People Innovation Excellence

Nafas Spiritual Kepemimpinan Dan Manajemen Bisnis [Bagian 3]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Pengalaman kesadaran di tempat kerja terkait dengan peningkatan kreativitas, kejujuran, kepercayaan, dan komitmen di tempat kerja, bersamaan dengan peningkatan pemenuhan rasa kepuasan pribadi dari para pekerja (Kinjerski dan Skrypnek, 2004). Pandangan ini juga mengarah pada konstrak teoritik dari “kecerdasan spiritual” yang dipandang oleh beberapa teori yang menghubungkan antara spiritualitas murni dan semangat di tempat kerja. Kecerdasan spiritual tersebut berfungsi diluar parameter struktur formal agama yang mempengaruhi tumbuh kembangnya semangat para pekerja di tempat kerja. Terdapat banyak studi yang menekankan pentingnya konsep spiritualitas dalam manajemen dan penelitian kepemimpinan. Dalam hal ini, disiplin manajemen akan mendapatkan keuntungan yang besar dari penggabungan perspektif spiritual, yang telah menumbuhkan konsensus bahwa spiritualitas adalah faktor sentral yang dapat berkontribusi terhadap pengembangan kepemimpinan, pembelajaran dan komunikasi dalam bisnis moderen di tempat kerja.
Oleh karena itu para manajer di Amerika Serikat telah menunjukkan peningkatan minat untuk mengintegrasikan spiritualitas dan manajemen, sehingga integrasi tersebut telah menawarkan faktor “makna” sebagai sumber abadi bagai para manajer sebagai penawar kehampaan spiritual di masa penuh gejolak. Adanya minat tersebut merupakan indikator penting, karena bagi banyak manajer, mengintegrasikan
spiritualitas kedalam dunia kerja telah membawa hikmah yang mendalam untuk pekerjaan mereka sebagai manajer. Hal ini berarti juga bahwa mereka dapat membawa nilai-nilai terdalam mereka pada kegiatan kerja. Mereka dapat berbagi pandangan spiritualitas terlepas dari perbedaan agama dan jalan spiritual untuk sampai pada pemahaman yang lebih universal.
Clark telah mendefinisikan spiritualitas sebagai pengalaman batin individu yang dirasakan sebagai pengalaman “melampaui realitas”, yakni suatu pengalaman batin yang terbukti berdampak terhadap perilaku individu tersebut, ketika mereka aktif mencoba menyelaraskan hidup mereka dengan dunia luar. Meskipun definisi ini agak identik dengan konsep agama, namun agama tidak identik dengan spiritualitas, sebagaimana yang banyak ditekankan oleh literatur tentang spiritualitas. Agama lebih berkonotasi pada kegiatan institusional formal, yang sering diiringi dengan sejumlah praktik ritual, dogma, dan kehadiran umat pada mimbar-mimbar doa. Sementara spiritualitas lebih berkaitan dengan motivasi hidup yang lebih mendalam tentang hubungan emosional dengan Tuhan.
Sejumlah penulis spiritualitas dan manajemen acapkali juga menggunakan istilah “spiritualitas” identik dengan “roh”, dalam pengertian “semangat tim kerja” (esprit de corps) yang penuh dengan vitalitas atau energi, suatu penggunaan istilah yang lebih berhubungan dengan gerakan transformasi organisasi, dan bukan dengan aspek kesucian atau kesalehan pada individu. Harus diakui, bahwa agama sangat mempengaruhi perilaku banyak manajer ‘di tempat kerja. Bahkan kebanyakan orang di Amerika Serikat, sekitar 57 persen, percaya bahwa “agama dapat menjawab sebagian besar masalah hari ini”, dan sekitar 94 persen percaya pada “Tuhan” sebagai sumber spirit universal. Banyak dari para manajer percaya pula bahwa hubungan mereka dengan Tuhan telah mempengaruhi hidup dan pekerjaan mereka melebihi faktor-faktor lainnya. Meskipun demikian, tantangan yang dihadapi oleh para manajer ketika mereka hendak mencoba untuk mengintegrasikan spiritualitas dengan pekerjaan mereka, sebagian besar belum bertumpu pada kajian literatur akademik. Kebanyakan artikel dan buku-buku tentang spiritualitas dan manajemen adalah karya populer, yang belum tentu memiliki pijakan teoritik atau empirik. Kebanyakan dari mereka hanya membatasi diri pada menjalankan tradisi keagamaan dan spiritual di tempat kerja. Organisasi atau tempat kerja multikultural dan pasar global telah membuat tema-tema spiritual yang lebih luas dan semakin relevan. Lima tema utama yang perlu dibahas di sini adalah tentang kasih sayang, mencari sumber penghidupan yang benar, pelayanan tanpa pamrih, kerja meditatif, dan masalah pluralisme.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close