People Innovation Excellence

Mengokohkan Budaya dan Etika Bisnis [Bagian 6/ Selesai]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Suatu tekanan ekonomi dan gangguan tekanan lainnya berisiko berkurangnya kepatuhan terhadap kebijakan etika bisnis. Dengan demikian, para eksekutif harus memimpin dengan contoh dan mempertahankan standar yang tinggi dalam berperilaku etik. Membangun reputasi yang solid berdasarkan integritas dapat memungkinkan organisasi bisnis untuk mempertahankan pelanggan setianya saat ini, dan sekaligus membangun kemitraan bisnis yang efektif untuk mencapai tujuan strategik. Integritas bisnis berarti membuat keputusan yang tepat ketika dihadapkan dengan pilihan yang sulit. Sebagai pelaku bisnis, para pelanggan kita memiliki harapan yang tinggi terhadap perilaku organisasi kita. Jika salah seorang dari pekerja kita melakukan suatu pelanggaran etika saat mewakili bisnis kita, maka permintaan maaf dan melakukan koreksi secepatnya dapat berdampak positif pada standar etika yang ingin kita tegakkan. Dengan demikian, kita perlu menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita memiliki sikap yang jelas terhadap setiap tindakan yang dianggap merugikan masyarakat atau para pelanggan. Mengecam tindakan merugikan setelah perbuatan itu terjadi, tanpa didukung oleh suatu kebijakan tertulis sebelumnya, justeru dapat mengundang penilaian bahwa kita adalah seorang oportunis yang sedang berkelit untuk melindungi reputasi bisnisnya.
Last but not least, semua pihak perlu mengetahui di mana kita berdiri ketika berbagai tempaan isu, krisis dan gejolak menerpa organisasi bisnis kita. Keteguhan kita dalam memegang prinsip-prinsip etikal secara konsisten dan berkesinambungan akan menentukan keberhasilan organisasi bisnis kita dimasa depan. Sebagaimana pendapat James Mitchell dari Pusat Kajian Etika dan Budaya Bisnis yang menyatakan bahwa kepemimpinan etik merupakan salah satu faktor utama yang memberikan keunggulan kompetitif. Viva kokohnya budaya dan etika bisnis kita di tahun 2015!


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close