People Innovation Excellence

Mengokohkan Budaya dan Etika Bisnis [Bagian 5]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Tentu saja kepemimpinan etik bukan hanya ditujukan untuk mendapatkan perhatian atau simpati masyarakat. Namun etika juga perlu ditumbuhkan untuk membangun karakter organisasi melalui penerapan etika bisnis yang dapat menembus pada semua tingkatan organisasi, mulai dari tingkat atas organisasi sampai ke tingkat bawah. Misalnya, kita tidak bisa memperlakukan para pekerja dengan buruk ketika mencoba untuk memperlakukan pelanggan dengan baik. Artinya, konsistensi tindakan etis terhadap para pekerja akan diterjemahkan ke dalam interaksi positif dengan para pelanggan. Hal tersebut dapat memberikan keunggulan kompetitif, karena kita dapat membangun basis pelanggan yang menghargai etika yang kita bangun dalam memasarkan suatu produk.
Keharusan untuk menciptakan keuntungan adakalanya dianggap bertentangan dengan keinginan untuk menciptakan organisasi bisnis dengan landasan etika, padahal strategi kepemimpinan etik dapat menopang prinsip-prinsip bisnis yang sehat. Kita dapat memperoleh keunggulan kompetitif dengan tampil menjadi lebih etik, dan sebaliknya jika kita menyembunyikan praktik bisnis yang tidak etik, maka kita akan terus hidup dalam situasi berbahaya, yaitu ketika hal yang kita sembunyikan tersebut terungkap, maka organisasi kita akan dipermalukan dan reputasinya dapat merosot tajam. Para pemimpin etik biasanya akan melibatkan para pekerja terkemuka untuk
membangun hubungan yang baik berdasarkan rasa hormat dan kepercayaan. Para pemimpin yang efektif pada dasarnya percaya bahwa bertindak dengan penuh integritas, kejujuran, keadilan, pemerataan, dan kasih sayang dapat menciptakan keberhasilan berkelanjutan. Para pemimpin etik juga mengakui bahwa kepemimpinan melalui suri tauladan, dapat menciptakan lingkungan yang mendorong produktivitas, dan bahkan pada gilirannya dapat terhindar dari gangguan skandal dan korupsi. Ketika para pekerja saling percaya, maka mereka lebih bisa fokus pada menyelesaikan pekerjaan dengan baik.
Kepemimpinan etik juga dapat menciptakan dan memelihara lingkungan kerja yang aman bagi tenaga kerja. Semua pekerja diperlakukan dengan bermartabat dan hormat, terlepas dari tingkatan mereka dalam hirarki organisasi. Kepemimpinan etik dapat memungkinkan kesempatan yang adil dan setara dalam melakukan suatu rotasi dan promosi, dengan mengindahkan peraturan, menolak diskriminasi etnik, jenis kelamin (gender) atau usia. Kepemimpinan etik juga menyediakan dukungan kesehatan fisik dan mental serta membantu para pekerja untuk menjaga keseimbangan hidup dan kerja yang sehat. Hal ini dapat menciptakan etos kerja menjadi suatu yang bermakna dan mendorong para pekerja untuk mengejar pelatihan dan pengembangan yang membuka kesempatan untuk maju dalam karir mereka.
Akuntabilitas merupakan fitur kunci dari praktik manajerial yang baik. Jika anggota dewan direksi atau manajer tidak bertanggung jawab atas tindakan atau hasil kerja mereka yang kurang memuaskan, maka mereka juga dapat dikenakan sangsi pengurangan insentif agar mereka dapat memperbaiki perilaku etik dan produktivitas mereka. Suatu transparansi dapat meningkatkan akuntabilitas. Peran masing-masing orang harus tertulis dengan gamblang dan jelas, dan proses pengambilan keputusan perlu diketahui publik. Dokumen catatan yang digunakan untuk membuat keputusan bisnis, dapat memainkan peran kunci dalam kebanyakan bisnis. Pencatatan yang tepat sangat penting untuk perilaku bisnis yang etik. Jika para manajer bisnis tidak bersedia menjelaskan bagaimana mereka membuat suatu keputusan, artinya mereka tengah mendemonstrasikan membuat suatu keputusan yang kurang baik. Dengan demikian, bahwa semua kebijakan dan prosedur resmi yang dikeluarkan oleh otoritas pembuat kebijakan perlu dibuat dalam bentuk tertulis. Menyimpan salinan dari dokumen pertemuan bisnis adalah serupa dengan terselenggaranya kesaksian dan barang bukti dalam suatu sidang pengadilan. Sebaliknya, adanya penilaian subjektif dan pengambilan keputusan yang bersifat ad hoc dapat menyebabkan praktik bisnis yang tidak konsisten dan bahkan diskriminatif. Struktur organisasional bisnis kita harus memiliki kebijakan dan prosedur yang spesifik dan mampu menguraikan proses pengambilan keputusan, maka setiap adanya kebijakan baru harus disetujui secara tertulis. Ketika suatu kebijakan dituangkan dalam bentuk ditulis, maka lebih mungkin untuk diikuti. Suatu kebijakan yang jelas sangat penting untuk mengatasi isu-isu mengenai diskriminasi, perekrutan, promosi dan PHK, suatu area dimana kebijakan bisnis mudah digugat.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close