People Innovation Excellence

Implementasi Strategi Samudra Biru [Bagian 6/Selesai]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Harus diakui, sampai saat ini strategi bisnis telah didominasi oleh sejumlah teori, seperti lima kekuatan dari Michael Porter, analisis SWOT dan matrik BCG yang berfokus untuk memenangkan persaingan. Pendekatan dalam konteks teori tersebut mengasumsikan bahwa peluang pasar sudah tersedia, karenanya tugas organisasi bisnis adalah menciptakan cara-cara untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar dengan biaya yang relatif lebih kecil (efisien). Pendekatan ini sering disebut sebagai strukturalis strategik, dalam arti bahwa struktur industri membentuk strategi. Namun, kurang lebih 15 tahun terakhir ini Kim dan Mauborgne telah menantang asumsi ini. Mereka telah menunjukkan bahwa dalam beberapa pengalaman kasuistik, strategi berbentuk struktur. Mereka telah mempelajari lebih dari 150 kasus bisnis yang telah berlangsung selama 120 tahun untuk memahami pola langkah strategik yang sukses sampai saat ini. Oleh karena itu mereka terpikir untuk mengembangkan pendekatan ilmiah yang bertujuan untuk menciptakan peluang pasar baru, yang membuat kompetisi menjadi kurang relevan lagi. Metafora samudra biru – dengan melahirkan pasar baru – kontras dengan strategi samudra merah yang melihat suatu kompetisi sebagai suatu hal yang menakutkan.Pada strategi berbasis kompetisi, peluang pasar diasumsikan sudah tersedia. Dalam hal ini organisasi bisnis dengan sumber daya yang relatif besar akan memiliki peluang keuntungan yang lebih terbuka dan sangat dimungkinkan memiliki pangsa pasar yang lebih besar. Organisasi bisnis akan menentukan pilihan pada diferensiasi biaya rendah, dimana keputusan sering didasarkan pada kompetensi inti mereka. Organisasi yang menggunakan strategi samudra merah akan fokus pada mengalahkan lawan dalam suatu kompetisi dengan menawarkan baik fitur yang lebih baik atau harga yang lebih rendah. Sebaliknya, organisasi bisnis yang menggunakan strategi samudra biru tidak fokus pada kompetisi semata, akan tetapi pada menciptakan strategi yang sama sekali berbeda, dengan membuat persaingan menjadi kurang relevan. Strategi samudra merah lebih fokus pada permintaan yang ada, dengan mencoba menawarkan produk yang lebih baik terhadap pelanggan, suatu produk atau jasa yang lebih murah atau lebih cepat dan sebagainya, sehingga pada gilirannya akan membawa implikasi biaya dan profitabilitas. Seiring dengan perjalanan waktu, akan banyak pemain masuk ke dalam pasar, sehingga harga akan berangsur-angsur lebih rendah yang mengakibatkan komoditisasi produk atau jasa. Di sisi lain, strategi samudra biru tidak fokus lagi pada permintaan yang ada, akan tetapi mencoba untuk menciptakan permintaan baru yang bersifat non-pelanggan (konsumen). Organisasi bisnis yang menggunakan strategi samudra merah memilih opsi strategik, baik untuk membedakan produk dan pelayanan mereka atau untuk mengejar biaya atau hargayang lebih murah, atau meningkatkan keuntungan mereka melalui tawaran berskala besar. Pendekatan ini dapat dilakukan dengan membagi pasar kedalam dua pendekatan strategik, dimana masing-masing pilihan memiliki risiko yang berdiri sendiri. Sebaliknya, organisasi bisnis penganut strategi samudra biru dapat memperoleh dua hal sekaligus, baik diferensiasi maupun biaya rendah melalui terobosan inovasi nilai. Strategi samudra biru didasarkan pada menciptakan permintaan yang saat ini tidak ada, ketimbang berebut pangsa pasar milik organisasi bisnis lain. Pendek kata, terdapat potensi tak terhingga dalam pasar yang belum dieksplorasi. Kebanyakan strategi samudra biru diciptakan dari dalam samudra merah dengan cara memperluas batasan-batasan sektor industri yang sudah ada. Dengan demikian, kunci sukses strategi samudra biru adalah menemukan peluang pasar yang tepat dan membuat kompetisi menjadi kurang relevan.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close