People Innovation Excellence

Budaya, Pendidikan dan Bisnis [Bagian 3]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Dalam pandangan filsafat pendidikan barat, peran mahasiswa dan siswa diakui, dengan memberi hak dan penghormatan atas status mereka dalam proses belajar mengajar itu sendiri. Mereka memiliki kebebasan dan hak untuk mengambil alih proses belajar oleh mereka sendiri, yaitu kesempatan dan kebebasan untuk mengelola proses belajar mereka sendiri. Oleh karena itu, guru akan berperan sebagai fasilitator ketimbang sebagai produsen dan/atau perantara jasa ilmu pengetahuan bagi anak didik selaku mahasiswa atau siswa. Para guru bertanggung jawab untuk membantu dan membimbing siswa dalam proses pembelajaran mereka, dan bukannya mengajari mereka apa yang harus dilakukan. Dengan cara ini, para mahasiswa atau siswa diberi kesempatan untuk mengendalikan proses belajar-mengajar mereka sendiri. Selain itu, perguruan tinggi atau sekolah-sekolah pada pendidikan barat juga mendukung dan mendorong para mahasiswa atau siswa mereka untuk melakukan manajemen diri dan mengontrol proses belajar-mengajar mereka sendiri. Dalam hal inilah para guru datang untuk memimpin dan membimbing para mahasiswa atau siswa mereka dengan memberikan pedoman dalam mengelola proses belajar-mengajar mereka. Dalam hal ini tenaga pendidik atau guru pada pendidikan ala barat telah berperan dalam
membimbing para mahasiswa atau siswa mereka untuk menemukan dan mengembangkan kemampuan dan potensi diri mereka sendiri.
Dibandingkan dengan pendidikan barat, maka filosofi pendidikan di timur lebih condong memegang konsep pengajaran. Yaitu para mahasiswa atau siswa menerima sepenuhnya ilmu pengetahuan dari guru mereka dalam ruang kelas, bahkan mereka menerima pengetahuan secara kaku karena mereka mempelajari ilmu pengetahuan secara lugas hanya dari guru. Oleh karena itu, tidak diragukan lagi bahwa seorang guru yang piawai akan sangat bekerja keras dalam memberikan ide-ide, mengajar dan memelihara hubungan baik dengan anak didik mereka (Gurney 2007).
Budidaya perspektif global terhadap keragaman dan multikulturalisme seyogyanya dimulai dengan pemahaman tentang nilai-nilai budaya, persepsi, perilaku, demografi, struktur sosial,dan praktik pengambilan keputusan di berbagai wilayah. Sejalan dengan hal ini, sejumlah pakar telah berteori tentang perbedaan budaya dalam bisnis global yang telah menghasilkan sejumlah pedoman nyata tentang pemahaman lintas budaya (Hofstede, 1980; Licht, 2004). Adanya perbedaan filosofi pendidikan barat dan timur, telah membentuk keragaman dalam cara orang berpikir, berbicara, bertindak, makan, bermain, hidup, dan bahkan mati sekalipun. Dengan demikian, jika perbedaan budaya ini diabaikan, maka dapat timbul sejumlah konsekuensi serius, misalnya rasa malu yang harus dipikul seseorang atas keputusan dan kebijakan bisnis yang keliru.
Dalam budaya Amerika Serikat misalnya, mereka percaya bahwa kebebasan individu adalah yang paling penting. Sementara bagi budaya masyarakat timur, seperti di Korea Selatan misalnya, bahwa kebebasan individu akan tunduk pada pranata keluarga, kelompok, organisasi dan masyarakat. Di dunia timur seorang individu sering tidak hanya mewakili diri mereka sendiri, melainkan mewakili kelompoknya juga. Begitu pula, ambisi mengejar agenda dan kekuasaan individual semata akan dianggap bertentangan dengan budaya berbasis Konfusianisme atau etika Korea pada budaya timur. Itulah sebabnya mengapa di Korea Selatan tidak banyak ditemui nama orang tertera dimana-mana, sementara di Amerika Serikat hampir segala kegiatan dan tempat dikaitkan dengan nama orang (Alford, 1988). Individualisme yang kuat telah tumbuh lama di Amerika Serikat sejalan dengan tumbuhnya ekonomi pasar bebas, dimana peran investor dan konsumen individual menempati posisi sentral. Individualisme ini telah mengembangkan paradigma peran pemegang saham dalam organisasi bisnis yang berbasis di Amerika Serikat.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close