People Innovation Excellence

Paradigma Baru Kepemimpinan [Bagian 6]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Begitu pula halnya, kepemimpinan sering dianggap juga sebagai sesuatu yang elit, dikultuskan, hak previlege dan diperuntukkan bagi segelintir orang tingkat atas yang memiliki kekuasaan absolut yang terkonsentrasi hanya pada satu genggaman tangan. Mereka cenderung mendominasi organisasi atau kelompok yang dipimpinnya – paling tidak selama mereka belum digulingkan – melalui penggunaan metode otoritas kuno, dominasi, komando, rejim, dan pengendalian terpusat. Gaya kepemimpinan demikian akan mengarah pada struktur organisasi represif yang memaksakan kepatuhan, konvensi, kemapanan dan cara-cara lama dalam melakukan sesuatu. Sebaliknya, suatu perubahan akan dipandang sebagai ancaman – meskipun secara verbal mereka menyatakan bahwa perubahan diperlukan – sementara ide-ide dan cara baru akan berhadapan langsung dengan resistensi dan permusuhan.
Konsentrasi kekuasaan hanya pada “segelintir elit” mungkin telah sukses bekerja di masa lalu, dimana sejumlah prinsip kepemimpinan otoriter tetap tidak berubah untuk jangka waktu yang lama. Namun pada dunia hari ini, tengah terjadi laju percepatan perubahan eksponensial dimana globalisasi menjadi isu utamanya. Hal ini telah terjadi dan kita semakin terhubung baik dengan negara-negara tetangga atau negara lain diseluruh penjuru planet bumi ini, lebih dekat daripada sebelumnya. Ditandai oleh aliran dana atau modal secara bebas, ide, informasi, teknologi, barang dan jasa, dalam suasana yang penuh persaingan. Tentu saja, dunia baru ini memerlukan gaya kepemimpinan baru pula yang sangat berbeda dari formula “success story” yang telah bekerja dengan baik pada masa lalu. Bagi para pendahulu yang mengalami peralihan zaman ini, tentu sangat sulit melepaskan kisah sukses di masa lalu tersebut. Namun, bagaimanapun mereka harus bertahan hidup, bahkan berjuang untuk melanjutkan keberhasilannya di masa depan.
Model kepemimpinan tradisional dipertahankan guna menjaga kekuasaan dan memperkuat “posisi” untuk kemudian melindungi posisi tersebut selama mungkin. Pikiran dibalik pandangan tersebut adalah anggapan bahwa kekuasaan berasal dari posisi yang tidak dapat dibagi. Dengan demikian seorang pemimpin dapat memangku tampuk kekuasaan seumur hidup, dengan meningkatkan dan mengembangkan basis kekuatan mereka, dan bagi mereka tidak mudah untuk memberdayakan orang lain pada organisasinya. Tentu mereka pun akan berbicara bahasa pemberdayaan – namun ketika bahasa tersebut diartikan sebagai berbagi dalam pengambilan keputusan – maka kata tersebut menjadi tidak mudah untuk diterjemahkan kedalam aktualitas.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close