People Innovation Excellence
 

Manajemen Keanekaragaman [Bagian 2]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Tentu saja, kita memiliki peran penting dalam mengubah budaya organisasi sehingga tenaga kerja kita dapat lebih mendekati pada pemahaman nilai-nilai keanekaragaman. Sejumlah keterampilan dibutuhkan agar kita dapat mengubah budaya organisasi, yakni:

  1. Memiliki pemahaman dan penerimaan untuk mengelola konsep keaneka-ragaman;
  2. Memiliki pengakuan bahwa keanekaragaman tengah bejalan dalam setiap aspek manajemen;
  3. Menyadari dan memahami budaya sendiri, dimana dengan memahami budaya, kita dapat mempengaruhi identitas, sikap, persepsi, bias, prasangka, dan stereotipe;
  4. Kesediaan untuk menentang dan mengubah praktik kelembagaan yang menghambat adanya perbedaan, baik individual maupun tim kerja; dan
  5. Tidak ada resep yang sama dalam menghadapi isu keanekaragaman, sehingga tidak setiap orang mengetahui persis apa yang harus dilakukan. Suatu saran atau strategi yang diberikan untuk suatu situasi yang sama mungkin tidak bekerja secara sama dalam konteks yang lain.

Dengan demikian, mengelola keanekaragaman berarti mengakui adanya perbedaan pada masyarakat dan organisasi serta mengakui perbedaan tersebut sebagai suatu hal yang berharga untuk meningkatkan praktik manajemen yang lebih baik dengan mencegah diskriminasi dan menganjurkan keterbukaan. Namun hanya dengan mengelola keanekaragaman semata belum tentu menjamin efektifitas kerja, lebih jauh kita perlu melihat tentang bagaimana keanekaragaman berperan di area spesifik manajemen, dan bagaimana keanekaragaman menjadi bagian yang integral dari manajemen.

Oleh karena itu, mengelola keanekaragaman perlu berfokus pada memaksimalkan kemampuan semua para pekerja untuk berkontribusi terhadap tujuan organisasi. Tindakan afirmatif perlu difokuskan pada kelompok-kelompok tertentu yang terkena diskriminasi sejarah, seperti orang kulit berwarna dan kaum perempuan. Dengan demikian, keanekaragaman harus bekerja untuk semua orang. Mengabaikan isu-isu keanekaragaman dapat menyita waktu, uang, dan inefisiensi. Berbagai konsekuensi yang muncul dapat berupa ketegangan yang memuncak, iklim organisasi yang tidak sehat, hilangnya produktivitas karena meningkatnya konflik, ketidakmampuan untuk menarik atau mempertahankan orang-orang berbakat dari segala jenis dan kelompok, munculnya keluhan dan tindakan melawan hukum, dan ketidakmampuan untuk mempertahankan para pekerja yang berkualitas, sehingga terjadi investasi yang hilang dalam perekrutan dan pelatihan.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close