People Innovation Excellence

Membangun Karakter Pemimpin [Bagian 3]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Para pakar lain telah menggaris bawahi enam sifat kebajikan utama, yakni bijak (wisdom), keadilan (justice), kemanusiaan, ketenangan, transendensi dan keberanian yang ditentukan berdasarkan pertimbangan yang luas dan perilaku empirik para pemimpin yang teridentifikasi. Sementara dalam kepemimpinan bisnis terdapat lima sifat kebajikan yang dianggap penting, yakni kolaborasi, semangat, kerendahan hati, integritas dan akuntabilitas. Dengan demikian, kita dapat membayangkan apa yang bakal terjadi ketika para pemimpin bisnis kurang memiliki kebajikan, dan hal ini dapat berdampak cukup jelas pada orang lain dan organisasi. Tanpa kerendahan hati para pemimpin tidak mungkin berpikiran terbuka, termasuk bersedia meminta dan mempertimbangkan pandangan orang lain. Pendeknya, mereka kurang bersedia untuk belajar dari orang lain. Dengan sendirinya, mereka
menjadi tidak mampu merefleksikan secara kritis kegagalan mereka untuk menjadi pemimpin yang lebih baik sebagai hasil dari refleksi tersebut. Begitu pula, tanpa integritas para pemimpin tidak mungkin mampu membangun hubungan yang baik dengan para pengikut, atasan, sekutu atau mitra mereka. Setiap janji atau komitmen perlu dijamin dan ketidakpercayaan dapat mempengaruhi suatu keputusan dan tindakan.
Tanpa kolaborasi para pemimpin dapat terancam gagal untuk mencapai sejumlah tujuan berharga yang tidak mungkin dicapai oleh usaha dan keterampilan individual semata. Mereka akan menemui kesulitan dalam menggunakan keragaman pengetahuan, pengalaman, persepsi, penilaian dan kemampuan orang lain untuk membuat keputusan dan eksekusi yang lebih baik. Tanpa rasa keadilan, para pemimpin tidak dapat memahami isu-isu ketimpangan sosial dan tantangan yang berkaitan dengan desakan keadilan. Para pemimpin yang bertindak dengan cara tidak adil dapat menuai konsekuensi negatif, seperti memburuknya hubungan dengan para pekerja, atau akan mendapatkan reaksi negatif dari para pelanggan, pemerintah dan pihak regulator. Bahkan pada kutub yang ekstrim, sejumlah orang akan memberontak dan menemukan cara untuk melemahkan para pemimpin demikian. Tanpa Keberanian para pemimpin tidak mungkin bersikukuh untuk menentang keputusan orang lain yang keliru, dan tidak mungkin mampu bekerja dengan tekun dan ulet yang dibutuhkan untuk mengatasi isu-isu yang sulit dan kritikal. Sebaliknya, mereka akan mundur dalam menghadapi kesulitan dan cenderung memilih rute yang mudah.
Tanpa ketenangan para pemimpin dapat tergelincir pada pengambilan risiko yang kurang diperhitungkan. Mereka menjadi terburu-buru dalam melakukan penilaian, gagal mengumpulkan fakta-fakta yang relevan, tidak proporsional, bahkan membuat suatu perubahan yang destruktif dan tidak cermat dalam membuat suatu keputusan penting. Dalam hal ini, kredibilitas mereka adalah taruhannya. Tanpa akuntabilitas para pemimpin dianggap tidak memiliki komitmen dan akan sulit mendapatkan dukungan dari orang lain. Sebaliknya, mereka acapkali akan menyalahkan orang lain atas hasil yang tidak memuaskan, dan pada gilirannya dapat menciptakan budaya ketakutan dan ketertekanan. Tentu saja, ketika semua orang sudah tidak peduli, maka potensi bencana akan tiba.
Tanpa rasa kemanusiaan para pemimpin tidak mungkin berhubungan baik dengan orang lain, terutama melihat situasi dari perspektif para pengikut, termasuk memperhitungkan dampak dari keputusan mereka terhadap orang lain. Tanpa rasa kemanusiaan para pemimpin tidak mungkin dapat bertindak dengan cara yang bertanggung jawab secara sosial, sehingga pada gilirannya mereka menjadi terasing.
Tanpa transendensi, para pemimpin menjadi berpandangan sempit, sehingga mereka gagal meningkatkan kualitas diskusi untuk tujuan yang lebih tinggi. Mereka kurang mampu menangkap gambaran yang lebih besar dan karenanya keputusan mereka hanya mencerminkan oportunisme mereka saja. Dengan kata lain, mereka kurang mampu berpikir di luar kotak, apalagi mendorong orang lain untuk berfikir demikian.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close