People Innovation Excellence

Mengokohkan Budaya dan Etika Bisnis [Bagian 3]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Begitu pula halnya jika terlalu fokus pada produksi tanpa memperhatikan proses perbaikan dapat menghambat organisasi untuk meningkatkan operasinya. Sebagai contoh, jika bisnis kita mengalami penurunan penjualan – sebagai akibat kesalahan produk dan tingkat kepuasan pelanggan yang rendah – mungkin serta merta kita akan menyalahkan para pekerja agar mereka bekerja dengan lebih lama dan lebih keras lagi. Dalam kaitan tersebut kita berasumsi bahwa para pekerja adalah penyebab masalah. Dengan jenis pemikiran jangka pendek seperti demikian, mungkin kita gagal dalam mengenali kesempatan untuk mencari peluang bisnis baru. Kepemimpinan yang berorientasi pada tugas mungkin akan lebih baik dalam keadaan krisis, namun mungkin cenderung goyah untuk menempuh tujuan jangka panjang.
Biasanya untuk mempertahankan tingkat produktivitas yang tinggi, maka kita akan menjaga ritme tugas para pekerja agar tetap fokus pada tugas pekerjaannya. Namun, jika para pekerja secara eksklusif terlalu fokus pada tugas mereka sendiri, maka mereka menjadi kurang mempelajari tentang peran orang lain atau seluruh alur kerja. Oleh karena itu, jika seorang pekerja – dengan berbagai sebab dan alasan – tidak hadir bekerja untuk jangka waktu tertentu, maka proses pekerjaan menjadi terganggu dan
tidak mengalir dengan lancar. Kepemimpinan yang berorientasi pada tugas terkait erat dengan gaya otokratis, yaitu kepemimpinan yang memberi penekanan kuat pada penyelesaian tugas dan tenggat waktu. Para manajer yang menggunakan gaya ini cenderung untuk mengembangkan kerja terstruktur dengan jadwal, tugas dan target waktu yang jelas dan ketat. Mereka biasanya pandai menindaklanjuti tugas untuk mengukur kemajuan. Kepemimpinan yang berorientasi pada tugas akan berfungsi lebih baik terutama pada lingkungan dimana tanggung jawab pekerjaan lebih mudah didefinisikan dan dapat diprediksi. Tentu saja, para pemimpin yang berorientasi pada tugas mampu mempertahankan standar yang tinggi untuk kinerja. Mereka mengharapkan para pekerja untuk memberikan hasil yang diinginkan dalam waktu yang ditentukan. Dengan mengendarai penekanan tugas yang tinggi, mereka biasanya hanya sedikit memberi ruang pada para pekerja untuk chatting atau bermain-main di sela waktu jeda. Dalam lingkungan tertentu cara ini dapat meningkatkan produktivitas. Para pekerja yang membutuhkan struktur dan manajemen waktu, cenderung berfungsi lebih baik ketika disediakan pedoman yang ditetapkan sebelumnya untuk mereka.
Kelemahan utama dari budaya kerja yang berorientasi pada tugas secara berlebihan adalah terbentuknya budaya kerja dengan moral yang rendah. Para pekerja biasanya merasa dirinya kecil dan tertindas dalam lingkungan yang berorientasi pada tugas. Secara kolektif, para pekerja akan mulai berbagi perasaan negatif berkenaan dengan atasan mereka, dan secara personal mereka tidak percaya dan tidak peduli terhadap atasan mereka. Oleh karena itu, tantangan terbesar bagi para pemimpin jenis ini adalah memberikan perhatian yang tulus terhadap nasib para pekerjanya. Sebaliknya, tingkat moral kerja yang rendah akan berkontribusi pada “turn-over” para pekerja yang tinggi.
Budaya yang berorientasi pada tugas juga dapat menghambat kreativitas para pekerja. Artinya, mereka yang terbiasa memiliki tugas dan tanggung jawab yang baku kurang tertantang untuk melakukan terobosan pemikiran kreatif dan fleksibel. Hal ini juga dapat membatasi mereka dalam mengekspresikan kepribadiannya untuk memberikan pelayanan terhadap para pelanggan mereka. Dengan demikian, sadar atau tidak, mungkin sejumlah aspek dari gaya kepemimpinan kita kurang berjalan efektif. Para manajer mungkin kurang menyisihkan waktu untuk mempelajari kekuatan dan kelemahan para pekerja karena kesibukannya. Para pemimpin yang terbiasa dengan gaya otoriter mungkin kurang memiliki kepekaan untuk mendengarkan kebutuhan atau keluhan para pekerja mereka. Sebaliknya para pemimpin yang terlalu demokrat mungkin kurang menawarkan arah yang kuat bagi tim kerjanya sendiri. Kuncinya adalah bagaimana menemukan kelemahan diri sendiri dan memilih cara yang tepat untuk mengubah diri menjadi pemimpin yang lebih utuh dan efektif.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close