People Innovation Excellence

Paradigma Baru Kepemimpinan [Bagian 3]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Dengan demikian, kepemimpinan yang kuat dan efektif dapat melibatkan kombinasi dari ketiga jenis kemampuan kepemimpinan dengan derajat yang berbeda tergantung dari kondisi dan situasi yang tengah dihadapi, dimana seorang pemimpin senantiasa akan dihadapkan pada ‘ruang masalah’ dari suatu sistem. Keterampilan relasional perlu dilakukan dengan tujuan untuk memahami, memotivasi dan berkomunikasi dengan para pekerja. Para pemimpin diharapkan mampu memahami dunia atau ruang persepsi orang lain, sehingga para pekerja pun dapat mengenali masalah dan tujuan organisasi dan memahami ruang masalah di tempat mereka bekerja.
Tentu saja secara khusus para pemimpin perlu memiliki keterampilan berpikir strategik yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Pemikiran strategik tersebut melibatkan kemampuan untuk mengidentifikasi keadaan yang relevan dan diinginkan, menilai keadaan awal dan kemudian mengembangkan dan menavigasi jalan yang tepat – termasuk melalui suatu fase transisi – untuk mencapai keadaan yang diinginkan. Sebuah elemen kunci dari pemikiran strategik yang efektif adalah menentukan para operator dan proses operasi yang paling efisien dan efektif guna memindahkan keadaan saat ini ke arah keadaan yang diinginkan. Sementara keterampilan berpikir sistemik bagi para pemimpin berguna untuk mengidentifikasi dan memahami ruang masalah yang dihadapi para pemimpin. Berpikir sistemik merupakan akar dari pemecahan masalah yang efektif dan kemampuan untuk menciptakan tim fungsional. Kemampuan untuk berpikir secara sistemik dengan cara yang praktis dan konkrit merupakan ciri yang
paling definitif dari kematangan dalam memimpin. Singkatnya, keterampilan kepemimpinan yang efektif melibatkan penguasaan semua elemen keterampilan yang berbeda yang dapat membentuk situasi kepemimpinan tertentu, termasuk:
1. Penguasaan diri (Mastery of Self)
 Matang atau Seimbang (balance)
 Selaras atau harmonis (congruence)
 Sadar (awareness)
2. Penguasaan dalam melakukan hubungan (Mastery of Relationship)
 Berpandangan luas (multiple perspective)
 Cara berpikir (thinking styles)
 Niat positif (positive intention)
3. Penguasaan berkomunikasi (Mastery of Communication)
 Verbal dan non-verbal
 Saluran yang representatif (representative channels)
 Pesan meta (meta messages)
4. Penguasaan akan ruang masalah (Mastery of Problem space)
 Cermat (thoroughness)
 Relevan (relevance)
 Daya ingat (chunking)
“Menciptakan suatu dunia yang membuat orang tertarik ingin bergabung” perlu melibatkan berbagai tingkat perubahan dan pengaruh. Bahkan perlu melibatkan perpaduan dari “gestalt” kepemimpinan ‘meta’, ‘makro’ dan ‘mikro’ dimana seorang individu atau organisasi tengah berusaha untuk mempengaruhi pihak lain.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close