terhadap kebaikan bersama melalui kebijakan devolusi dan peran “masyarakat pemangku kepentingan”, yaitu adanya gagasan bahwa bisnis harus responsif terhadap para pekerja, konsumen, dan kelompok-kelompok lainnya. Meskipun pemerintahan George W. Bush, terutama setelah serangan 11 September 2001 ke gedung WTC, telah menekankan kepentingan umum warga di Amerika Serikat namun hal tersebut lebih karena alasan keamanan nasional. Pada awal abad ke-21, komunitarian responsif percaya bahwa justru dalam praktik negara-negara Skandinavia telah mencapai keseimbangan terbaik, meskipun ada beberapa hak-hak individu yang dibatasi untuk alasan keamanan dan mengatasi sentimen anti-imigran.
Dengan demikian, komunitarianisme responsif telah mencoba mengembangkan kriteria bagi perumusan kebijakan guna mengatasi potensi konflik antara hak umum dan hak individu dengan baik, termasuk dalam bidang program kesehatan masyarakat, privasi individu dan keamanan nasional sejalan dengan kebebasan individu. Kriteria tersebut adalah sebagai berikut, yakni:
1. Tidak dibenarkan adanya perubahan dalam mengatur kebijakan dan norma-norma umum, kecuali masyarakat dihadapkan pada tantangan serius, mengingat sebagian besar jenis perubahan menuntut biaya sosial yang cukup besar, contohnya biaya sosial pasca serangan 11 September 2001;
2. Pembatasan hak bisa dilakukan hanya jika ada keuntungan yang signifikan bagi kepentingan umum; dan
3. Dampak dari perubahan kebijakan seyogyanya dapat diantisipasi, dengan memperkenalkan mekanisme yang lebih kuat berkenaan dengan akuntabilitas dan pengawasan.

Contoh penerapan kriteria ini dapat dilihat dalam perdebatan di Amerika Serikat tentang peningkatan kesehatan masyarakat dengan melakukan tes bayi terindikasi HIV yang baru lahir. Menurut kalangan komunitarian, tes tersebut akan dibenarkan jika dapat menyelamatkan nyawa bayi yang terinfeksi HIV, karena bayi memiliki kesempatan untuk tidak mengembangkan AIDS jika tidak disusui atau mengkonsumsi obat-obat tertentu. Disamping itu dampak yang merugikan bisa dibatasi oleh peraturan yang melarang pengungkapan hasil tes terhadap tenaga nonmedis.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close