People Innovation Excellence

Konsepsi dan Indikator Empirik Kewirausahaan [Bagian 3]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Suatu penghalang utama untuk mengukur kewirausahaan adalah kurangnya konsensus mengenai maknanya. Sebagai ekonom ternama, William Baumol telah
menulis, bahwa “kewirausahaan merupakan salah satu bidang yang paling menarik dan salah satu karakter yang paling sulit dipahami sebagai subjek dari analisis ekonomi” .Namun, jika kita tidak dapat menentukan definisi kewirausahaan, maka akan hampir mustahil untuk mengukurnya.
Terdapat sejumlah alasan mengapa para peneliti sulit mendefinisikan kewirausahaan. Pertama, belum ada kesepakatan apakah kewirausahaan merupakan karakteristik dari sejumlah orang, yang selama ini dikenal sebagai para “pemimpin industri”. Kedua, aktivitas kewirausahaan seringkali tumpang tindih dengan kegiatan atau aktivitas lainnya, katakanlah seperti aktivitas manajerial, sehingga sulit untuk mengisolasi tentang kapan dan di mana akativitas kewirausahaan tersebut benar-benar terjadi. Ketiga, kegiatan kewirausahaan dapat terjadi dalam berbagai bentuk organisasi, termasuk bisnis atau usaha kecil baru, divisi dalam organisasi bisnis, dan bahkan pada organisasi non-profit. Keempat, adanya ketidaksepakatan tentang apakah kewirausahaan perlu didefinisikan oleh karakteristik wirausahawan, seperti bagaimana mereka membuat keputusan, atau bagaimana mereka menciptakan peluang (Alvarez, 2005). Para peneliti telah mengkombinasikan faktor-faktor tersebut tanpa pemahaman yang jelas tentang kewirausahaan itu sendiri, sehingga sulit untuk mengembangkan ukuran yang komprehensif. Scott Shane dan S. Venkataraman telah menjelaskan, “agar ilmu sosial memiliki kegunaan, maka ilmu tersebut perlu memiliki kerangka kerja konseptual yang menjelaskan dan memprediksi serangkaian fenomena empirik yang tidak bisa dijelaskan atau diprediksi oleh kerangka kerja konseptual yang sudah ada di bidang lainnya”. Ironinya, sampai saat ini fenomena kewirausahaan memiliki kekurangan dalam hal kerangka konseptualnya. Selama ini terdapat tiga sekolah utama yang mengembangkan pemikiran kewirausahaan, yakni: 1) Tradisi Jerman, yang didasarkan, hampir secara eksklusif, pada karya Joseph Schumpeter; 2) Tradisi Chicago, yang didasarkan pada karya Frank Knight; dan 3) Tradisi Austria, yang didasarkan pada karya Israel Kirzner. Masing-masing sekolah ini menawarkan kerangka kerja konseptual yang relatif berbeda. Sementara tradisi pemikiran sekolah Jerman hampir seluruhnya didasarkan pada karya Joseph Schumpeter. Schumpeter melihat kewirausahaan sebagai proses menggabungkan sumber daya dengan cara baru yang berbeda untuk membawa ide-ide ke pasar. Dalam hal ini, para wirausahawan adalah inovator, yakni mereka yang meggugat status quo dengan mengganti ide bisnis yang sudah ada dengan ide, produk, atau proses baru. Proses ini berlangsung dinamik, dimana para wirausahawan membawa inovasi ke pasar, dengan mengganti produk, jasa, dan proses bisnis yang tidak lagi kompetitif, dan sekaligus mendorong bisnis yang sudah ada untuk menjadi lebih kompetitif. Untuk memahami konsep Schumpeter, maka penting untuk meninjau konsep perubahan ekonomi, dimana kewirausahaan menjadi salah satu sebab perubahan ekonomi. Selanjutnya Schumpeter berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi didasarkan pada proses evolusi kapitalisme, yakni: “berupa dorongan fundamental yang yang membuat mesin kapitalis bergerak oleh barang-barang konsumen baru, metode
produksi atau transportasi baru, pasar baru, bentuk-bentuk baru dari organisasi industri yang diciptakan oleh organisasi bisnis kapitalis”.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close