People Innovation Excellence

Memimpin Manajemen Perubahan [Bagian 5]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Meskipun telah banyak hasil penelitian yang dipublikasikan yang berkaitan
dengan karakteristik perilaku, psikologik, dan pribadi dari para manajer dan pemimpin
perubahan yang efektif, namun masih jarang yang membahas tentang apa yang
dilakukannya selama periode perubahan tersebut. Terhadap konteks pertanyaan ini
Kanter berpendapat bahwa terdapat “tiga ciri aktivitas yang perlu diidentifikasi”.
Pertama, suatu perubahan penting untuk didefinisikan, yang dikenal sebagai definisi
masalah. Kedua, membangun koalisi, dimana suatu jaringan persekutuan perlu
dikembangkan untuk menyediakan sumber daya atau dukungan selama fase transisi.
Langkah Ketiga adalah pelaksanaan perubahan, yang didefinisikan oleh Kanter
sebagai mobilisasi, dalam hal ini gaya manajemen perubahan (matriks) dapat
dimanfaatkan dan dimasukkan ke dalam tindakan. Ketiga gelombang aktivitas yang
teridentifikasi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut, yakni:
• Definisi Masalah. Untuk menemukan masalah dan merekomendasikan solusi
dan/atau resolusi, sumber-sumber informasi yang diakses, dan informan
potensial perlu diidentifikasi. Langkah pertama dalam merumuskan definisi
masalah adalah mengidentifikasi sejumlah masalah. Dengan kata lain, perlu
dilakukan investigasi penyebab sebenarnya dari kebutuhan untuk berubah,
apakah bersumber dari pengaruh internal atau eksternal. Setelah itu, para
manajer perubahan perlu mengumpulkan informasi dalam rangka memastikan
suatu solusi dan/atau resolusi optimal bagi masalah tersebut. Langkah
berikutnya dalam proses ini adalah untuk mengidentifikasi para pemangku
kepentingan dan menginvestigasi andil masing-masing, baik yang pro status
quo maupun yang pro perubahan, dan mengidentifikasi keinginan mereka
untuk perubahan. Langkah terakhir dalam proses ini adalah menetapkan
pilihan solusi dan/atau resolusi, dengan menggambarkan sisi manfaat dan
mudaratnya.
• Pembentukan Koalisi. Langkah berikutnya adalah meminta dukungan
kooperatif. Semakin luas konsekuensi dari suatu perubahan atau
ketidakpastian, akan semakin besar dukungan koalisi yang diperlukan. Koalisi
harus melibatkan orang-orang yang memiliki pengaruh terbesar atas proyek
perubahan, yakni orang-orang yang memiliki energi, komitmen, dan keinginan
untuk mendorong pelaksanaan, serta mempertahankan momentum. Langkah
pertama dalam membangun koalisi adalah mendapatkan persetujuan dari
pucuk pimpinan organisasi, atau paling tidak dapat dipastikan bahwa tidak ada
suatu penolakan, sehingga proyek perubahan dapat bergerak maju dimana
resistensi top-down dapat diminimalisir dan bahkan diabaikan. Setelah
persetujuan dari manajemen puncak diperoleh, maka para manajer dapat
menggalang dukungan dari tingkatan yang lebih rendah, sebelum mereka
benar-benar dilibatkan. Sebuah metode yang umum digunakan untuk
menggalang dukungan dari rekan-rekan sesama pekerja, oleh Kanter disebut
sebagai ‘perdagangan kuda’,yakni suatu bentuk transaksi dimana informasi,
jasa, atau sumber daya diperdagangkan sebagai janji atas dukungan. Langkah
terakhir dalam mengamankan koalisi adalah meminta dukungan dari manajer
eksekutif, yang biasanya merupakan proses formal dimana masalah spesifik
dibahas dan tim koalisi dikomunikasikan.
• Mobilisasi. Berbekal koalisi yang solid dan informasi yang akurat, para
manajer perubahan bergerak ke tahap implementasi, dengan menempatkan
berbagai orang dan sumber daya lainnya pada tempat strategik untuk
dimobilisasi sesuai dengan rencana. Peran manajer perubahan selama fase ini
adalah memberdayakan anggota tim kerja untuk mengelola tanggung jawab
perubahan secara pribadi, sambil memastikan bahwa program beroperasi tanpa
hambatan. Disamping itu, peran penting lain manajer perubahan adalah
mengadopsi penanganan oposisi dan memblokir gangguan. Sejumlah keberatan
dan perlawanan cenderung dapat meningkat ketika program mulai
berlangsung, dan membutuhkan penanganan yang lebih sensitif untuk
menghindari konflik. Unsur lain dalam fase mobilisasi adalah adanya
tantangan untuk memotivasi secara terus menerus, yaitu mendorong anggota
tim kerja untuk terus maju dengan komitmen dan antusiasme tinggi. Jika
motivasi mengendur dan dengan mudah ditolerir, maka hal ini dapat menjadi
penyakit menular potensial yang dapat cepat menyebar ke seluruh anggota tim
lainnya. Langkah berikutnya dalam proses ini adalah membuat desain
sekunder, berupa modifikasi terhadap lingkungan lama yang sering
mengeluhkan jaminan kehidupan selanjutnya. Langkah terakhir dalam proses
keseluruhan ini adalah mengelola komunikasi perubahan, khususnya setelah
informasi terkumpul, maka pada akhir siklus adalah penting untuk
berkomunikasi dengan lingkungan di luar tim kerja perubahan. Keberhasilan
perlu dirayakan, janji harus ditepati, dan pelajaran serta pengalaman perlu
dibagi sehingga seluruh organisasi akan mendapatkan manfaat, baik sisi positif
maupun negatif dari proses ini.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close