People Innovation Excellence

Revolusi Mental Ataukah Renaisans? [Bagian 3]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Pada forum artikel terakhir telah dikemukakan pula tentang pembentukan pola pikir (mentalitas) yang dibentuk oleh interaksi gabungan dari pikiran, kebiasaan dan asosiasi yang berhubungan dengan emosi. Pikiran dan emosi positif, seperti cinta dan apresiasi memicu satu set reaksi biokimia dalam tubuh, dan begitu juga sebaliknya bagaimana pikiran negatif dan emosi seperti kritik dan kemarahan memicu reaksi yang berbeda, sehingga memperjelas bagaimana reaksi biokimia sebagai manifestasi fisik adalah akibat dari suasana pikiran dan emosi. Setelah pikiran dan emosi menjadi kebiasaan, maka proses tersebut membentuk jaringan saraf yang membuat pola pikir terjelma. Itulah sebabnya ketika suatu aktivitas sudah terbiasa, katakanlah seperti naik sepeda atau mengoperasikan perangkat lunak, kita tidak perlu lagi berpikir tentang banyak hal lagi, karena semuanya telah berjalan secara otomatis. Dengan kata lain, kita sudah menguasai kebiasaan tersebut. Pola pikir dan jaringan saraf akan terus berkembang dan saling memperkuat melalui pengulangan dan praktik. Semakin sering kebiasaan dan praktik diulang, maka akan semakin kuat pula pembentukan jaringan sarafnya. Sebaliknya, semakin kuat jaringan syaraf, maka akan semakin kuat pola pikir terbentuk, terlepas dari apakah pikiran kita itu bersifat positif atau negatif. Dengan demikian terdapat kaitan erat antara pola pikir (mental) dalam pembentukan perilaku fisik-ragawi. Menurut Supelli, corak praktik serta sistem ekonomi dan politik yang berlangsung tiap hari merupakan ungkapan kebudayaan, sedangkan cara kita berpikir, merasa dan bertindak (budaya) dibentuk secara mendalam oleh sistem dan praktik habitual ekonomi serta politik. Tak ada ekonomi dan politik tanpa kebudayaan, dan sebaliknya tak ada kebudayaan tanpa ekonomi dan politik. Pemisahan itu hanya ada pada aras analitik.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close