People Innovation Excellence

Kepemimpinan Inovatif Stratejikal [Bagian 6]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Terdapat sejumlah kompetensi kepemimpinan yang telah terbukti dan mutlak dimiliki oleh kepemimpinan yang efektif dan sukses (Bennis, 1987), yaitu suatu kompetensi yang berbeda dan sangat efektif bagi para pemimpin yang memiliki hubungan dengan perubahan organisasi yang sukses. Harus diakui pula, bahwa setiap proses perubahan sebagian besar akan menghadapi tingkat resistensi tertentu, dan dalam hal ini seorang pemimpin yang efektif adalah mereka yang dapat mengelola resistensi dan menerapkan suatu perubahan yang sukses. Perlu disadari pula, bahwa menangani dan mengatasi resistensi selalu menyita waktu yang relatif lama dan bukan proses yang mudah. Kebanyakan para pekerja biasanya bersikap resinten terhadap suatu perubahan radikal, dan hanya dengan kemampuan kepemimpinan yang mumpuni suatu resistensi kolektif dapat diatasi. Seorang pemimpin yang kuat diperlukan untuk memecahkan suatu masalah, sebagaimana dokter diperlukan untuk memecahkan masalah medikal (Heifetz 1997). Sebaliknya suatu perubahan inkrimental biasanya tidak terlalu memerlukan program formal yang luas, mengingat perubahan tersebut dilakukan dalam dosis yang kecil. Perubahan inkrimental biasanya lebih mudah ditangani dan diadopsi, serta tidak banyak menimbulkan resistensi dari para pekerja. Waktu yang diperlukan untuk perubahan inkrimental biasanya relatif pendek, dimana para pekerja pun biasanya sudah akrab dengan jenis perubahan ini. Di lain pihak, perubahan radikal lebih sulit diadopsi dan sering menimbulkan perlawanan dari para pekerja, dan penanganannya tidak cukup hanya dengan kompetensi umum kepemimpinan belaka. Suatu perubahan radikal membutuhkan penerimaan pribadi dan menjadi tugas pemimpin senior untuk menyadarkan para pekerja tentang kebutuhan perubahan yang perlu diwujudkan, dengan menanggalkan kebiasaan lama dan mendukung anjuran kebiasaan yang baru (Reardon 1998).
Pencanangan perubahan radikal melibatkan proses yang berbeda yang dengan sendirinya akan membutuhkan orientasi gaya kepemimpinan yang berbeda pula. Tidak seperti perubahan bertahap, perubahan radikal selalu membutuhkan tingkat tinggi kepemimpinan kreatif dengan sikap pengambilan risiko yang tinggi pula. Pada dasarnya terdapat empat jenis gaya kepemimpinan, yakni gaya kepemimpinan komando, gaya kepemimpinan logik, gaya kepemimpinan inspirasional dan gaya kepemimpinan suportif. Kesemua gaya kepemimpinan ini memiliki hubungan yang kuat dengan tren perubahan. Gaya kepemimpinan logik dan inspirasional lebih terfokus pada perubahan radikal dan inovatif yang memerlukan visi yang lebih luas. Visi adalah tentang tindakan, dimana visi membantu untuk memberdayakan para pemimpin dalam
mengimplementasikan perubahan. Para pemimpin yang efektif memiliki visi yang jelas dan lurus tentang masa depan, dan perubahan yang berhasil harus memiliki gambaran yang jelas pula tentang masa depan. Tanpa visi perubahan suatu kesuksesan akan sulit diraih. Philips Kotter (1995) mengemukakan bahwa sangat penting bagi para pemimpin untuk mengkomunikasikan visi-nya. Peran pemimpin atau kepemimpinan juga sangat penting untuk mengembangkan dan mengelola perubahan dalam organisasi, dengan menciptakan suasana organisasi yang selaras untuk mengadopsi perubahan. Budaya organisasi juga memiliki peran dalam pengembangan perubahan organisasi apapun, dan untuk hal ini peran pemimpin adalah penting yang akan membawa strategi baru untuk mengembangkan atau mengelola budaya organisasi. Manajemen puncak dapat membuat strategi untuk menghubungkan para pekerja dalam suatu organisasi berikut prosesnya (Appelbaum, 1998). Budaya organisasi dapat mencakup keyakinan dan nilai-nilai yang dapat memandu organisasi dari sikap lamanya yang konservatif ke arah sikap yang lebih inovatif. Hal ini dimungkinkan karena adanya aturan tak tertulis, disiplin, dan orientasi eksternal, beserta adanya peran kepemimpinan yang instruktif, konsultatif atau suportif. Dengan demikian, peran kepemimpinan yang paling penting adalah kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan budaya organisasi yang kondusif (Appelbaum, 1998).


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close