People Innovation Excellence

Kepemimpinan Inovatif Stratejikal [Bagian 1]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Sejak awal tahun 1980-an, mulai terlihat bahwa faktor perubahan – eksternal maupun internal – memiliki dampak yang signifikan terhadap organisasi bisnis dalam hal mencapai keberhasilan jangka panjang yang keberlanjutan. Oleh karena itu terdapat tantangan bagi kepemimpinan masa kini untuk menangani, merencanakan dan mengimplementasikan perubahan dengan berhasil. Pertanyaan berkenaan dengan perubahan ini sering disampaikan oleh para pakar, yang menyoroti peran kepemimpinan sebagai aset stratejikal yang dibutuhkan organisasi untuk mengatasi dan menangani situasi tren bisnis yang cepat berubah? Pada gilirannya, sebagian besar pertanyaan para pakar tersebut dijawab dengan menyoroti peran penting dari kepemimpinan visioner yang terampil melakukan pendekatan inovatif, sebagai komponen kunci guna mengelola perubahan organisasi dan lingkungan bisnis.
Berbagai sudut pandang teori yang berbeda telah disampaikan oleh para pakar untuk menjelaskan dan mengidentifikasi karakteristik kepemimpinan yang efektif dalam suatu organisasi, dan diantara teori yang sering dibahas adalah teori kepemimpinan kontinjensial atau situasional dari Fiedler yang menyoroti tiga faktor utama yang memiliki pengaruh penting terhadap kinerja para pemimpin, yakni:
 Hubungan pemimpin-bawahan, teori ini menggambarkan dinamika hubungan antara pemimpin dan bawahan, yaitu sampai sejauhmana para bawahan memiliki kepercayaan pada para pemimpin mereka, dan sebaliknya seberapa jauh para pemimpin dapat memikat dan dihormati sebagai sumber inspirasi bagi para bawahan;
 Struktur tugas, faktor ini berbicara tentang sifat pekerjaan dari para pekerja, apakah sifat pekerjaan itu rutin, monoton, membutuhkan kerja tim, dan sebagainya, sehingga dapat dikelola untuk mendapatkan output kerja maksimum dari para pekerja;
 Posisi kekuasaan, posisi kekuasaan disini adalah kekuatan atau kekuasaan kepemimpinan yang dimiliki dalam suatu organisasi. Suatu kepemimpinan dengan kewenangan pengambilan keputusan, dan sekaligus melaksanakan keputusan dengan kekuasaan penuh, pada dasarnya diperlukan untuk menangani dan mengelola masalah organisasi dengan yakin (Fiedler, 1996).
 Teori tujuan-berjenjang, teori ini mengklaim bahwa pemimpin yang paling sukses adalah mereka yang mampu menjaga para pekerjanya tetap termotivasi, dengan menetapkan dan membuat alur kerja yang
jelas selaras dengan visi yang telah disepakati bersama. Karakteristik utama dari kepemimpinan menurut teori ini adalah bahwa untuk memotivasi tim kerja dalam memenuhi tujuan organisasi, diperlukan kendali untuk menjaga irama kegiatan dan hasil kerja mereka. Para pemimpin juga akan memberikan penghargaan terhadap para pekerja dengan memberikan sejumlah “reward” untuk disiplin dan prestasi yang mereka tunjukkan, guna memelihara dan meningkatkan semangat serta rasa percaya diri terhadap kemampuan mereka dalam bekerja.
 Teori gaya kepemimpinan, teori ini menyoroti tentang keputusan berkualitas tinggi pada organisasi, yang disepakati oleh kedua belah pihak, baik para pekerja maupun pemimpin atau atasan. Dalam model ini gaya yang berbeda dimainkan oleh para pemimpin dalam membuat keputusan yang tepat. Teori ini juga menuntun para pemimpin untuk menemukan tingkat partisipasi para pekerja yang dapat menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan.
 Teori kepemimpinan transformasional, teori ini menjelaskan tentang perubahan yang dilakukan oleh para pemimpin dengan cara yang signifikan. Cara yang dimaksud adalah untuk merebut kepercayaan dari para pekerja terhadap para pemimpin. Diharapkan para pekerja dapat meningkatkan output mereka dengan melakukan aktivitas pekerjaan dengan cara yang lebih baik untuk mencapai tujuan organisasi. Karakteristik utama dari kepemimpinan transformasional adalah bahwa mereka mampu meningkatkan kepercayaan dan kesadaran para pekerja, sehingga mereka dapat meningkatkan kinerja mereka, dan sekaligus juga mampu mengembangkan karir pribadi mereka. Kepemimpinan transformasional juga diharapkan mampu meningkatkan tingkat dedikasi dan motivasi para pekerja untuk kemajuan organisasi, bahkan dengan mengenyampingkan kepentingan pribadi mereka. Kualitas kepemimpinan transformasional mencakup:
 Mampu bekerja sebagai agen perubahan;
 Keberanian untuk mengambil langkah-langkah terobosan;
 Berusaha mempercayai kemampuan orang lain;
 Memiliki nilai dan karakteristik;
 Mampu belajar dengan baik;
 Memiliki model mental yang kuat untuk bekerja dalam situasi yang kompleks; dan
 Memiliki visi yang jelas.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close