People Innovation Excellence

Perilaku Organisasi Disfungsional [Bagian 4]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Beranjak dari pengalaman krisis keuangan dan perbankan baru-baru ini, maka peran HRD saat ini perlu bergeser dengan mengambil peran yang lebih proaktif dalam pengembangan, pengelolaan dan pelaksanaan mandat tanggung jawab sosial organisasi. Dalam model yang diusulkan, para pakar berpendapat bahwa pembentukan tata kelola organisasi dan peran sebagai agen mediasi pengendali adalah penting dalam menangani sepenuhnya dampak dari disfungsi organisasi pada suatu krisis ekonomi. Peran baru HRD ini adalah sangat aktif di tingkat dewan dalam kapasitasnya sebagai penasihat, memberikan wawasan dimensi budaya organisasi, berperan sebagai perantara obyektif antara manajemen senior dan organisasi guna memastikan bahwa tanggung jawab sosial adalah fitur kunci yang perlu diterapkan dalam praktik dan tidak hanya sekedar teori belaka.
Krisis keuangan dan perbankan internasional telah memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap banyak organisasi dan masyarakat. Dengan demikian para profesional di bidang HRD perlu memperluas peran mereka di luar dimensi tradisional pengembangan organisasi, pengembangan karir, belajar dan pengembangan serta manajemen kinerja, dengan mempertimbangkan dampak yang lebih luas dari sumber daya manusia terhadap organisasi dan masyarakat. Pada tingkat strategik, HRD perlu memahami implikasi dan dampak – baik positif atau negatif – dari tujuan dan sasaran organisasi, dengan mengembangkan kemampuan untuk mengatakan tidak, kapan dan di mana pun diperlukan.
Dengan demikian, analisis intervensi HRD dalam perspektif perilaku organisasi disfungsional perlu dilakukan. Disamping itu, perlu diusulkan kerangka konseptual intervensi HRD yang memiliki kapasitas untuk mempengaruhi perilaku organisasi
disfungsional, sekaligus menunjukkan peran mediasi baru HRD strategik dalam perspektif ekonomi baru dengan melakukan intervensi di tingkat tata kelola organisasi yang bertujuan untuk mencegah perilaku yang tidak bertanggung jawab secara sosial yang berdampak pada tingkatan organisasi, kelembagaan dan sosial.
Ulrich dan Brockbank (2005) telah melontarkan bahasa metafora untuk menyoroti peran strategik SDM dalam organisasi, dimana posisi HR harus berada “dalam permainan”, dimana faktor SDM dapat meningkatkan risiko penularan sosial dalam hal perilaku organisasi disfungsional yang mungkin telah menjadi faktor penyumbang dalam kegagalan sektor keuangan dan perbankan internasional baru baru ini. HRD strategik perlu menjadi wasit pertandingan, dan bertindak tidak memihak dalam kepentingan dari semua pemangku kepentingan organisasi, bahkan melepaskan diri dari ideologi manajemen atau ortodoksi organisasi jika diperlukan, untuk bertindak demi kepentingan terbaik dari para pemangku kepentingan di tingkat organisasi, kelembagaan dan sosial.
Peran arsitek harus dimainkan dalam perspektif baru HRD dalam perspektif pasca krisis ekonomi, temasuk disini adalah menganalisis bagaimana intervensi HRD mungkin telah memfasilitasi suatu kegagalan, sekaligus mencari cara untuk membangun kembali kapasitas organisasi, kemampuan intelektual manusia dan yang paling penting adalah membangun kepercayaan dan kredibilitas. Dalam menjalankan fungsi mediasi dan kendali, para pelaku HRD dapat memberikan landasan dalam memulihkan kredibilitas dan kepercayaan dari semua pihak, baik terhadap pihak internal dan juga pihak eksternal organisasi. Jangkauan perilaku organisasi disfungsional telah melampaui batas-batas organisasi sebagai kegagalan organisasi berskala besar yang memiliki dampak sosial yang lebih luas.
Jika HRD menjadi agen strategik bagi organisasi dalam lingkungan global yang baru, maka HRD harus mengakui adanya potensi perilaku organiasi disfungsional yang akan mengganggu produktivitas organisasi, sehingga mereka perlu melaksanakan intervensi yang bertujuan untuk meminimalkan dampaknya baik bagi individu, organisasi dan masyarakat, maupun dalam rangka membangun kepercayaan dan kredibilitas organisasi dengan mengadopsi suatu tata kelola organisasi dan menjalankan mandat mediasi dan kendali. Tentu saja para profesional dibidang HRD harus mampu mengembangkan pemikiran strategik ketimbang retorika belaka. Persyaratan organisasi untuk mampu menyesuaikan diri dengan masyarakat dan berbagai norma hukum sebaiknya tidak dilakuan lagi hanya dengan menyediakan lembar “check-list” dalam pendekatan kepatuhan, dengan menyadari dampak sosial negatif dari perilaku organisasi disfungsional.
Para pelaku HRD dapat meminimalkan dampak dari faktor kasat mata yang memiliki kapasitas untuk mempengaruhi, memotivasi dan memfasilitasi perilaku organisasi disfungsional. Kepustakaan yang berkenaan dengan perilaku organisasi disfungsional sangat luas dan beragam dalam hal definisi dan konteks fenomena yang tengah diteliti. Paparan diatas hanya sekedar menelaah kasus baru tentang perilaku organisasi disfungsional dalam konteks krisis keuangan dan perbankan internasional, dengan memperhatikan implikasinya bagi individu, organisasi dan
masyarakat, sekaligus memberikan landasan bagi dilakukannya rekonseptualisasi kerangka kerja HRD melalui lensa perilaku organisasi disfungsional. Kapasitas sumber daya manusia (SDM) sebagai keunggulan kompetitif berkelanjutan dari organisasi mungkin telah banyak difahami oleh para pelaku bisnis. Namun, terdapat paradoksal dari sisi buruk SDM – dengan mengacu pada teori X dan Y dari Mc.Gregor – yang bersifat kontraproduktif yang berdampak sebaliknya terhadap organisasi, berupa kegagalan dari kelembagaan, khususnya dalam konteks krisis keuangan dan perbankan internasional belakangan ini.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close