People Innovation Excellence

MENCERMATI KEWIRAUSAHAAN SOSIAL (Bagian 1)

oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Kewirausahaan bukan hanya telah menjadi mesin pendorong banyak pertumbuhan sektor bisnis, melainkan juga telah menjadi kekuatan pendorong dibalik perluasan sektor sosial. Dengan demikian, perlu adanya analisis komparatif antara kewirausahaan komersial dengan kewirausahaan sosial. Yaitu suatu analisis yang menyoroti kesamaan dan perbedaan utama diantara kedua bentuk kewirausahaan tersebut dengan menyajikan kerangka pendekatan terhadap kewirausahaan sosial yang sistematik dan efektif. Disamping itu, perlu dieksplorasi implikasi dari analisis kewirausahaan sosial bagi praktisi dan peneliti.
Kewirausahaan sosial, atau kegiatan kewirausahaan dengan tujuan sosial telah meningkat dalam beberapa dekade terakhir ini. Salah satu indikator dari terjadinya lonjakan ini diungkapkan oleh pesatnya pertumbuhan jumlah organisasi nirlaba. Karenanya, analisis perbandingan antara kewirausahaan komersial dengan kewirausahaan sosial berada pada momentum yang tepat atas dasar adanya ledakan pertumbuhan dalam kegiatan kewirausahaan sosial. Dibutuhkan eksplorasi tentang kewirausahaan sosial bagi pengembangan teori dan praktik melalui analisis komparatif untuk mengetahui sejauh mana unsur-unsur dan prinsip-prinsip yang berlaku dalam kewirausahaan komersial atau bisnis, yang selama ini telah dipelajari secara lebih luas di bangku perkuliahan dan pelatihan, juga dapat diterapkan bagi kewirausahaan sosial. Begitu pula sebaliknya, bagaimana menerapkan wawasan kewirausahaan sosial bagi pemahaman yang lebih dalam tentang kewirausahaan komersial atau bisnis. Oleh karena itu, perlu diidentifikasi fitur-fitur umum yang membedakan antara kewirausahaan komersial dan sosial. Diharapkan dengan dilakukannya eksplorasi pengembangan wawasan baru berkenaan dengan kewirausahaan sosial, terbuka peluang bagi para peneliti untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut, dan sekaligus membawa implikasi praktik bagi para wirausahawan sosial dan para penyandang dana tentang bagaimana melakukan pendekatan terhadap kewirausahaan sosial secara lebih sistematik dan efektif. Dengan membahas sejumlah perbedaan utama antara kewirausahaan komersial dengan kewirausahaan sosial dapat terbuka jalan bagi pengembangan batang tubuh teori kewirausahaan sosial.
Jangkauan definisi kewirausahaan sosial dapat diperluas atau dipersempit. Berdasarkan definisi yang sempit, kewirausahaan sosial mengacu pada fenomena menerapkan keahlian dan keterampilan bisnis berbasis pasar pada sektor nirlaba dengan mengembangkan pendekatan inovatif untuk memperoleh penghasilan (Reis, 1999; Thompson, 2002). Terdapat kesamaan
umum dari semua definisi kewirausahaan sosial, yaitu tentang hal yang mendorong dan mendasari kewirausahaan sosial untuk menciptakan nilai sosial, bukan untuk menciptakan kekayaan pribadi atau kekayaan para pemegang saham (Zadek & Thake, 1997). Begitu pula bahwa kegiatan kewirausahaan sosial juga ditandai oleh adanya suatu inovasi, atau penciptaan sesuatu yang baru, bukan hanya melakukan replikasi semata terhadap praktik bisnis yang sudah ada. Pemicu utama dari kegiatan kewirausahaan sosial adalah masalah sosial aktual yang sedang ditanganinya, dimana organisasi mengambil keputusan dalam pengelolaan sumber daya berdasarkan format yang paling efektif yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan demikian, kegiatan kewirausahaan sosial tidak ditentukan oleh badan hukum, dimana suatu kegiatan dapat ditempuh melalui berbagai kendaraan organisasi atau lembaga, baik melalui organisasi nirlaba, sektor bisnis, maupun sektor pemerintah.
