People Innovation Excellence

Suatu Perpaduan Manajemen Timur dan Barat [Bagian 5]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Berikut  adalah sejumlah  prinsip yang perlu dipegang ketika  berhadapan dengan proyek-proyek  kerjasama dengan pihak barat, yakni:
 Prestasi  adalah tujuan yang paling penting bagi para manajer (manajer proyek);   Rencana  pencapaian tujuan perlu diidentifikasi  dengan  tepat, yang pada gilirannya dijabarkan  kedalam tugas dan realisasi;  Peraturan kontrak antar organisasi  dan antar tenaga kerja  proyek akan menentukan hak, kewajiban dan wewenang  semua pihak yang terlibat;   Mengikuti aturan formal  merupakan salah satu kunci keberhasilan proyek,  sehingga tim kerja proyek  akan  bertindak sesuai dengan aturan;  Berusaha  beralih ke  pola interaksi dan komunikasi hubungan langsung dan terbuka  di dalam tim kerja;  Pandanglah para pekerja dari  kinerja tugas mereka, bukan dari posisi hierarkis mereka;   Lengkapi  pandangan holistik dengan pendekatan analitik;   Perlakukan ketidakpastian dan risiko sebagai hal normal dalam lingkungan proyek;  dan  Sebaiknya kata  “ya” dan “tidak”  mulai dipahami secara harfiah saja.
Prinsip-prinsip dalam daftar tersebut dapat  memenuhi syarat sebagai  faktor kunci keberhasilan dalam setiap fase kegiatan proyek. Tentu saja, kategorisasi tersebut perlu dikembangkan  menjadi subjek penelitian lebih lanjut.  Terdapat pula  beberapa prinsip universal yang dapat diterapkan dalam perbauran lingkungan proyek antara timur dan barat, yang berdasar pada  simbol Tai-chi yang terkenal. Yaitu harmoni dan kesetaraan   dalam  perubahan konstan, sebagai  realitas yang  pasti dan dapat memadukan  unsur-unsur manajemen proyek yang  kontras, yakni:   Menggunakan konsep Yin dan Yang dan diwakili oleh simbol tai-chi untuk menggabungkan aspek kontras dalam manajemen proyek (PM);   Menggabungkan “Unite Project Western Manajemen Excellence” dengan kebijakan kepemimpinan atau kekaisaran Cina; dan  Menggabungkan pandangan hidup  antara yang “berpusat pada manusia”  dan yang berpusat pada “dunia yang terintegrasi”. Kita  juga dapat mengidentifikasi beberapa meta-prinsip yang menghubungkan perbedaan budaya timur dan barat dalam lingkungan proyek, dengan menggunakan  pendekatan prinsip  rekonsiliasi  praktik manajemen proyek. Contoh meta-prinsip  sebagaimana dijelaskan oleh  W. Wang, akan tergantung pada tingkat  perbedaan
relatif antar budaya, yang didefinisikan menurut perspektif temporal dan spasial, yang pada gilirannya teridentifikasi pada prinsip-prinsip berikut ini, yakni:  1. Mengabaikan beberapa perbedaan dalam simbol dan praktik yang tidak relevan dengan mentolerir sejumlah perbedaan lainnya; dan 2. Mengadopsi gaya komunikasi yang efektif dan sekaligus  keseimbangan dalam memenej  dan memimpin. Pelbagai aspek diatas dapat  dipelajari oleh para manajer proyek asal barat  terutama  yang  bersedia menjangkau pemikiran tingkat tinggi dan filosofi manajemen proyek. Yang paling penting untuk  mereka adalah: pendekatan holistik dan sistemik  perlu dilengkapi oleh analisis keseluruhan sistem, mencermati berbagai  berbagai elemen yang saling terkait, dengan menggunakan sintesis intuitif. Dengan demikian, bagi para manajer dari barat, perlu memperlakukan manajemen proyek sebagai suatu sistem, yang terdiri dari manajemen portofolio, manajemen program dan manajemen proyek, dimana dalam setiap  kegiatan manajemen proyek  perlu diawali  dengan abstraksi  gambar sistem kedalam pikiran. Karena dalam manajemen proyek kita harus mensintesis pemikiran tentang orang, informasi, metodologi, sistem dan proses.  Pelajaran tingkat tinggi lainnya yang bisa dipetik dari pendekatan ala Cina, adalah  pentingnya mencari keseimbangan, harmoni dan kesetaraan dalam setiap kegiatan sekaligus  keseimbangan,  harmoni dan kesetaraan  antara berbagai elemen sistem. Para manajer proyek asal barat perlu  mencari keseimbangan dalam kontinum, yaitu melakukan analisis dan penggunaan  intuisi untuk menyelesaikan masalah dan konflik. Disamping itu perlu memiliki kemampuan  berpikir divergen dan konvergen, fleksibilitas dan disiplin, kendali dan pemberian kewenangan  dengan menggunakan  pendekatan berbasis  kearifan Zen  untuk memaksimalkan kinerja dan aktualisasi diri para pekerja dan mitra kerja. Erat kaitannya dengan aspek harmoni adalah kebutuhan untuk memadukan  paradoks tentang  “baik atau buruk” dengan pengertian “baik dan buruk”.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close