People Innovation Excellence

Filsafat Para Manajer [Bagian 1]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Konsepsi dasar tentang manfaat filsafat bagi para manajer seyogyanya muncul dari filosofi kehidupan para manajer itu sendiri. Suatu filosofi yang dapat diterapkan secara alami, perlu melibatkan dimensi transformatif, membutuhkan sikap, integrasi, perspektif, dan tindakan manajer itu sendiri, dengan menilai langkah-langkah mereka dalam tindakan atau praktik yang menghasilkan produktivitas. Paling tidak, filosofi bagi para manajer harus menguntungkan para manajer dalam tiga area, yakni:
1. Self-Leadership;
2. Pemahaman terhadap keseluruhan atau keutuhan; dan
3. Kegiatan pada lingkungan yang kompleks.
Dengan demikian, pedagogi filsafat bagi para manajer, dan penelitian yang mendukung pedagogi tersebut, harus bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan para manajer dalam tiga fokus area tersebut, dengan cara yang mudah dapat diterjemahkan kedalam tindakan. Pada tataran umum, filsafat adalah seni berpikir dengan instrumen utamanya adalah argumen. Oleh karena itu manfaat filsafat bagi para manajer adalah untuk memperkuat seni berpikir dengan instrumen argumentasi dari para manajer. Filsafat bukanlah salah satu bagian dari satu disiplin ilmu yang jelas dapat diidentifikasi dengan pendekatan yang tunggal. Ada semacam “api misteri” filosofi yang menentang cara pandang ilmiah, yang menggunakan cara berfikir multi-faset dan perbatasannya tidak jelas. Dalam memahami para manajer, filsafat mengaktifkan pendekatan multidisiplin, mencari konektivitas dan multi-metodologik, dengan wacana berlapis-lapis dan polyphonic. Filsafat beroperasi pada tataran paradigmatik, dengan mengungkap sisi eksistensial, manusia dan pragmatik tentang aspek fundamental dari kehidupan seorang manajer dengan segala energi, semangat dan perasaan yang relevan. Filsafat berjuang untuk mendorong penumpukan kehidupan yang lebih baik, tentang keunggulan dalam hidup, melalui ranah pemikiran, dengan menggunakan kata-kata, konsep, pertanyaan, tantangan, reasoning, ide, asosiasi, perbandingan, dan instrumen lainnya dari dimensi verbal dan konseptual. Perenungan ini bisa berlaku universal, bisa bersandar pada rasionalisme Plato atau dasar-dasar keilmuan dan berfikir dari Descartes dan Quine.
Keagungan filsafat adalah sanggup menggabungkan hak, bahkan kewajiban, untuk mempelajari suatu gambar besar, termasuk suatu gambaran yang lebih besar dari kumpulan gambar kecil dari suatu ruang hidup, tentang seorang individu manusia di tengah-tengah kontekstualitasnya. Dalam upaya untuk mengetahui gambaran yang lebih besar tersebut, suatu kebebasan terbuka lebar dan dimungkinkan untuk dapat menjangkau dimensi diluar dugaan. Filsafat tidak terhenti pada batas apapun, sebaliknya filsafat siap untuk terbang melintasi batas nalar konseptual, dengan
mengandalkan imajinasi dan kata-kata. Dalam perspektif ini, filsafat bagi para manajer adalah pencarian gambar yang lebih besar, dengan kepekaan terhadap kontekstual dan perifer, dalam suatu renungan esensial. Dalam konteks bisnis, gambaran yang lebih besar tersebut bisa menyangkut struktur keseluruhan pasar, atau ekonomi pasar, atau pola inovasi, atau prospek kunci dalam jangka panjang, atau keseimbangan kehidupan kerja pribadi seseorang. Filsafat dapat membantu para manajer dalam menghadapi tantangan mencari tahu apa yang tidak bisa diputuskan oleh fakta dan informasi. Filsafat bagi para manajer adalah sekutu bagi mereka di tengah-tengah “fenomena yang sulit dipahami”, dengan meminjam ungkapan dari FJ Roethlisberger. Filsafat adalah sparring partner bagi para manajer di ranah mental dan konseptual, yaitu sebuah kekuatan yang membantu mereka untuk berbuat lebih baik dengan menggunakan “api misteri” di dalam dirinya melalui dimensi pemikiran dan kepemimpinan diri. Jika “teori manajemen yang buruk dapat merusak praktik-praktik manajemen yang baik”, maka sebagaimana pendapat Sumantra Ghoshal, terserah kepada para manajer untuk menantang model mental dan teori-teori tersebut, dimana seorang filsuf dapat memberikan kontribusi yang tak ternilai. Pendeknya kita perlu menghayati renungan filosofi dalam benak para filsuf, dan begitu pula renungan filosofi manajemen dalam benak para manajer. Hal ini berarti fokus pada manusia yang mampu melakukan penalaran dan berpikir dengan individualitasnya, dan sekaligus keberanian serta wawasan, yang beroperasi dengan ide-ide dan tercipta dalam ruang konseptual yang sering bersifat kualitatif, pribadi, dan visioner. Filsafat manajemen bagi para manajer mengarahkan perhatian untuk memberikan kontribusi yang pasti, bukan bangunan pengetahuan semata, dan terlebih lagi adalah visi dan perspektif tentang bangunan tersebut. Filsafat dan manajemen, seperti halnya dalam seni, maka keterlibatan pribadi adalah sangat esensial. Setiap manajer perlu memikirkan pikirannya untuk dirinya sendiri. Filsafat bagi para manajer adalah memperkaya mereka dengan proses pembaruan berkelanjutan yang konstan. Intinya adalah untuk melibatkan para manajer pada dialog yang memperkaya, memperbaharui dan peningkatan upaya untuk membantu internalisasi kesepahaman bersama yang didorong oleh cita-cita dan wawasan kehidupan yang kaya. Pemikiran filosofi yang bersifat akademik mungkin dapat masuk pada pembahasan yang menyempit, namun filsafat bagi para manajer harus beralih ke dunia nyata. Dalam dunia nyata, dan dalam filsafat dunia nyata, gaya merupakan bagian integral dari konten. Suatu dunia nyata, sebagaimana diungkap oleh Marshall McLuhan, adalah dunia yang sangat banyak merangsang pemikiran filosofis. Keunikan, kejutan, cipta dan harapan, pertanyaan intensif, adalah gaya sugestif tersendiri dari sejumlah pernyataan filosofis.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close