People Innovation Excellence

Konsepsi dan Indikator Empirik Kewirausahaan [Bagian 5]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Knight menetapkan tiga fungsi wirausahawan, yakni: fungsi yang pertama adalah kepemimpinan atau perintis ekonomi, yaitu dengan memulai perubahan yang bermanfaat atau inovasi, dimana insentif untuk fungsi ini adalah keuntungan.
Mirip dengan Schumpeter, Knight berpendapat bahwa fungsi inovatif ini berbeda dari apa yang dihasilkan oleh para penemu atau ilmuwan, dimana para wirausahawan adalah mereka yang membawa penemuan tersebut ke pasar. Knight mendefinisikan inovasi sebagai perubahan baru dalam karakter produk dan/atau sejumlah perbaikan dalam metode produksi. Fungsi kedua dari para wirausahawan adalah mereka yang melakukan “adaptasi terhadap perubahan kondisi.” Para wirausahawan harus mampu memprediksi atau mengantisipasi perubahan pasar agar bisnisnya tetap sukses. Meskipun Knight tidak mengembangkan perbedaan eksplisit antara “manajer” dan “wirausahawan,” namun tetap fungsi ini perlu dipisahkan antara satu dengan lainnya. Knight mencatat bahwa kewirausahaan merupakan aktivitas dinamik, yang terhubung dengan perubahan besar atau penting, yang berbeda dengan manajer, yang lebih dekat dengan kegiatan rutin yang juga dapat digolongkan sebagai ‘pekerja’ . Fungsi ketiga, para wirausahawan sebagai benteng ketidakpastian. Knight berpendapat bahwa para wirausahawan, yang juga sebagai pemilik, “telah menempatkan dirinya dalam posisi untuk mengambil konsekuensi terhadap sesuatu yang tak terduga dari adanya suatu perubahan. Perbedaan yang paling penting antara Knight dan Schumpeter, yakni Knight berpendapat bahwa fungsi kewirausahaan tidak melibatkan resiko. Pandangan Frank Knight adalah bahwa kewirausahaan terdiri dari sejumlah tindakan yang diambil oleh orang dalam kapasitasnya sebagai pribadi untuk membawa produk dan pelayanan baru ke pasar dengan menghadapi hasil yang tidak pasti. Imbalan yang diperoleh oleh mereka adalah keterampilan dan pengalaman, disamping keuntungan. Tradisi dari mazhab ekonomi Austria, diwakili oleh Israel Kirzner yang secara fundamental memiliki pandangan kewirausahaan yang berbeda dengan Schumpeter dan Knight. Kerangka konseptualnya dapat dibagi menjadi tiga bagian, yakni: sifat kewirausahaan, penemuan kewirausahaan, dan fungsi wirausahawan. Dari perspektif sifat kewirausahaan, Kirzner berpendapat bahwa terdapat begitu banyak kegiatan ekonomi ketimbang hanya sekedar membuat perhitungan mekanik tentang sumber daya mereka. Kirzner berpendapat bahwa hampir semua orang memiliki kewaspadaan terhadap dunia di sekitar mereka, dan dengan demikian menggunakan informasi dan sumber daya baru untuk membuat keputusan yang lebih baik. Dalam pengertian ini, sifat kewirausahaan adalah kejelian akan adanya informasi yang lebih baik dan menggunakan informasi baru tersebut secara kreatif untuk peningkatan kesejahteraan. Dengan cara ini, Kirzner mengambil pandangan kewirausahaan yang lebih luas ketimbang Schumpeter dan Knight. Kewirausahaan juga dapat dipahami dalam konteks pengambilan keputusan. Unsur kewirausahaan dalam tindakan manusia mulai berlaku sejak orang mengenali cara baru dalam melakukan sesuatu. Menurut Kirzner dengan kejelian suatu peluang akan datang tanpa diduga. Pada dasarnya, sifat kewirausahaan dapat dipahami sebagai proses melakukan cara-cara baru tentang sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui oleh orang lain. Oleh karena itu, aspek yang paling penting dari kewirausahaan adalah kejelian terhadap informasi, sehingga terbuka peluang untuk membuat keputusan, meskipun tak ada orang yang memiliki informasi yang sempurna. Dengan kata lain, kita semua
membuat keputusan dengan pengetahuan yang kita miliki, maka kita selalu memiliki kesempatan lebih baik untuk mengambil keputusan melalui informasi tambahan. Kirzner juga menjelaskan bahwa ada spektrum peluang kewirausahaan, dari mulai keputusan inovasi terkecil atau tambahan sampai ke inovasi yang radikal atau revolusioner. Implikasi dari pandangan ini bahwa kewirausahaan dapat terjadi dalam berbagai bentuk organisasi, termasuk bisnis berskala kecil dan menengah, bisnis berskala besar, dan bahkan pada organisasi non-profit. Adapun pandangan Kirzner tentang fungsi kewirausahaan hampir mirip dengan Schumpeter, dimana Kirzner juga membuat perbedaan antara seorang wirausahaan dan kapitalis. Kirzner berpendapat bahwa wirausahawan murni tidak selalu harus seorang kapitalis dan tidak perlu berinvestasi apapun secara mandiri. Artinya, sangat mungkin bagi seorang wirausahawan untuk membuat keuntungan dengan menawarkan bunga yang cukup menarik untuk menarik seseorang menanamkan dana yang diperlukan, dengan prinsip “membeli sumber daya dengan harga rendah dan menjual produk dengan harga yang tinggi”. Sebagaimana Schumpeter, Kirzner juga berpendapat bahwa fungsi kewirausahaan hanya bersifat sementara saja. Seorang wirausahawan tidak lagi menjadi seorang wirausahawan setelah dimilikinya sumber daya. Sebagai hasil dari keputusan kewirausahaan sebelumnya, ia telah menjadi pemilik sumber daya. Bagi Israel Kirzner, kewirausahaan adalah proses di mana seseorang menjadi jeli terhadap peluang yang sebelumnya tidak diketahui oleh orang lain dan menggunakan peluang tersebut untuk membawa ide-ide ke pasar, dengan menghadapi konsekuansi hasil yang belum pasti. Dalam pandangan Kirzner, semua orang memiliki sifat kewirausahaan dalam pengambilan keputusan mereka, dengan mencari informasi sebagai bekal ilmu pengetahuan. Mengingat tidak ada yang memiliki informasi yang sempurna, maka akan selalu ada kesempatan untuk bertindak secara entrepreneurial untuk mengakuisisi informasi dan membuat keputusan yang lebih baik.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close