People Innovation Excellence

Nafas Spiritual Kepemimpinan Dan Manajemen Bisnis [Bagian 6/Selesai]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Akibat tuntutan karir, banyak orang berpindah tempat (kerja dan/atau domisili) beberapa kali selama karir mereka dan menghabiskan waktu yang relatif singkat di satu tempat. Karena itu, mereka kurang berakar pada komunitas lokal mereka, dan kurang berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat, sehingga kurang terbentuk hubungan yang kuat dengan tetangga. Artinya, banyak orang yang tampaknya “melayang” tanpa hubungan yang kuat dengan orang lain atau rasa memiliki tujuan bersama.
Dalam konteks ini, mudah untuk menjelaskan mengapa begitu banyak orang berusaha untuk memperoleh makna yang lebih besar dari pekerjaan dan organisasi mereka. Yaitu dengan menghabiskan lebih banyak waktu di tempat kerja atau rehat dengan rekan kerja mereka daripada di rumah mereka. Sehingga terbuka ruang persahabatan, pacaran, dan pernikahan yang umum di kalangan rekan kerja. Tempat kerja moderen bukan hanya sebuah tempat di mana orang bekerja, tetapi tempat di mana mereka membentuk persahabatan, bersosialisasi, dan mencoba untuk menemukan rasa puas diri. Tempat kerja juga merupakan tempat di mana orang berusaha untuk memahami kegiatan yang kita sebut sebagai makna “pekerjaan” dan bagaimana kegiatan tersebut cocok dengan kehidupan yang lebih luas dari kehidupan individu. Pencarian akan makna hidup telah mendorong pengakuan bahwa spiritualitas di tempat kerja dan kepemimpinan spiritual adalah masalah nyata yang mempengaruhi kualitas hidup dalam organisasi moderen.
Tentu saja, studi tentang kepemimpinan adalah multi-faset dan definisi kepemimpinan bervariasi, namun secara umum, semua setuju bahwa hal inti dari definisi kepemimpinan adalah “mengerahkan pengaruh pada orang lain”. Jika seorang pemimpin di tempat kerja memiliki rasa spiritualitas yang kuat dan mempengaruhi sikap, emosi, dan perilaku para pekerja dengan cara yang positif, maka para pemimpin tersebut tengah mempengaruhi bawahan untuk mengejar perkembangan spiritualitas dalam kehidupan mereka. Hal ini menimbulkan setidaknya dua pertanyaan, yaitu: ” pendekatan atau gaya kepemimpinan apa yang efektif mempromosikan spiritualitas di tempat kerja?” dan “Apa manfaat pembinaan spiritualitas di tempat kerja?”
Agaknya terjadi pergeseran pendekatan kepemimpinan di tempat kerja, dengan fokus pada peningkatan pendekatan yang lebih holistik tentang kasih sayang, dorongan, empati, dan pelayanan. Para pakar juga berpendapat bahwa sejumlah aspek dari kepemimpinan telah membantu pengikut dalam menemukan makna dan tujuan dalam pekerjaan mereka dan memupuk rasa kebersamaan di antara sesama mereka. Sudut pandang ini telah menyadarkan bahwa spiritualitas dalam kepemimpinan tidak lagi melibatkan arahan dan rantai komando, namun lebih pada kepemimpinan transformasional yang mendefinisikan nilai-nilai organisasi dan membantu pengikut agar mereka merasa berkontribusi terhadap seperangkat tujuan yang bernilai, berharga dan bermanfaat.
Hanya sedikit bukti empirik yang menyatakan bahwa pendekatan gaya kepemimpinan tertentu kurang konsisten dengan spiritualitas di tempat kerja. Terdapat
dua pendekatan kepemimpinan yang tampaknya lebih terkait erat dengan konsep kepemimpinan spiritual, yakni: kepemimpinan dengan melayani dan kepemimpinan transformasional. Karena masih sedikitnya penelitian empirik mengenai spiritualitas di tempat kerja atau kepemimpinan spiritual, maka sulit untuk mengatakan dengan tepat apa manfaat (atau biaya) spiritualitas dalam kepemimpinan dan manajemen. Bagaimanapun, terdapat penelitian konseptual dan empirik yang telah dilakukan untuk menunjukkan manfaat potensial yang menimbulkan harapan besar berkenaan dengan penggabungan dimensi spiritual dalam kepemimpinan dan manajemen. Dari perspektif pengikut, menggabungkan spiritualitas dalam kepemimpinan memiliki potensi untuk menciptakan tempat kerja yang lebih manusiawi dan memberikan rasa komunitas dan tujuan bersama. Dari perspektif organisasi, menggabungkan spiritualitas dalam kepemimpinan dapat menumbuhkan kepercayaan, dukungan organisasi, dan komitmen di antara para pekerja yang lebih besar, yang pada gilirannya berdampak positif pada kinerja organisasi. Namun demikian, spiritualitas dalam kepemimpinan tidak harus dianggap sebagai rekayasa atau siasat untuk mengembangkan kinerja organisasi yang positif, akan tetapi sebaliknya spiritualitas harus menjadi keyakinan filosofis murni – tanpa pretensi apapun – sebagai bagian alami dari fitrah kepemimpinan yang perlu diindahkan.
Last but least, semoga penyelenggaraan World Interfait Harmony Week (WIHW) oleh Inter Religious Council Indonesia (IRC Indonesia) yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 Februari 2015 di gedung MPR RI Senayan (pukul 9.00 – 11.00 Wib), dapat berjalan sesuai dengan rencana dan sukses. Lebih spesifik lagi, semoga tulisan ini dapat lebih memperkaya materi dan perspektif yang akan dibahas, khususnya bagi para penyelenggara dan peserta dalam membahas kaidah-kaidah spiritualitas dalam aktualitas dunia kepemimpinan, manajemen dan bisnis di era moderen. Amin.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close