People Innovation Excellence

Memimpin Manajemen Perubahan [Bagian 4]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Model Stace & Dunphy 2 (1994)
Beberapa tahun kemudian, Dunphy dan Stace kembali melanjutkan pengembangan
model mereka. Stace dan Dunphy telah memperpanjang kontinum gaya manajemen,
dengan menambahkan dua jenis keperantaraan baru – disamping kolaboratif dan
koersif – dengan gaya manajemen konsultatif dan direktif, sehingga didapat empat
tipe variabel perubahan, yakni:
• Mengembangkan Transisi (melalui perubahan konstan). Suatu organisasi
dapat menggunakan pendekatan ini ketika mereka mampu menjaga keselarasan
strategik dengan lingkungan. Tipe ini paling sukses pada organisasi yang
menekankan pada gaya manajemen tim dan kolegial, dimana dalam memimpin
perubahan menggunakan gaya konsultatif.
• Transisi berfokus pada tugas (melalui perubahan konstan). Gaya perubahan
ini diarahkan dari pucuk manajemen. Seorang manajer unit adalah perantara
konsultatif antara manajemen puncak dan para pekerja, sehingga dengan
demikian mereka diberi otonomi untuk melakukan perubahan dan harus
bertanggung jawab atas pencapaian hasil. Tipe perubahan ini memiliki potensi
untuk melakukan perubahan strategik dengan cepat. Namun karena sifatnya
yang terputus-putus, maka pelaksanaan dari tipe ini dapat kehilangan fokus
terhadap tujuan.
• Transformasi karismatik (perubahan melalui inspirasi). Sebagaimana
diketahui suatu jenis perubahan revolusioner akan berguna jika sebuah
organisasi mulai tersisih dari lingkungannya, dan tiba saatnya partisipasi
terhadap proses menjadi mengendur. Dalam keadaan demikian, seorang
pemimpin akan mengambil pendekatan transformasi karismatik, dengan
melibatkan karakteristik intelektual, emosional, dan perilaku dari semua
pekerja yang ada untuk diarahkan pada perubahan. Manfaat dari gaya
perubahan tipe ini adalah kemampuannya untuk mendapatkan dukungan
mayoritas dalam waktu singkat. Namun hal inipun tergantung pada
karakteristik pribadi sang manajer perubahan dalam menstimulasi para pekerja
secara inspiratif.
• Mengubah haluan (turnaround). Perubahan dengan mengubah haluan
diperlukan ketika organisasi dihadapkan pada keadaan bertahan untuk hidup
dimana dukungan dari para pekerja pun tidak penuh. Dibutuhkan suatu
pendekatan yang keras dan cepat, sehingga motif perubahan perlu diarahkan
atau dipaksa oleh para eksekutif. Kelebihan dari pendekatan ini adalah
kemampuannya untuk mengubah organisasi secara radikal melalui
kepemimpinan yang tegas, tanpa tergantung pada perubahan sikap dari para
pekerja. Namun pendekatan ini memiliki komponen sensitif berupa efek
samping yang relatif permanen yang dapat menghambat organisasi, seperti
menurunnya motivasi kerja dan budaya organisasi.
Model Nadler & Tushman (1989-1995)
Nadler dan Tushman menggabungkan gaya inkremental dan diskontinyu kedalam
dimensi antisipatif dan reaktif untuk menghasilkan matriks yang mirip dengan
Dunphy dan Stace, sebagaimana tertuang dalam tabel berikut ini.

Gaya Manajemen Incremental Diskontinyu
Antisipatif Tuning / Selaras Re-orientasi
Reaktif Adaptasi Re-kreasi

Matriks ini juga menunjukkan empat tipe perubahan yang oleh Nadler & Tushman
disebut sebagai tuning, reorientasi, adaptasi, dan penciptaan kembali (re-kreasi),
sebagaimana dijelasan berikut ini.
• Tuning. Sebuah organisasi yang mengadopsi pendekatan tipe tuning akan
melakukan perubahan terus menerus dan meningkat dengan mengantisipasi
tuntutan lingkungan. Perubahan ini merupakan strategi pemeliharaan posisi,
yang didorong untuk mempertahankan keselarasan yang erat antara berbagai
sub-sistem organisasi dan lingkungannya.
• Adaptasi. Jika perubahan tipe tuning merupakan antisipasi terhadap peristiwa
eksternal, maka perubahan adaptasi juga merupakan reaksi terhadap peristiwa
eksternal. Dalam hal ini, tuntutan akan perubahan tidak terprediksi, namun
perubahan lingkungan yang kompetitif perlu direspon dengan segera.
• Reorientasi. Perubahan tipe ini dimulai dengan mengantisipasi perubahan
eksternal dengan melakukan langkah yang diskontinyu, sehingga disebut
reorientasi. Langkah ini biasanya melibatkan perubahan unsur-unsur inti dari
organisasi, seperti identitas, nilai-nilai, budaya, strategi, dan struktur. Peran
penting dari para manajer perubahan adalah menciptakan rasa urgensi dan
membangun komitmen. Manfaat dari reorientasi adalah adanya keleluasaan
waktu, di mana perubahan dapat dimulai dari pinggir, membangun tahapan
koalisi, sehingga membantu meringankan perubahan di seluruh organisasi.
• Re-kreasi Dalam pendekatan reorientasi, para pemimpin organisasi perlu
memiliki pandangan ke depan dan memiliki keterampilan langka yang
dibutuhkan untuk sukses melakukan reorientasi. Namun demikian, tuntutan
akan perubahan sering diabaikan sampai suatu krisis yang bersifat potensial
akhirnya mendekat dan menjadi aktual. Dengan demikian re-kreasi terjadi
sebagai reaksi terhadap situasi kritikal yang menimbulkan rasa putus asa, di
mana ketersediaan waktu dan sumber daya semakin terbatas. Organisasi perlu
segera menciptakan kembali dirinya dengan upaya yang cepat, terfokus dan
agresif, mengingat kesempatan waktu yang tersedia hanya dalam hitungan
jam, hari, minggu dan bulan.
Dalam operasi sehari-hari, fungsi organisasi disusun bersama sejumlah
parameter yang telah ditetapkan, didalamnya termasuk nilai-nilai, keyakinan, strategi,
dan rencana operasional. Parameter ini dikenal sebagai kerangka operasional atau
frame. Perubahan organisasi dialami dalam frame ini, sebagaimana dalam kasus
perubahan inkremental, dimana kerangka parameter mempertahankan harmoni dengan
posisi pra-perubahan, atau dapat bergerak keluar frame yang ada, sebagai akibat
adanya transformasi yang cukup besar, seperti halnya dalam perubahan yang bersifat
diskontinyu. Nadler dan Tushman mengidentifikasi reorientasi sebagai ‘frame
bending’, dimana “kerangka organisasi dirubah, dimodifikasi, dan dibentuk kembali,
dengan harapan tidak rusak”, dalam waktu yang telah ditentukan namun diberikan
toleransi untuk mencegah kerusakan.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close