People Innovation Excellence

Budaya, Pendidikan dan Bisnis [Bagian 2]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Sebagaimana diketahui, ide dan gagasan filsafat pendidikan – baik tradisional maupun moderen – telah berkembang saling berdampingan bahkan bergabung antara satu dengan lainnya untuk menghasilkan pendidikan budaya tertinggi bagi peradaban manusia. Terdapat pendekatan dan nilai-nilai dari dua kutub filsafat pendidikan raksasa – yang oleh globalisasi menjadi saling berinteraksi – yaitu sistem pendidikan barat dan timur. Budaya dan tradisi masyarakat dari kedua kutub falsafah tersebut telah membentuk landasan filsafat pendidikan, yakni pendidikan bercorak barat dan/atau timur. Tentu saja sumber filsafat pendidikan barat berakar di Athena, Roma, agama Yahudi dan Kristianiti. Adapun filsafat timur berasal dari Islam, Konfusianisme, Taoisme dan Budhisme yang telah lama mempengaruhi sistem sosio-budaya kehidupan masyarakat, dan tentunya berdampak pada penciptaaan sistem pendidikan mereka. Dengan melihat pada filosifi atau pandangan hidup negara-negara barat dan timur, nampak bahwa kedua kutub tersebut memiliki perbedaan yang jelas dalam cara mereka mengembangkan dan membentuk individu dalam masyarakat, baik dalam hal keterampilan maupun sikap hidup. Dengan demikian, budaya yang berbeda akan memiliki latar belakang filsafat yang berbeda pula, dan menghasilkan cara yang berbeda dalam melakukan sesuatu, terutama dalam hal mendidik generasi penerus.Pendidikan ala barat lebih menekankan pada belajar aktif pada peserta didik mereka, sedangkan pendidikan ala timur lebih memilih belajar pasif. Dunia barat, sejak Yunani kuno, telah didorong oleh pemikiran rasional dari para filsuf seperti Aristoteles, Plato dan Socrates. Agak berbeda dengan pendidikan di dunia timur, pengetahuan biasanya diperoleh langsung dari ajaran agama mereka, seperti Islam, Budha, Konfusianisme, Taoisme dan Hindu (Chia Mun Onn, 2009). Dengan demikian dalam melaksanakan pendidikan di dunia timur, telah terjadi satu arah transmisi pengetahuan, dimana sistem kepercayaan telah mempersiapkan mereka untuk mengindahkan aturan dan/atau kaidah-kaidah kehidupan yang dianut oleh masyarakat secara luas. Mahasiswa atau siswa dengan latar belakang filosofi pendidikan barat telah muncul sebagai peserta didik aktif di ruang kelas, dimana proses belajar mengajar tidak berpusat pada tenaga pendidik atau guru, akan tetapi lebih berpusat pada siswa atau peserta didik aktif di kelas. Para mahasiswa
atau siswa didorong untuk aktif menyampaikan berbagai macam ide, yang memaksimalkan peran mereka sebagai mahasiswa atau siswa guna menciptakan proses kegiatan pembelajaran yang efektif (Joyce Lin, 2008). Mereka sangat didorong untuk berpikir dan menyuarakan pandangan mereka setiap kali terlibat dalam diskusi kelompok atau melaksanakan tugas yang mereka terima. Para mahasiswa atau siswa kemudian diminta untuk mempresentasikan gagasan mereka kepada seluruh peserta di dalam kelas. Cara demikian memungkinkan mereka untuk berpartisipasi – tidak hanya selama waktu di kelas –akan tetapi juga membantu mereka untuk secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran bahkan ketika berlangsung di luar kelas. Selain itu, para mahasiswa atau siswa juga telah diberikan kesempatan untuk mengekspresikan kemampuan dan bakat mereka dengan menganalisis dan memecahkan masalah sendiri. Melalui upaya tenaga pendidik, mereka diberi tugas terlebih dahulu, untuk melakukan penelitian sendiri, tentang topik-topik tertentu yang akan dibahas dalam pelajaran berikutnya. Dengan melakukan hal ini, setiap mahasiswa atau siswa diberi kesempatan untuk belajar dan mencari informasi yang relevan. Proses pemecahan masalah menjadi salah satu dasar untuk pengembangan mental kritis para mahasiswa atau siswa. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pengembangan pendidikan di dunia barat, termasuk keterampilan berpikir, memecahkan masalah dan komunikasi, telah terintegrasi dengan baik dengan akar filsafat barat itu sendiri. Di lain pihak, proses belajar mengajar melalui filosofi pendidikan timur lebih menekankan pada sumber utama dari pentingnya kehadiran seorang guru. Artinya, bahwa guru lah yang bertanggung jawab penuh terhadap efektivitas belajar di kelas, dengan mempersiapkan, merencanakan dan melaksanakan semua kegiatan bagi para mahasiswa atau para siswanya.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close