People Innovation Excellence

Konsepsi dan Indikator Empirik Kewirausahaan [Bagian 4]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Bahkan Schumpeter menjelaskan bahwa kapitalisme merupakan proses “destruksi kreatif” dimana struktur ekonomi masyarakat berubah dari dalam oleh lahirnya produk, proses, dan pasar baru yang menggantikan struktur lama. Proses perubahan ekonomi memerlukan apa yang disebutnya “respon adaptif” dan “tanggapan kreatif.” Respon adaptif adalah jenis perhitungan mekanik yang dapat menghasilkan peningkatan ukuran ekonomi. Sebagai contoh, jika populasi meningkat, maka para majikan akan merespon dengan mempekerjakan lebih banyak pekerja. Sementara ukuran keseluruhan ekonomi akan meningkat, namun ukuran ekonomi terhadap populasi akan relatif tidak berubah.
Suatu respon kreatif, adalah proses untuk melakukan hal yang luar biasa dimana seseorang menciptakan kombinasi yang unik dari sumber daya, seperti produk atau proses baru. Inisiatif para kreator yang membawa inovasi baru ke pasar sangat penting dalam rangka meningkatkan ukuran ekonomi relatif terhadap populasinya. Oleh karena itu Schumpeter telah melibatkan aspek kreativitas dalam menciptakan perubahan ekonomi kewirausahaan, dan telah mencatat bahwa “mekanisme perubahan ekonomi pada masyarakat kapitalis berporos pada aktivitas kewirausahaan”. Karakteristik penting dari definisi Schumpeter tentang kewirausahaan adalah bahwa hal tersebut merupakan suatu proses yang terdiri dari fungsi yang berbeda. Yang dimaksud dengan proses adalah membawa ide baru ke pasar, sedangkan yang dimaksud dengan fungsi adalah tindakan individu yang diambil untuk mencapai proses. Sementara dalam kenyataannya fungsi-fungsi tersebut sering tumpang tindih yang membawa implikasi pada rumusan konseptual yang berbeda.
Schumpeter telah mengidentifikasi lima jenis inovasi, atau suatu tanggapan kreatif yang membentuk fungsi kewirausahaan, yakni: 1) Pengenalan ide kualitas baru yang baik, yang saat ini tidak diketahui konsumen; 2) Pengenalan metode produksi atau proses operasi baru; 3) Membuka pasar baru yang belum ada sebelumnya, terlepas apakah pasar tersebut sudah ada sebelumnya di sejumlah wilayah lain; 4) Penemuan sumber bahan baku atau material baru atau input lainnya, terlepas dari apakah sumber tersebut sudah ada sebelumnya di wilayah lain; dan, 5) Mempengaruhi organisasi baru guna penciptaan posisi monopoli atau guna melepas posisi monopoli.
Dengan demikian, fungsi kewirausahaan adalah melakukan tindakan kreatif dan menggabungkan sumber daya dengan cara baru. Menurut Schumpeter, “setiap orang bisa dikatakan sebagai wirausahawan apabila mereka benar-benar membuat kombinasi baru, dan mereka akan kehilangan karakternya sebagai wirausahawan ketika mereka mulai menjalankan bisnisnya sebagaimana orang lain menjalankan bisnisnya”. Meskipun fungsi kewirausahaan kreatif berbeda dari penemu, dan dari fungsi pengembangan berbagai ide, namun Schumpeter berpendapat, bahwa penemu menghasilkan ide-ide baru, akan tetapi seorang wirausahawan mendapat manfaat dari penemuan orang untuk membawanya ke pasar. Dengan demikian,
fungsi kewirausahaan, menurut Schumpeter, adalah mengkomersialisasikan berbagai penemuan.
Fungsi lain dari proses kewirausahaan adalah pembiayaan, yang digambarkan oleh Schumpeter sebagai fungsi kapitalis. Dalam rangka untuk membawa inovasi ke pasar, para wirausahawan membutuhkan modal untuk memulai dan menjalankan bisnis-nya. Dengan demikian, fungsi tersebut telah memperkenalkan unsur risiko ke dalam proses kewirausahaan. Dengan adanya pinjaman uang kepada para wirausahawan melalui pertukaran dan bunga, maka para kapitalis menanggung risiko dari proses kewirausahaan. Hal ini penting dicatat, bahwa Schumpeter tidak membatasi teorinya hanya terhadap mereka yang biasanya dianggap sebagai wirausahawan yang sering disebut dengan “pemimpin industri.” Singkatnya, menurut Schumpeter, kewirausahaan adalah suatu proses dimana orang membawa suatu inovasi, baik berupa barang, jasa, proses, dan sebagainya kepada konsumen. Proses tersebut bersifat dinamik, dalam arti bahwa para wirausahawan yang membawa inovasi ke pasar merubah bisnis – baik produk atau proses – yang tidak lagi kompetitif, sekaligus menempatkan tekanan inovatif pada sejumlah organisasi bisnis yang masih eksis. Pada gilirannya, tindakan kewirausahaan yang membawa inovasi baru ke pasar dapat menyebabkan suatu perubahan ekonomi. Berbeda dengan tradisi Chicago yang diwakili oleh konsep Frank Knight, bahwa kewirausahaan bergantung pada pandangan beberapa orang yang memiliki karakteristik unik yang membuat mereka menjadi wirausahawan. Oleh karena itu definisi kewirausahaan dipengaruhi oleh tindakan yang diambil oleh orang-orang tersebut. Konsep Knight tentang kewirausahaan dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni: pertama, menetapkan sifat kewirausahaan, dan yang kedua, menentukan fungsi wirausahawan. Menurut Frank Knight, semua orang berbeda-beda dalam preferensi, pengetahuan, dan kemampuan mereka , yang secara bersama-sama menentukan apa yang akan mereka lakukan. Kejelian, kemampuan manajerial, kepercayaan, dan disposisi untuk mencapai sukses merupakan karakteristik unik dari para wirausahawan. Mereka yang memiliki kemampuan unggul dalam kewirausahaan akan membuat sebuah “kelas sosial spesial” para pelaku bisnis yang memiliki kegiatan langsung dalam ekonomi. Pandangan ini berbeda dengan Schumpeter, yang berpendapat bahwa potensi kewirausahaan berada dalam diri setiap orang. Menurut Knight, aspek kunci dari kewirausahaan adalah bagaimana bertindak dalam menghadapi ketidakpastian. Para wirausahawan seyogyanya menggunakan keterampilan unik mereka untuk memberikan produk atau proses baru, meskipun hasil dari tindakan mereka belum pasti. Para manajer dan para pekerja dalam organisasi tidak menghadapi ketidakpastian seperti itu, karena pendapatan mereka sudah dinegosiasikan dan ditetapkan di muka. Sementara imbalan bagi para pemilik atau para wirausahawan agar menjadi sukses dalam menghadapi ketidakpastian dihasilkan oleh bisnis yang mereka ciptakan.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close