People Innovation Excellence

Pengembangan Sistem Manajemen Tim [Bagian 5]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Namun sebaliknya, suatu tim kerja sering mengalami kesulitan dalam mengorganisir diri, karena situasi konflik dapat mendadak terjadi, dan pada gilirannya dapat menyebabkan kekacauan dan kegagalan. Cara tradisional untuk mencegah hal ini adalah melalui kendali kepemimpinan yang kuat, namun hal ini sering dianggap bertentangan dengan nilai-nilai kebebasan dan pemberdayaan yang biasanya menjadi ciri khas dari para pekerja berpengetahuan pada manajemen moderen. Namun jika suatu konflik dibiarkan, maka setiap anggota tim kerja akan bereaksi terhadap kendala organisasi tanpa merasa adanya kepemilikan terhadap output tim kerja. Hal tersebut dapat menyebabkan rendahnya tingkat motivasi dan komitmen, yang mengarah pada sikap apatis dengan kinerja yang rendah. Sebaliknya, jika anggota tim kerja telah belajar untuk memahami tentang nilai ‘perbedaan’ secara matang dan dewasa, maka fungsi kendali kepemimpinan dapat dilonggarkan dan suatu self-management dapat berlangsung. Untuk mencapai tingkat pemahaman dan kematangan demikian, dibutuhkan sejumlah pelatihan dan masukan yang cukup agar terbentuk suatu timkerja yang dapat menolong dirinya sendiri (self-management).
Oleh karena itu fungsi penghubung (linker) dalam lingkaran profil manajemen tim menjadi penting. Terdapat set keterampilan yang khusus berlaku secara individual, sekaligus juga terdapat set keterampilan kolektif yang perlu dimiliki oleh seluruh tim kerja. Dengan adanya fungsi penghubung dalam suatu tim kerja, maka kendali kepemimpinan bisa dikendorkan sementara
tingkat otonomi tim kerja dapat diperkuat. Terdapat enam keterampilan yang perlu dikembangkan agar mampu menjalankan fungsi penghubung dengan baik, yakni:
1. Menjadi pendengar yang aktif Dengarkan dengan baik ketika orang lain berbicara; Ajukan suatu pertanyaan daripada membuat pernyataan; Meringkas dengan baik apa yang dikatakan oleh anggota tim; Tidak mengganggu ketika orang lain berbicara; Perhatikan perasaan orang lain ketika membicarakan hal-hal yang penting; dan Memunculkan diskusi dua arah tentang isu-isu penting.
2. Cakap berkomunikasi Berkontribusi secara teratur dalam setiap diskusi pada pertemuan tim kerja; Berkomunikasi secara persuasif ketika berbicara; Berkomunikasi tertulis dengan efektif; Memfasilitasi diskusi kelompok; dan Mengubah gaya komunikasi agar sesuai dengan kebutuhan orang lain.
3. Memiliki hubunganyang baik dengan tim kerja Pastikan anggota tim kerja memahami bagaimana peran dan tanggung jawab mereka mempengaruhi satu dengan lainnya; Pastikan bahwa antara anggota tim satu dengan lainnya saling berkontribusi; Bersikap positif dalam mengatasi masalah konflik yang mungkin timbul di antara para anggota tim kerja; Mengembangkan tingkat kepercayaan yang tinggi dengan anggota tim; Mendorong hubungan saling menghormati; dan Mempromosikan loyalitas dan kebanggaan di antara sesama anggota tim kerja.
4. Memiliki kemampuan problem-solving dan konseling Bersedia untuk membahas masalah bersama-sama; Memenuhi komitmen; Responsif terhadap masalah orang lain; Mengumpulkan dan memverifikasi informasi sebelum membuat penilaian; Membantu anggota tim untuk meningkatkan kinerja; dan Pastikan bahwa semua orang merasa bebas berbagi tentang berbagai ganjalan yang masih ada di benak mereka.
5. Melakukan pengambilan keputusan partisipatif Berbagi masalah dan peluang dengan anggota tim lainnya; Mengajukan dan membahas perbedaan sudut pandang; Mendorong anggota tim kerja untuk mengekspresikan pendapat mereka dan berpartisipasi dalam diskusi; Melibatkan tim kerja dalam pengembangan solusi bagi masalah utama dan peluang; Mengorganisir pertemuan yang efektif sehingga anggota tim kerja dapat berkontribusi dalam pemecahan masalah; dan Meminta masukan dari anggota tim kerja tentang sejumlah hal yang mempengaruhi mereka.
6. Melakukan manajemen tatap-muka Mengkoordinasikan dan mengintegrasikan pekerjaan anggota tim kerja; Memastikan bahwa anggota tim kerja secara teratur berkumpul untuk meninjau seberapa baik tim bekerja; Mengkomunikasikan apa yang dibutuhkan tim kerja terhadap tim kerja lainnya agar tujuan tim kerja secara keseluruhan dapat tercapai; Menangani perselisihan antar tim kerja secara efektif; Mendorong anggota tim kerja untuk bekerja sama dengan tim kerja lainnya sehingga berdampak positif terhadap tim kerja secara keseluruhan; dan Mewakili tim kerja dengan baik ketika mengikuti rapat dan berdiskusi dengan tingkat manajemen senior.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close