People Innovation Excellence

Spiritualitas Dalam Bisnis dan Manajemen [Bagian 3]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Harus diakui kenyataan bahwa metodologi berdasarkan “logika berhati dingin” serta tidak memihak dapat menghasilkan pengambilan keputusan yang sangat efektif, terutama untuk jangka waktu pendek, dimana determinasi kepemimpinan diperlukan untuk mengatasi tantangan atau kesulitan besar, bahkan adakalanya seorang tiranpun bisa berhasil. Sejumlah besar dari mereka dapat meraih sukses jangka waktu panjang sesuai dengan definisi mereka sendiri tentang apa yang dimaksud dengan makna keberhasilan.
Gagasan tentang mengasihi orang lain, belas kasih dan spiritualitas memang jarang muncul dalam banyak pedoman pelatihan bisnis dan/atau manajemen. Kita senatiasa diajarkan untuk mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain tanpa syarat, sehingga ide tentang mencintai orang lain merupakan konsep yang sama sekali asing di dunia bisnis dan manajemen konvensional.
Dewasa ini para pemimpin organisasional perlu merawat dengan benar baik orang-orang maupun masa depan planet ini, tidak sekedar hanya untuk membuat keuntungan organisasional atau sekedar mengekstrak keuntungan pribadi semata. Organisasi bisnis perlu memberikan ruang bagi cinta dan spiritualitas – untuk memelihara fitrah manusia dan dunia – disamping kebutuhan untuk menciptakan keuntungan. Cinta, kasih sayang, dan spiritualitas seyogyanya menjadi etos yang benar-benar relevan dalam bisnis dan manajemen. Tentu saja konsep cinta dan spiritualitas dalam bisnis dan manajemen bukanlah hal yang baru. Cinta, kasih sayang, dan spiritualitas, yang berdampingan dengan prinsip-prinsip etika dapat memberikan platform pembentukan keberhasilan di banyak organisasi berskala besar dan terkenal.
Terdapat sejumlah organisasi bisnis berskala besar di abad ke-18 dan ke-19 yang didirikan dengan prinsip-prinsip yang penuh kasih sayang dan spiritualitas. Misalnya Cadbury dan Rowntree yang didirikan di negara Inggris oleh Quaker sedari awal telah menerapkan prinsip welas asih yang dalam dunia bisnis dan manajemen saat ini justru masih dipertimbangkan sisi keilmuannya. Prinsip-prinsip mencintai yang muncul saat itu juga muncul dalam kalimat yang sama pada saat sekarang ini, dengan mengutamakan prinsip-prinsip kepedulian sebagaimana pernah dijalankan oleh pebisnis Quaker. Bisnis induatri perkereta apian juga pernah mengadopsi prinsip kepedulian sosial dari Quaker ini. Beberapa bagian dari sejarah bisnis Quaker telah memberikan contoh yang baik dalam mengelola bisnis dan manajemen yang berhasil, yaitu memimpin, mengelola dan membuat keputusan dengan landasan cinta, kasih sayang, dan kepedulian akan kelestarian alam. Sejalan dengan hal itu, kita juga dapat melihat contoh-contoh lama dari gerakan koperasi, organisasi para pekerja, kredit mutual union, dan bisnis sejenis lainnya justru semakin sukses di zaman moderen ini. Banyak dari organisasi tersebut secara terbuka menganjurkan dan mendukung cita-cita tentang kepedulian dan prinsip berbagi yang menempatkan aspek etika terdepan ketimbang aspek keuntungan, dan ternyata filosofi kepedulian dapat diterjemahkan kedalam strategi meraih keunggulan kompetitif, dan kinerja komersial lainnya dengan lebih baik. Dengan demikian, akan tiba saatnya bagaimana ide-ide demikian banyak diadaptasikan untuk zaman moderen ini. Cinta, kasih sayang, spiritualitas dan etika dalam banyak praktik bisnis dan manajemen tidak
tergantung pada keanggotaan kelompok, golongan atau sekte yang ada pada masyarakat. Secara alami siapapun bisa mencintai, berbelas kasih, dan mengekspresikan spiritualitas serta etika-nya; bahkan mungkin kita tidak perlu pergi ke rumah peribadatan atau menjadi anggota dari pemeluk agama tertentu untuk mengasihi orang lain, bertindak secara etikal dan jujur, dan untuk mempertimbangkan kebutuhan orang lain pada saat kita mengejar kebutuhan sendiri secara egosentrik.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close