People Innovation Excellence

Political Skill Dalam Organisasi [Bagian 3]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Politik dalam organisasi akan tercermin pada orang-orang yang saling berinteraksi dan membangun hubungan untuk menyelesaikan sesuatu tujuan. Politik dalam organisasi juga akan terekspresikan dalam perdebatan, siapa yang memenangkan perdebatan tersebut, dan siapa yang mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Boleh saja seseorang berkilah “bahwa saya tidak terlibat dalam permainan politik dalam bekerja” , namun sadar atau tidak, ia terlibat dalam hubungan dengan pihak lain, mencermati dinamika yang ada, bahkan membatasi dan menjaga interaksinya dengan pihak lain di luar zona kenyamanannya. Mungkin ia juga berhati-hati untuk tidak membuat riak gelombang persoalan yang tidak perlu, dan membatasi diri dengan siapa ia harus berurusan dan berbicara serta apa yang hendak ia capai sebenarnya. Seandainya hal demikian yang ia lakukan, maka percayalah bahwa sebenarnya iapun tengah terlibat praktik politik didalam pekerjaan atau organisasinya. Hanya saja apa yang ia lakukan adalah politik tingkat rendah, sehubungan dengan cara yang dilakukan kurang mendukung kepentingannya sendiri.
Bagi beberapa orang, keterampilan politik mungkin alami, atau bersifat intuitif. Bagi pihak lainnya lagi, praktik politik mungkin menimbulkan rasa tidak nyaman dan rasa enggan, sehingga membutuhkan usaha yang besar untuk ikut memainkannya. Dalam sejumlah kasus, keterampilan politik perlu dipraktekkan dan diasah agar dirasakan manfaatnya. Paling tidak terdapat tujuh keterampilan yang perlu diasah oleh para pemimpin atau manajer didalam organisasi, yakni:
 Mencari umpan balik. Kesadaran diri adalah langkah pertama untuk menjadi politikus yang cerdas. Dengan memahami kepribadian sendiri kita bisa mendapatkan gambar yang baik tentang perilaku kita, dan hal ini penting untuk merespon berbagai keadaan dengan modal kepribadian dan jati diri sendiri. Umpan balik dan evaluasi rutin perlu dilakukan pada saat sesi pembicaraan dengan atasan, rekan kerja, bawahan, para pelanggan dan pihak lainnya yang dapat mengukur seberapa baik kita mengembangkan keterampilan politik;
 Mempelajari lingkungan sendiri. Setiap organisasi memiliki iklim politik sendiri. Keterampilan politik perlu dimainkan dalam konteks yang spesifik khas yang terjadi di lingkungan organisasi kita. Untuk itu seorang politikus yang piawai perlu mengenali sistem formal dan informal dan batas-batas organisasi. Langkah berikutnya adalah mulai mencari tahu kapan dan bagaimana beroperasi dalam lingkungan tersebut;
 Belajar untuk mendengarkan. Para pendengar yang baik perlu membaca dan memahami situasi, dan sebagai seorang pemimpin yang terpenting adalah mengetahui dengan tepat bagaimana cara merespon terhadap situasi yang berkembang. Teknik mendengar aktif – seperti memperhatikan, menilai,
menjelaskan, meringkas dan berbagi – dapat dipelajari dan dipraktekkan. Yang tak kalah pentingnya adalah mampu memperhatikan isyarat nonverbal;
 Mampu mengaktivasi orang disekitar kita. Para pemimpin yang memiliki keterampilan politik akan mampu mendeteksi kebutuhan dan keinginan pihak lain melampaui kebutuhan dan keinginan mendesak mereka sendiri. Mereka mampu mempertimbangkan harapan dan situasi orang lain, dan segera dapat menentukan apa yang bisa diberikan kepada mereka? Mereka memahami betul bahwa mengedepankan kepentingan diri sendiri dapat berpengaruh negatif terhadap pihak lainnya. Karenanya diperlukan cara untuk mencari jalan kebaikan bersama;
 Mengaktifkan jaringan. Tidak ada salahnya para pemimpin menjadi pialang ide dan informasi. Mereka sanggup bekerja melintasi batas-batas organisasi dengan membawa pihak lain dari luar tim kerja mereka pada suatu pertemuan untuk dimintai ide-idenya;
 Mempelajari taktik mempengaruhi. Dalam hal ini pengaruh dapat ditanamkan melalui pembentukan citra yang dinginkan yang dapat diterima oleh logika, emosi dan menumbuhkan rasa kerjasama. Para influencers yang efektif mengetahui dengan tepat bagaimana memanfaatkan semua pendekatan yang dimilikinya; dan
 Mengikuti pelatihan yang relevan. Sejumlah pelatihan kepemimpinan dan team building dapat meningkatkan kemampuan para manajer untuk membangun dan memelihara hubungan, mengelola konflik dan cara bekerja sama.
Dengan demikian, keterampilan politik adalah tentang membangun kepercayaan, dan para pekerja atau para pengikut akan cenderung mengikuti para pemimpin yang memiliki kepercayaan diri dan disukai oleh mereka. Para pemimpin adalah mereka yang mampu menginspirasi tim kerja untuk bekerja menuju tujuan bersama. Seorang pemimpin dengan keterampilan politik yang baik bisa mendapatkan para pekerja yang bersedia untuk bekerja ekstra karena mereka telah yakin bahwa semua yang mereka lakukan adalah untuk kepentingan organisasi.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close