People Innovation Excellence

Paradigma Baru Kepemimpinan [Bagian 7/Selesai]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Jenis kekuasaan demikian dikenal dengan istilah “power posisi”, suatu kekuasaan yang berasal dari kekuasaan formal dengan hak untuk memberikan perintah atau komando. Konsekuensinya suatu keberhasilan hanya bisa dicapai dengan otokrasi, pemaksaan dan penggunaan mekanisme hukuman dan ganjaran secara ekstensif. Power posisi dapat berjalan efektif dalam struktur organisasi dengan hirarki formal, namun ketika power posisi tersebut ingin menanamkan pengaruhnya terhadap jaringan organisasi, divisi atau departemen lainnya, termasuk juga terhadap para pemasok, para pelanggan, mitra kerja dan tim kerja proyek, maka kepemimpinan dengan menggunakan gaya tersebut berjalan kurang efektif. Karena dalam organisasi dengan hirarki formal, para pekerja tidak punya pilihan lain selain melakukan apa yang diperintah atau ditugaskan secara formal. Namun dengan meningkatnya permintaan dan persaingan bisnis maka kepemimpinan otokratik menjadi kurang efektif, atau bahkan “kontraproduktif”.
Dewasa ini keberhasilan ekonomi tidak lagi bergantung pada sumber daya alam dan keunggulan manufaktur. Di abad sains dan teknologi ini, suatu keberhasilan akan lebih ditentukan oleh kemampuan organisasi untuk merekrut, memobilisasi, dan mempertahankan bakat atau talenta pekerja. Setiap manusia memiliki bakat kreatif-inovatif dan kompetitif, tergantung kecerdikan dari para pemimpin organisasi untuk memupuk bakat tersebut. Memimpin tim kerja dengan bakat kreatif sangat berbeda dengan memimpin alur operasi pada suatu pabrik, dimana para pekerja melakukan tugas atau pelayanan yang sama secara berulang-ulang. Cara kerja fungsional formal dengan sejumlah perintah baku akan sulit memicu kreativitas! Dapat kita bayangkan bagaimana mungkin kita dapat memerintah Mozart atau Picasso untuk melukis gambar tertentu pada kanvasnya berdasarkan perintah atasan?
Masih banyak para pemimpin saat ini yang masih gemar dan percaya untuk menggunakan gaya kepemimpinan model lama. Bahkan sebagian masyarakat masih merindukan kembalinya kepemimpinan “ala militer” yang “tegas” – untuk tidak mengatakan otoriter – kembali diterapkan dalam memimpin organisasi. Hal ini hampir mirip dengan seorang narapidana yang terlalu lama dan terlanjur betah di ruang tahanan, menjadi bingung dan bimbang ketika harus menghirup udara kebebasan, sehingga mereka akhirnya merasa bahwa hidup dalam sel lebih memberi suatu kepastian. Model kepemimpinan baru dewasa ini lebih melibatkan kemitraan, kerjasama dan tim kerja. Tentu, hal ini tidak berarti bahwa harus meninggalkan power posisi sama sekali, namun yang dimaksud adalah melengkapi, mengembangkan dan meningkatkan setiap individu dengan personal powernya untuk bekerja sama dengan agenda bersama dalam suatu kemitraan.
Perbedaan yang paling signifikan antara “power posisi” dan “power personal” adalah, pada satu sisi legitimasi kekuasan diserahkan atau diberikan kepada seseorang, sedangkan pada sisi yang lain kekuasan atau pengaruh dikembangkan melalui pengembangan pribadi, dengan meningkatkan kemampuan para pekerja untuk berkomunikasi, mempengaruhi, dan mengilhami tindakan orang lain. Power personal diperlukan untuk bekerja pada suatu tim proyek dengan struktur organisasi
yang datar. Dalam hal ini, para pekerja memiliki pilihan bebas untuk memberikan apa yang diinginkan atau tidak. Para pekerja kreatif dan berbakat selalu memiliki pilihan bebas karena keterampilan mereka sangat dicari.
Berbeda dengan kaidah kepemimpinan otoriter, maka memberdayakan para pekerja dalam organisasi masa kini berarti juga kesediaan untuk berbagi kekuasaan. Justeru dengan prinsip berbagi, suatu kekuatan tim kerja atau organisasi malah bertambah. Dengan sendirinya semua pekerja akan memiliki kemampuan yang meningkat untuk mendapatkan masukan tentang apa yang harus dilakukan dan membuat sesuatu terjadi. Artinya dengan pemahaman demikian, akan membentuk suatu sistem dimana semua orang adalah pemimpin. Suatu organisasi yang terdiri dari para pemimpin yang kreatif dan berbakat dapat menciptakan suatu organisasi terkemuka. Dipenghujung tahun 2014 ini, suatu refleksi kreatif perlu dilakukan oleh para pemimpin negeri ini, baik para pemimpin dari sektor publik maupun sektor swasta, untuk menemukan formula terobosan kepemimpinan yang pas untuk menghadapi tantangan persaingan di awal tahun 2015. Selamat mengarungi bahtera dalam menyongsong tahun baru dengan berbagai kejutan yang mengiringinya. Viva kepemimpinan organisasional yang kuat dan efektif!


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close