People Innovation Excellence

Paradigma Baru Kepemimpinan [Bagian 5]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Identitas dapat melibatkan peran, misi dan/ atau kesadaran diri seseorang. Memang identitas agak sulit untuk didefinisikan dengan tepat, dikarenakan hal
tersebut lebih bersifat abstrak dibanding keyakinan, yaitu berupa kompleksitas hubungan dengan sejumlah informasi terdalam, hubungan dengan hal yang telah dipelajari, dan komitmen untuk memasukkan hal tersebut ke dalam tindakan. Dengan demikian, identitas terutama memiliki kaitan dengan visi-misi.
Suatu spirit berkaitan dengan sistem yang lebih besar yang berpengaruh pada kelompok atau organisasi. Spirit juga berkaitan dengan persepsi kita yang dipengaruhi sistem yang lebih besar dan meliputi sekitar kita. Hal ini akan menentukan visi-misi keseluruhan atau tujuan di balik tindakan individu atau organisatoris.
Setiap tingkatan kepemimpinan akan melibatkan berbagai jenis proses dan interaksi yang terintegrasi dan beroperasi melalui informasi dari tingkatatan yang paling bawah. Dengan cara ini mereka akan membentuk “sarang jaringan”, yang prosesnya terkonfigurasikan kedalam diagram berikut ini.
Kepemimpinan yang kuat dan efektif jelas melibatkan penanganan masalah di semua tingkatan kepeminpinan ini, baik ke dalam diri sendiri, ke pihak orang lain, dan ke arah sistem atau tujuan. Kepemimpinan mikro terutama membahas masalah-masalah di tingkat lingkungan, perilaku dan kapabilitas, yakni: tentang dimana, kapan, apa, dan bagaimana. Sedangkan kepemimpinan makro berfokus pada isu-isu di tingkat keyakinan, nilai-nilai, peran dan identitas: yaitu siapa dan mengapa yang berada dibalik dimana, kapan, apa, dan bagaimana. Kepemimpinan meta merupakan ‘roh’ atau identitas, yakni tentang siapa saja yang membentuk visi, misi dan tujuan di balik semua tingkatan dari kepemimpinan.
Kebanyakan orang ketika mendengar kata “pemimpin atau kepemimpinan” cenderung untuk membayangkan tentang orang-orang yang berada pada posisi puncak kekuasaan dengan otoritas penuh, bukan tentang manajer, supervisor atau
anggota tim kerja lain yang membentuk organisasi. Maka tengoklah ke setiap sudut ruangan tempat para manajer bekerja, dan tanyakan pada mereka seberapa banyak dari mereka adalah pemimpin, maka kita akan menemukan bahwa sebagian besar dari mereka tidak melihat diri mereka sendiri sebagai pemimpin. Pertanyaannya kemudian, bagaimana mungkin seseorang dapat mengelola sejumlah orang lain berikut pekerjaan mereka tanpa adanya kepemimpinan? Sebagian para nabi, imam dan raja-raja telah lama menjadi simbol, perwakilan dan model kepemimpinan bagi generasi dan zamannya. Sementara di era moderen, para atlet, musisi, aktor, pengusaha dan guru telah menggantikan otoritas raja-raja di masa lalu.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close