People Innovation Excellence
 

Revitalisasi Pancasila [Bagian 9]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Mengingat pemikiran komunitarian mendukung formulasi komunal yang baik, maka mereka menjadi rentan terhadap tuduhan relativisme etika, dengan adanya pandangan bahwa tidak ada sesuatu yang baik secara mutlak, dan setiap komunitas dapat menerapkan nilai sosial budaya yang berbeda. Misalnya Walzer mengambil posisi relativistik yang jelas dalam bukunya “Spheres of Justice” (1983), yang menegaskan bahwa sistem kasta adalah “baik” menurut standar masyarakat tradisional India. Namun para kritikus berpendapat, bahwa keadaan demikian tidak bisa terus dipertahankan. Meskipun mengakui bahwa setiap komunitas mungkin memiliki nilai-nilai tertinggi yang berbeda, terdapat tumpang tindih konsensus tentang norma-norma dan kebijakan sosial. Di Amerika Serikat misalnya, antara aktivis pendukung aborsi dan anti-aborsi telah bekerja sama untuk memudahkan proses adopsi lebih mudah dan meningkatkan kualitas tempat yang lebih layak bagi penitipan anak. Namun demikian, seorang sarjana bidang agama Amerika Serikat, Don Browning, telah mengetengahkan adanya sejumlah nilai-nilai universal substantif, seperti hak asasi manusia dan integritas iklim global, yang dapat membangun landasan komunal bersama. Mempertanyakan ruang lingkup moralitas adalah juga mempertanyakan tentang ruang lingkup masyarakat itu sendiri. Sejak akhir abad ke-20 terdapat pandangan yang berkembang bahwa ruang lingkup komunitas terlalu terbatas, terutama dengan banyaknya tantangan yang sekarang perlu dihadapi masyarakat secara bersama, seperti ancaman perang nuklir atau degradasi lingkungan global, yang tidak dapat ditangani lagi secara nasional. Hal tersebut telah menuntut diupayakannya suatu pemikiran masyarakat yang lebih menyeluruh atau komprehensif. Percobaan yang paling progresif dalam membangun suatu komunitas supranasional adalah dengan dibentuknya Uni Eropa (UE). Namun demikian, sejauh ini masyarakat Uni Eropa belum mengembangkan jenis integrasi sosial dan nilai-nilai bersama untuk menopang komunitas yang kuat.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close