People Innovation Excellence

Perencanaan Strategik Dalam Lingkungan Bergejolak [Bagian 1]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

“plan is nothing, but planning is everything” (Philip Kotler)
Perencanaan strategik merupakan kegiatan yang memungkinkan organisasi untuk menganalisis dan belajar dari lingkungan mereka, mengubah arah strategik, menetapkan arah strategik, dan menerapkan strategi tersebut dalam upaya untuk memenuhi berbagai kepentingan stakeholders. Umumnya, perencanaan strategik terdiri dari tiga unsur utama: perumusan strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi (Ansoff, 1987; Mintzberg, 2008). Banyak organisasi yang telah melakukan proses perencanaan formal guna menciptakan keunggulan kompetitif, namun inisiatif perencanaan yang dilakukan hanya menghasilkan perubahan “hangat-hangat suam kuku” yang diakhiri dengan kisah kegagalan. Banyak organisasi yang melakukan suatu perencanaan hanya sebagai peristiwa temporal dan bukan suatu proses transformasi yang sungguh-sungguh. Atau bisa juga karena tekanan dari guncangan yang berubah cepat dari lingkungan bisnis dimana organisasi beroperasi, sehingga mereka hanya bertindak secara panik-reaktif. Menurut Peter Drucker, “salah satu keunggulan dari sebuah organisasi yang dikelola dengan baik adalah kemampuannya untuk memposisikan diri dalam lingkungan bisnis yang kompetitif”. Perencanaan strategik terutama berkaitan dengan kinerja organisasi dan sangat penting dalam mengembangkan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Ansoff (1987) juga telah membahas adanya siklus keberhasilan organisasi berdasarkan interaksinya dengan lingkungan. Pertanyaannya kemudian adalah, “apakah perencanaan strategik masih relevan bagi organisasi dalam lingkungan yang penuh gejolak (turbulent) ? Yang jelas adalah, bahwa setiap perubahan dalam lingkungan organisasi selalu akan menarik dan menantang untuk dilakukannya penataan ulang internal organisasi dan modifikasi strategik (Jarzabkowski, 2005). Namun, Hamel (1996) berpendapat bahwa dalam perspektif konseptual, “tanpa teori penciptaan strategi, kita tidak mungkin berdaya untuk meningkatkan kemampuan dalam menyusun strategi”, sebagaimana untuk mengatur adegan panggung teater diperlukan skenario cerita. Menurut Ambrick dan Mason (1984) sebetulnya bidang strategi cukup kaya dengan penelitian induktif, berdasarkan pada pencarian pola umum yang berulang. Hal tersebut telah banyak melahirkan skema klasifikasi yang menawarkan wawasan konseptual untuk membantu menjernihkan perspektif yang masih kabur, dengan mengembangkan semacam arketipe strategik sebagaimana telah dilakukan oleh para peneliti. Bahkan Ansoff (1987) dan Frederickson (1984) telah melakukan studi pustaka untuk melihat tipologi strategi, dengan fokus pada evolusi perencanaan strategik. Para peneliti dewasa ini telah
menentukan strategi dalam perspektif lingkungan (Coulter, 2005), sementara Drucker (1954) dan Chandler (1962) lebih menekankan pada manajemen berdasarkan tujuan dalam mendefinisikan dan merintis proposisi strategi. Mereka melihat strategi sebagai penentuan tujuan jangka panjang dan mendayagunakan sumber daya untuk memfasilitasi tindakan yang tepat. Proposisi demikian dibuat ketika lingkungan masih relatif lebih stabil ketimbang lingkungan paska tahun 2010. Menurut Mintzberg suatu strategi dapat berkembang, sehingga suatu perencanaan strategik sebaiknya bersifat adaptif (Mintzberg, 2008). Sementara Ansoff (1987) lebih memandang strategi sebagai aturan untuk membuat keputusan, sehingga perlu dibedakan antara strategi dan kebijakan. Ansoff menjelaskan bahwa kebijakan adalah keputusan umum yang selalu dilakukan dengan cara yang relatif sama dalam menghadapi keadaan yang timbul, sementara dalam strategi berlaku prinsip yang kurang lebih sama, namun dalam strategi suatu keputusan akan dilakukan secara berbeda dalam suatu keadaan yang berbeda pula. Oleh karena itu, Fredrickson (1984) menegaskan, meskipun organisasi tidak mengejar rencana formal dalam ukuran yang sama, namun mereka semua telah membuat suatu keputusan strategik.
Johnson dan Scholes (1993) telah mendefinisikan strategi dalam hal lingkup sebuah kegiatan organisasi, yaitu mencocokkan kegiatan dan sumber daya dengan kemampuan organisasi. Kegiatan tersebut mencakup alokasi nilai-nilai, harapan dan tujuan, beserta sumber daya organisasi guna menunjang arah jangka panjang organisasi. Suatu definisi yang mencakup kegiatan, kemampuan, sumber daya, dan arah tersebut telah memberikan gambaran tentang jenis strategi yang dianut. Definisi tersebut belum meletakkan strategi dalam suatu kancah pergolakan lingkungan, dimana sejumlah kompleksitas permasalahan muncul “menggoyang perahu” yang menuntut respon yang relatif tinggi dan dinamik dari suatu manajemen perubahan.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close