People Innovation Excellence

Analisis Strategik dan Sinergi [Bagian 7/Selesai]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Ketika suatu program sinergi hendak diluncurkan, biasanya manajer unit bisnis yang sering diperbincangkan dan disalahkan. Para eksekutif organisasi sering melihat kegagalan berada pada para manajer lini mereka yang dianggap tidak becus dan keras kepala. Namun dari beberapa temuan yang terjadi justru sebaliknya, faktor kesalahan tersebut sering salah tempat. Bahwa penyebab sebenarnya dari kesalahan tersebut lebih sering terletak pada pemikiran para eksekutif organisasi itu sendiri. Para eksekutif sering melihat pencapaian sinergi sebagai pusat pekerjaan mereka, sehingga rentan terhadap empat bias yang mendistorsi pemikiran mereka. Bias pertama, adalah melebih-lebihkan manfaat dan meremehkan biayanya. Bias kedua, adanya keyakinan dari para eksekutif bahwa suatu sinergi dapat dicapai dengan membujuk atau memaksa unit bisnis untuk bekerja sama. Bias ketiga, keyakinan para eksekutif bahwa apa pun pengetahuan yang dibutuhkan untuk mencapai sinergi sudah tersedia dalam organisasi. Pada akhirnya, para eksekutif justru menjadi korban bias yang berbalik, yang menyebabkan mereka berkonsentrasi begitu keras pada potensi dan manfaat sinergi dan kurang memperhitungkan kerugiannya. Boleh jadi dengan memperhatikan ke empat bias tersebut, suatu sinergi mungkin akan tampak lebih menarik dan lebih mudah dicapai.
Kebanyakan para eksekutif organisasi merasa memiliki wawasan khusus mengenai peluang sinergi atau bakat untuk memelihara kolaborasi, sehingga merasa bahwa merekalah yang seharusnya menciptakan sinergi. Pencapaian sinergi antar bisnis mereka terkait erat dengan perasaan dan nilai yang mereka miliki. Suatu bias sinergi mencerminkan adanya ambisi eksekutif untuk menunjukkan keberadaan organisasi mereka, khususnya terhadap para investor. Terdapat kekhawatiran yang paling mendasar – sadar atau tidak – yang menghinggapi perasaan para eksekutif bahwa mereka akan kehilangan peran jika mereka tidak mampu meningkatkan koordinasi, integrasi, sinkronisasi, standardisasi, dan faktor-faktor lainnya pada berbagai kegiatan bisnis yang seharusnya mereka kendalikan, sehingga para eksekutif terobsesi oleh bias tersebut.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close