People Innovation Excellence

Konsepsi dan Indikator Empirik Kewirausahaan [Bagian 6]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Meskipun terdapat karakteristik unik dari pemikiran mazhab Jerman, Chicago, dan Austria, terdapat enam aspek umum yang sama diantara mereka, yakni: aspek organisasi bisnis, inovasi, proses, berani mengambil risiko, spektrum kegiatan kewirausahaan, dan perubahan ekonomi. Aspek umum ini sangat penting, tidak hanya memberikan langkah pertama menuju definisi yang komprehensif tentang kewirausahaan, akan tetapi juga mereka bertiga telah memberikan landasan untuk pengukuran. Adanya perspektif ketidaksepakatan perlu dihargai, bagaimanapun mereka telah menunjukkan isu-isu konseptual yang penting yang tetap harus diselesaikan. Baik Schumpeter, Knight, dan Kirzner setuju bahwa motif mengejar keuntungan atau keinginan adalah pendorong utama kegiatan kewirausahaan. Bahkan Schumpeter menekankan, aspek penting dari proses kewirausahaan adalah mengubah ide menjadi keuntungan, ketimbang berinovasi demi inovasi.
Schumpeter, Knight, dan Kirzner semua setuju bahwa kegiatan kewirausahaan ditandai dengan pengambilan keputusan yang berada di luar kebiasaan, baik melalui perhitungan mekanik, maupun kejelian kreatif. Namun, terdapat perbedaan penting diantara pandangan mereka. Knight berpendapat
bahwa ciri-ciri yang unik hanya bisa dimiliki oleh orang-orang tertentu yang merupakan bagian dari kelas khusus wirausahawan. Sedangkan Kirzner, berpendapat sebaliknya bahwa karakteristik unik dapat diselenggarakan oleh siapa saja, dan karakteristik unik tersebut hadir dalam pengambilan keputusan kreatif. Dia juga menyatakan bahwa karakteristik unik dari kewirausahaan adalah kejelian dalam melihat peluang. Adapun Schumpeter tidak membuat argumen eksplisit tentang hal ini, agaknya ia merasa cocok dengan kedua kutub pandangan tersebut. Schumpeter berpendapat bahwa fungsi kewirausahaan membutuhkan kemampuan tertentu, meskipun semua orang memiliki potensi untuk bertindak secara entrepreneurial. Selain itu, Schumpeter adalah pelopor dalam hal menekankan aspek inovasi sebagai faktor kunci dari proses kewirausahaan. Dia juga berpendapat bahwa proses kewirausahaan adalah proses sementara dari seseorang yang membawa ide-ide baru ke pasar. Konsep proses secara eksplisit diusulkan oleh Schumpeter yang memandang proses kewirausahaan sebagai kombinasi berbagai fungsi. Fungsi kewirausahaan tersebut menggabungkan sumber daya dengan cara-cara baru untuk memberikan ide baru ke pasar. Fungsi finansial kapitalis juga mendukung para wirausahawan. Schumpeter berpendapat bahwa sekali ide berhasil dibawa ke pasar, maka para wirausahawan telah menjadi seorang manajer dan/atau pemilik bisnis. Kirzner tidak membuat pemisahan tegas sebagaimana Schumpeter, tetapi setuju dengan pendapat Schumpeter bahwa fungsi kapitalis dan manajerial yang perlu dipisah dari fungsi kewirausahaan. Knight tidak berpendapat bahwa wirausahawan adalah sebuah proses, akan tetapi dia menekankan bahwa orang-orang tertentu memiliki kemampuan untuk membawa ide-ide baru ke pasar. Seperti Schumpeter, Knight berpendapat bahwa ada perbedaan penting antara wirausahawan dan manajer bisnis dan/atau pemilik sumber daya. Ketiga kerangka konseptual dari mereka telah menggabungkan unsur risiko ke dalam kerangka kerja mereka, yakni suatu cara di mana aspek tersebut diperlakukan sangat bervariasi. Baik Knight mapun Kirzner berpendapat bahwa aspek kunci dari kewirausahaan adalah keberanian bertindak dalam menghadapi ketidakpastian. Knight sangat menekankan pada aspek pengambilan-risiko dalam menghadapi ketidakpastian sebagai fungsi utama dari wirausahawan. Sementara Schumpeter dengan tegas menolak gagasan tersebut bahwa wirausahawan menanggung risiko atas ketidakpastian. Sebaliknya, ia berpendapat bahwa para kapitalis yang meminjamkan dana kepada wirausahawanlah yang akan menanggung semua risiko. Schumpeter berpendapat bahwa kewirausahaan adalah suatu proses yang dapat terjadi pada setiap orang, dan dengan demikian secara eksplisit memisahkan fungsi kewirausahaan dari manajer dan kapitalis. Namun demikian, Schumpeter mencatat bahwa pada kenyataannya fungsi kapitalis dan fungsi kewirausahaan seringkali tumpang tindih, sehingga para wirausahawan sering menjadi pemikul risiko dalam peran mereka sebagai kapitalis.
Pada akhirnya, masing-masing mazhab pemikiran diatas berpendapat bahwa kewirausahaan merupakan pendorong utama perubahan ekonomi. Schumpeter berpendapat bahwa kewirausahaan bukan hanya sekedar katalisator perubahan ekonomi semata, akan tetapi mereka juga merupakan “agen perubahan ekonomi”,
atau penyebab dari perubahan ekonomi. Karena proses kewirausahaan telah membawa inovasi baru ke pasar, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas dan peluang bisnis baru lainnya. Dengan demikian, para wirausahawan membantu memperluas pertumbuhan ekonomi. Knight berpendapat bahwa para wirausahawan telah membawa inovasi yang sukses ke pasar, dan sebagai hasilnya telah meningkatkan persaingan dan kemakmuran ekonomi. Kirzner mengambil pandangan yang berbeda, dengan alasan bahwa kewirausahaan adalah proses mengkoreksi kesalahan pengetahuan di pasar, sehingga terjadi realokasi modal untuk proyek-proyek yang menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi. Kesimpulannya disini haruslah lebih jelas, bahwa meskipun berbagai upaya untuk mengembangkan teori kewirausahaan terpadu masih belum ada kesepakatan untuk kerangka konseptualnya, apalagi untuk definisi secara ringkas. Namun, dengan melihat kembali ketiga mazhab pemikiran utama tadi, mengungkapkan bahwa ada beberapa aspek umum yang mendekati kesepakatan, yakni: aspek organisasi bisnis, inovasi, proses, pengambilan risiko, spektrum kegiatan kewirausahaan, dan perubahan ekonomi. Sementara definisi yang tepat dari kewirausahaan belum diajukan di sini, karena perspektif dan kombinasi dari aspek-aspek yang dikemukanan diatas hanya baru bersifat langkah awal menuju pengembangan konsensus yang lebih bulat, dengan mengkombinasikan kerangka kerja konseptual terpadu kewirausahaan bagi suatu definisi yang komprehensif, dan sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek umum kewirausahaan untuk membuat kriteria dalam pengukuran kewirausahaan. Viva kewirausahaan di bumi Indonesia persada.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close