Untuk sementara, kita dapat mendefinisikan kewirausahaan sosial sebagai kegiatan untuk menciptakan nilai sosial inovatif yang dapat terjadi baik di sektor nirlaba, bisnis, maupun pemerintah. Meskipun demikian, sebagian besar definisi kewirausahaan sosial dalam kepustakaan akademik dan wacana populer, lebih fokus pada kegiatan kewirausahaan sosial di dalam sektor nirlaba dan bisnis. Untuk melakukan analisis perbandingan yang lebih khusus, kita ketengahkan sejumlah proposisi teoritik yang berfokus pada empat variabel yang berbeda guna memandu suatu perbandingan dari keduanya, yakni:
• Kegagalan pasar. Salah satu teori di balik keberadaan organisasi bertujuan sosial muncul ketika terjadi kegagalan sosial di pasar, yakni ketika kekuatan pasar komersial tidak mampu memenuhi kebutuhan sosial, seperti kebutuhan akan barang dan/atau jasa publik (Weisbrod, 1977) atau terjadi kegagalan kontrak (Nelson & Krashinsky, 1973). Hal ini sering disebabkan oleh ketidakmampuan pasar komersial dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan demikian, adanya masalah pada kewirausahaan komersial telah membuka peluang bagi kewirausahaan sosial, sehingga pada gilirannya dapat dirumuskan suatu proposisi, bahwa suatu kegagalan pasar dapat menciptakan peluang yang berbeda bagi kedua jenis kewirausahaan, baik bagi kewirausahaan komersial maupun sosial.
• Misi. Tujuan mendasar dari kewirausahaan sosial adalah menciptakan nilai sosial bagi kepentingan publik, sedangkan kewirausahaan komersial bertujuan untuk menciptakan kegiatan produksi yang menguntungkan pribadi. Dengan adanya perbedaan dari sisi tujuan dan sisi keuntungan atau imbalan dapat lebih mempermudah untuk dilakukannya suatu analisis komparatif. Untuk itu dapat dirumuskan suatu proposisi sebagai berikut, yakni: adanya perbedaan mendasar dalam misi antara kewirausahaan komersial dan kewirausahaan sosial termanifestasi dalam
berbagai bidang praktik manajemen bisnis dan motivasi para pekerja. Namun, dengan adanya dimensi komersial dan sosial dalam organisasi bisnis dapat menjadi sumber ketegangan.
• Mobilisasi sumberdaya. Kewirausahaan sosial sering menemui kesulitan dalam memberikan kompensasi terhadap para pekerja secara kompetitif sebagaimana terjadi pada pasar komersial. Bahkan, banyak para pekerja dari organisasi kewirausahaan sosial justru memperoleh nilai kompensasi “non-keuangan” dari pekerjaan mereka. Dengan demikian dapat dirumuskan suatu proposisi, yakni: adanya perbedaan dalam mobilisasi sumber daya manusia dan keuangan, yang secara fundamental akan menyebabkan perbedaan pendekatan dalam mengelola sumber daya keuangan dan manusia.
• Pengukuran kinerja. Kewirausahaan sosial akan menghadapi tantangan yang lebih besar dalam mengukur kinerja, ketimbang kewirausahaan komersial yang lebih dapat mengandalkan langkah-langkah yang relatif lebih nyata dalam mengukur kinerja, dengan menggunakan indikator keuangan, pangsa pasar, kepuasan pelanggan, dan kualitas. Disamping itu, berbagai pemangku kepentingan finansial dan nonfinansial dalam organisasi kewirausahaan sosial jumlahnya relatif lebih besar dan bervariasi, sehingga para wirausahawan sosial perlu mengelola hubungan dan tanggung jawab dalam kompleksitas yang lebih besar (Kanter & Summers, 1987). Dalam kaitan ini, terbuka tantangan untuk mengukur perubahan sosial, mengingat adanya aspek non-kuantitatif, multi-kausal, dimensi temporal, dan perbedaan perseptif dari dampak sosial yang ditimbulkannya. Dengan demikian, dapat dirumuskan suatu proposisi, yakni: dengan adanya aspek dampak sosial akan tetap menjadi perbedaan mendasar dalam mengukur kinerja, khususnya yang berkenaan dengan akuntabilitas yang rumit dan adanya hubungan yang bervariasi dengan para pemangku kepentingan (stakeholders).


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close