People Innovation Excellence
 

Revitalisasi Pancasila [Bagian 8]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Demikian pula kalangan komunitarian menentang pandangan liberal yang terkandung dalam banyak ilmu-ilmu sosial, misalnya yang terkandung dalam ekonomi neoklasik dan studi hukum bahwa preferensi politik dan ekonomi individu harus dihormati dan bahwa agregasi mereka harus memandu pada tata kelola pemerintahan (seperti diberlakukannya voting) dan pengaruh belanja konsumen pada aktivitas operasi atau produksi dan distribusi barang-barang konsumsi. Hal demikian dapat dibenarkan, misalnya otoritas publik mengajak masyarakat untuk menolak banding dari ekstrimis politik atau dalam ekonomi mendorong masyarakat untuk melakukan penghematan atau efisiensi. Komunitarianisme juga menentang faham libertarian yang menganggap bahwa pola paternalistik dapat mengganggu pilihan atau kebebasan individu berdasarkan preferensi pribadi. Kalangan komunitarian berpendapat bahwa preferensi pribadi mereka sampai batas signifikansi tertentu tidaklah otonom selain merupakan cerminan dari kepentingan sosial budaya yang lebih besar. Oleh karena itu, upaya publik untuk mempengaruhi preferensi masyarakat dapat diperkenankan karena menguntungkan publik, misalnya kampanye melawan bahaya rokok dan obesitas, yang tidak merusak otonomi pribadi dan bukan merupakan pelanggaran terhadap martabat atau harkat manusia.
Komunitarianisme juga menambahkan elemen utama untuk menyeimbangkan peran yang tepat antara pemerintah di satu sisi dan pasar di sisi lain. Kaum komunitarian berpendapat bahwa perhatian juga perlu diberikan pada peran masyarakat sipil, seperti keluarga, komunitas lokal, asosiasi relawan, sekolah, tempat peribadatan, yayasan, dan organisasi nirlaba lainnya. Dengan kata lain, banyak dari perilaku masyarakat yang perlu diatur, serta mendorong faktor-faktor yang ada dalam masyarakat untuk melaksanakan tanggung jawab sosial mereka. Kaum komunitarian juga menggaris bawahi pentingnya norma-norma sosial dan kendali sosial informal dalam membina etika perilaku sosial melalui penyebaran dasar-dasar moral untuk keberhasilan operasi pemerintah dan pasar. Jurnalis politik Amerika Serikat Jonathan Rauch telah memperkenalkan komunitarianisme yang lebih lunak dengan merujuk pada pandangan yang berfokus pada peran masyarakat sipil, berbeda dengan mereka yang menganut haluan garis “keras”, seperti di Asia timur, yang memandang negara sebagai agen sosial yang paling utama.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close