People Innovation Excellence

Perilaku Organisasi Disfungsional [Bagian 5/Selesai]

Oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Masalah kepemimpinan mungkin sudah sangat dipahami oleh para pakar, akademisi dan konsultan, namun membangun tim berkinerja tinggi tetap sulit dipahami oleh sebagian besar organisasi bisnis. Kepemimpinan adalah faktor keunggulan kompetitif yang paling penting dari suatu organisasi bisnis saat ini, tidak lagi teknologi, keuangan, operasi, atau apa pun. Dengan kepemimpinanlah strategi organisasi bisnis dirumuskan dan sumber daya dibanguan, termasuk keuangan, operasi dan manusianya. Oleh karena itu, suatu bisnis yang gagal menjadi identik dengan hasil dari kinerja tim kepemimpinan yang buruk. Dengan kata lain, kinerja yang buruk adalah hasil dari tim kepemimpinan yang tidak kompeten atau disfungsional. Berdasarkan pengalaman, alasan utama dibalik kinerja organisasi yang buruk bukanlah terletak pada kurangnya pengetahuan bisnis, namun lebih karena adanya praktik kebijakan internal organisasi yang bersifat negatif.
Ilmu manajemen klasik telah menetapkan empat fungsi manajemen, yakni: perencanaan, pengorganisasian, memotivasi dan pengendalian. Secara sederhana, mempertahankan kinerja bisnis yang tinggi merupakan produk keselarasan strategik dari ke empat fungsi tersebut. Keselarasan strategik hanya dapat dicapai jika semua tim kerja di seluruh organisasi berkomunikasi dan bekerja sama dengan erat dan terpadu. Dengan kata lain, keselarasan strategik dapat dicapai oleh suatu tim kerja organisasi, jika semua anggota tim kerja mendayung sampan ke arah yang sama, sehingga kita dapat membayangkan konsentrasi kekuatan dan kecepatan ketika mereka mendayung ke arah yang sama, dan sebaliknya betapa borosnya enerji yang terbuang jika masing-masing pihak memaksa mengayunkan dayung ke arah yang berbeda-beda.
Cepatnya pertumbuhan suatuorganisasi bisnis juga mengandung potensi berkembangnya situasi kebijakan internal organisasi yang buruk, misalnya kebiasaan kerja yang tidak produktif yang pada akhirnya akan menyebabkan penurunan kinerja. Artinya, semakin besar suatu organisasi, maka akan semakin rentan oleh adanya miskomunikasi dan mismanajemen. Namun demikian, organisasi bisnis yang berskala lebih kecil bukan berarti tidak dilanda masalah yang sama. Ketika manajemen cenderung terlalu berfokus hanya pada satu bidang manajemen semata, misalnya rencana peningkatan penjualan, dan tidak memiliki waktu untuk mengelola tantangan internal organisasi lainnya, maka ancaman disfungsional akan muncul. Untuk membangun dan mempertahankan tim berkinerja tinggi, kepemimpinan dan manajer SDM perlu mengawasi sejumlah fenomena dan akar penyebab dari semua masalah sebelum semuanya menjadi terlambat.
Dengan demikian, kita mungkin tidak bisa lagi mentolerir perilaku buruk. Kita semakin menyadari bahwa kedua perilaku – baik maupun buruk – dapat menular dan menginfeksi para pekerja dalam organisasi. Hal ini sudah menjadi fakta sosiologik yang telah dibuktikan, bahwa orang akan meniru perilaku figur atasan mereka agar dapat diterima secara sosial, dan bahkan jika hal itu bukan perilaku normal bagi mereka. Artinya, jika kita membiarkan sejumlah orang berperilaku buruk, maka orang lain akan mengikutinya.
Dengan demikian, proses membangun organisasi yang sehat perlu dimulai dengan menciptakan tim kerja kohesif di semua tingkatan organisasi (atas, tengah, dan manajer lini). Dalam hal ini, perlu dirumuskan suatu program pelatihan eksekutif dan tim kerja guna memecahkan masalah dan pengembangan strategi. Melakukan lokakarya membangun tim kerja di seluruh organisasi, mendidik tim kerja dengan etika profesional dan melatih mereka dengan kemampuan membina hubungan antar manusia, komunikasi, negosiasi dan resolusi konflik. Sekaligus juga berkomunikasi, mendidik dan membangun konsensus tentang strategi, arah dan target kinerja. Setelah strategi disepakati, selanjutnya adalah merancang suatu sistem kinerja untuk membangun motivasi dan kendali, mencakup disini sistem insentif dan sangsi. Sistem yang baru ini harus sesuai dengan tujuan organisasi dan dirancang untuk menghargai suatu kerjasama yang kohesif.
Suatu bisnis yang berskala besar akan sangat tergantung pada orang, ide-ide, komunikasi, dan visi untuk mendorong hasil yang diinginkan secara konsisten. Bisnis demikian perlu dibangun oleh kerja keras, memiliki tujuan yang jelas dan penentuan keberhasilan yang berada dalam jangkauan organisasi. Tentu saja untuk menjalankan semua ini perlu dibarengi oleh kepemimpinan dan manajemen yang mengetahui tentang seluk-beluk bagaimana mendapatkan hal terbaik dari tim kerja organisasi mereka dari hari ke hari, bulan ke bulan dan tahun ke tahun.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close