People Innovation Excellence

Mengokohkan Budaya dan Etika Bisnis [Bagian 1]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Keragaman budaya yang berbeda dapat mempengaruhi cara pandang para pekerja dalam keterlibatan mereka menjalankan roda bisnis. Misalnya saja cara pandang mereka terhadap waktu, sebagian dari mereka ada yang lebih menekankan pada masa lalu, sebagian lagi lebih menekankan pada saat ini, dan sebagian lagi lebih menekankan pada masa depan. Orientasi waktu dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap sikap para pekerja tentang makna kerja dan bisnis (kerja manusia dan kerja modal). Jika dalam bisnis kita mempekerjakan sejumlah orang dari latar belakang budaya yang berbeda, maka kita perlu memahami berbagai perbedaan tersebut dan bagaimana dampaknya terhadap bisnis kita. Para pekerja yang memiliki orientasi budaya ke masa depan dapat menghargai arti pengorbanan kesenangan dan kepuasan jangka pendek untuk mendukung kesuksesan dan kemakmuran pada jangka panjang. Berdasarkan sejumlah temuan, bahwa para manajer menengah di Singapura adalah mereka yang paling berorientasi ke masa depan di dunia, yang diikuti oleh Rusia. Suatu budaya juga dapat dianggap berorientasi ke masa depan jika para anggota budayanya cenderung menghargai pemikiran kreatif dan ide-ide baru, dan percaya bahwa masa depan dapat dikendalikan atau dipengaruhi oleh keputusan saat ini. Dalam pengertian ini, para manajer di Amerika Serikat adalah mereka yang dianggap memiliki budaya yang berorientasi ke masa depan yang paling menonjol. Dengan demikian, sikap para pekerja tentang waktu dapat berdampak pada aktivitas bisnis kita, baik secara positif maupun negatif. Taruhlah jika kita memiliki para pekerja dengan latar belakang budaya yang berorientasi pada masa lalu, maka kemungkinan mereka akan mengalami kesulitan untuk memenuhi tenggat waktu atau menemui masalah untuk perencanaan jangka panjang ke depan. Mungkin karena di benak mereka dipengaruhi oleh cara-cara lama dalam melakukan sesuatu sebagai cara terbaik, sehingga menolak suatu kebijakan atau perubahan prosedur apapun.
Sebaliknya pada masyarakat yang berorientasi pada masa depan – ternyata produk domestik bruto perkapita mereka juga lebih tinggi – mereka adalah para pekerja yang lebih kompetitif, lebih percaya diri dan lebih optimis. Suatu budaya yang berorientasi ke masa depan agaknya lebih memiliki keuntungan bagi dunia bisnis, namun hal ini tidak berarti bahwa kita dapat menginstruksikan begitu saja kepada para pekerja kita agar segera dapat mengadopsi budaya yang berorientasi ke masa depan. Para pekerja dengan latar belakang budaya yang berorientasi pada masa lalu dan masa kini, perlu diajarkan bagaimana mendekati pekerjaan dengan cara yang berorientasi ke masa depan. Jika kita memiliki para pekerja yang berorientasi ke masa lalu yang cenderung menolak perubahan, maka kita bisa memintanya untuk mencoba kebijakan
baru dengan jangka waktu yang telah ditentukan, dan kemudian membandingkan hasilnya dengan hasil yang pernah dicapai oleh suatu kebijakan di masa lalu. Begitu pula, jika kita memiliki para pekerja yang menolak melakukan perencanaan masa depan karena merasakan adanya ketidakpastian, maka kita dapat menetapkan tujuan tim dengan tenggat waktu jangka pendek terlebih dahulu, misalnya tiga sampai enam bulan. Jika kita mampu menunjukkan terhadap anggota tim kerja bahwa bekerja dengan menggunakan perencanaan itu menguntungkan, maka mereka akan tertarik untuk menggunakan perencanaan jangka panjang dalam bekerja, sehingga mereka bersedia mengubah pola pikir mereka tentang pendekatan waktu (time management). Agar para pekerja terdorong untuk bekerja dengan mengunakan orientasi budaya ke masa depan atau berorientasi kepada tujuan, maka kita harus pandai mengenali kebutuhan para pekerja kita supaya dapat memotivasinya dengan efektif, baik melalui pendekatan tugas maupun pendekatan melalui hubungan antar manusia.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close