People Innovation Excellence

Memimpin Manajemen Perubahan [Bagian 2]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Model Kurt Lewin (1951)
Sebagaimana telah kita ketahui, dalam teorinya Kurt Lewin telah menghubungkan
antara organisasi dengan lingkungannya. Lewin berpendapat bahwa suatu skenario
perubahan akan mengarah pada suatu siklus keseimbangan, sebagai hasil dari
kekuatan yang saling tarik-menarik antara faktor yang saling mendukung dan saling
bertentangan. Untuk itu Lewin menamakan teori perubahannya sebagai “teori medan
atau teori lapangan”. Perubahan dalam satu bidang medan kekuatan akan
menghasilkan baik suatu perubahan maupun status quo, tergantung pada apakah
perubahan itu disukai atau ditentang. Untuk memanipulasi perubahan, agen
perubahan perlu melakukan ‘analisis medan kekuatan’ guna mengidentifikasi kekuatan
pendorong utama perubahan, dan kemudian mengembangkan rencana aksi untuk
memindahkan titik ekuilibrium, dari satu titik ke titik yang lain. Kita pernah
membahas model tiga tahap Lewin tentang perubahan, sehingga kita tidak perlu
banyak membahasnya lagi. Sekedar mengingatkan, bahwa perubahan dapat dimulai
dari langkah pertama, yakni unfreezing – yaitu dengan membujuk sebagian orang
dalam organisasi untuk mengubah arah keseimbangan baru. Langkah kedua adalah
melakukan gerakan (motion) atau perubahan (changes) itu sendiri, dengan menggeser
perilaku organisasi ke tingkat yang baru, yang akan melibatkan perubahan perilaku,
nilai-nilai, dan sikap melalui perubahan proses dan struktur organisasi. Langkah
ketiga atau terakhir, yakni refreezing, yaitu merupakan tahap pembekuan kembali
untuk terbentuknya kondisi organisasi dengan ‘status quo’ baru, diantaranya dengan
diberlakukannya budaya, norma, kebijakan, dan struktur organisasi baru.
Model Tichy & Devanna (1986)
Model Kurt Lewin telah menarik minat Tichy dan Devanna, khususnya tentang tiga
prinsip dasar perubahan yang sederhana dan acapkali digunakan secara umum di
sebagian besar model perubahan. Tichy dan Devanna melibatkan faktor
kepemimpinan dalam perubahan sehingga model yang dikembangkannya berbeda
dengan model Kurt Lewin. Model mereka dimulai dengan Act 1 (langkah pertama):
yaitu mengakui adanya kebutuhan revitalisasi organisasi. Dalam tahap ini, para
pemimpin organisasi perlu menyadari bahwa perubahan diperlukan, dan dibutuhkan
rasa ketidakpuasan terhadap kondisi status quo, sehingga menggeser organisasi ke
tahap transisi. Act 2 (langkah kedua): adalah menciptakan visi baru, di mana fokus
strategik baru dicari, untuk mengarahkan dan meluruskan kembali organisasi. Act 3
(langkah ketiga): adalah melembagakan perubahan, sebagaimana prinsip ke tiga
(refreezing) dari Kurt Lewin, bahwa transformasi apapun harus terkunci kembali, baik
dalam tindakan, ptaktek-praktek maupun realitas baru yang dilembagakan.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close