People Innovation Excellence

MENEROPONG MODEL BISNIS ABAD KE-21 (Bagian 2)

oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Ketika Jamsetji memulai usahanya, India memasuki tahap akhir penjajahan Inggris. Biografi Tata menjelaskan secara rinci dan lengkap tentang perjuangan untuk menciptakan, membina, dan mempertahankan bisnis yang berkembang dalam lingkungan bisnis dan politik yang keras pada saat itu. Bertemu dengan obstruksi, pelecehan dan kebijakan non-kooperasi dari pejabat kolonial Inggris, dilihat oleh Jamsetji bukanlah sebagai hambatan, bahkan telah menumbuhkan kepercayaan pada kekuatan yang tinggi dan ideal. Dikatakan ideal, dikarenakan gagasannya bahwa bisnis harus menguntungkan bagi sebanyak mungkin orang dan masyarakat secara keseluruhan. Dengan kata lain, bahwa suatu tujuan bisnis tidak hanya mengejar keuntungan pribadi semata. Sebagaimana nilai yang diletakkan oleh Jamsetji Tata
sendiri, “bahwa dalam kebebasan berbisnis, masyarakat tidak hanya sebagai pemangku kepentingan lain dalam bisnis, tetapi mereka adalah tujuan yang sebenarnya.”
Ketika perdebatan tentang kedaulatan pemegang saham mencapai puncaknya, para kritikus sering memberi tekanan pada kepentingan stakeholders dan bukanlah hanya pada kepentingan para pemegang saham. Alasan mereka adalah bahwa bisnis memiliki tanggung jawab yang tidak sederhana, yakni tidak hanya memaksimalkan nilai pemegang saham semata, akan tetapi juga perlu melakukan apa yang dianggap benar oleh para pemangku kepentingan, termasuk para pelanggan, mitra bisnis, para pekerja, dan masyarakat setempat. Dalam kaitan tersebut, Jamsetji memiliki perspektif yang lebih holistik, ia tidak hanya melihat “sebatang pohon”, akan tetapi juga “hutan”nya. Bukan hanya melihat pemangku kepentingan individual semata, akan tetapi melihat masyarakat dalam arti luas. Sama seperti hutan sangat penting bagi pelestarian keanekaragaman hayati, maka masyarakat sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Sebagaimana keragaman spesies dalam hutan adalah penopang bagi ekosistem secara keseluruhan, maka keragaman kelompok, sosio-budaya dan etnis (heterogenitas) dalam masyarakat sangat penting untuk kelangsungan hidup umat manusia.
Sebaliknya, seolah telah digerakkan oleh alam, pasar justru berorientasi ke arah homogenitas ketimbang keragaman (heterogenitas), dan katakanlah demi efisiensi semua hal dapat dikesampingkan, meskipun hal ini telah menjadi fungsi penting bagi pembangunan ekonomi. Namun demikian, manusia adalah makhluk yang sangat kompleks, sehingga permasalahan mereka tidak dapat diselesaikan dengan mekanisme pasar semata. Apalagi jika kekuatan pasar justru telah membiarkan manusia terkekang, hubungan antar manusia dalam masyarakat rusak, dengan memainkan mekanisme imbalan, hukuman dan kepatuhan yang memperlebar kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin. Dunia bisnis tidak bisa menempatkan diri mereka pada belas kasih kekuatan pasar, namun menggunakan pasar bagi keuntungan yang terbaik, dengan melihat keterbatasan fungsionalnya. Hal ini merupakan ide dasar yang melandasi “nilai-nilai Tata.” “Nilai-nilai Tata” adalah cita-cita Jamsetji Tata yang ditanamkan selama bertahun-tahun oleh penerusnya dan para pemimpin lain dari Tata Group. Nilai-nilai ini telah diekspresikan secara eksplisit kedalam koleksi tulisan, termasuk peringatan, kata-kata mutiara, anekdot, dan analogi. Berikut ini adalah prinsip-prinsip panduan dari JRD Tata, yang memimpin konglomerasi tata selama 53 tahun, antara tahun 1938-1991, yakni:
1) Sesuatu yang pernah dicapai menjadi tidak berharga tanpa dilakukan pemikiran yang mendalam dan kerja keras;
2) Kita selamanya perlu berusaha untuk mencapai suatu keunggulan, atau bahkan kesempurnaan, dalam setiap tugas betapapun kecilnya, dan jangan pernah puas dengan terbaik kedua;
3) Tidak ada keberhasilan atau prestasi material yang berharga, kecuali melayani kebutuhan atau keinginan masyarakat, bangsa dan negara yang dicapai dengan cara yang adil dan jujur; dan
4) Hubungan antar manusia yang baik tidak hanya membawa manfaat pribadi yang besar, akan tetapi juga sangat penting bagi keberhasilan bisnis apapun.
Dengan menyerap prinsip-prinsip tersebut diatas adalah suatu penghormatan terhadap kebesaran jiwa dan kemanusiaan. Gagasan yang hendak dipesankannya adalah bahwa nilai sebenarnya hanya dapat dicapai oleh mereka yang percaya pada potensi manusia, berpikir secara mendalam dan bekerja dengan tekun, berusaha untuk kebaikan masyarakat, dan hidup secara selaras antara satu dengan lainnya, dalam suatu kaidah bisnis humanistik. Dalam suatu retrospektif, nilai humanistik ini sempat terkikis oleh ledakan ekonomi di Jepang pada tahun 1980-an. Tata kelola bisnis atas dasar kepatuhan, laporan triwulanan, dan sejumlah pengawasan yang berlebihan telah menciptakan suatu sistem yang didasarkan pada rasa saling curiga di antara manusia, ketika semua orang mendasarkan keputusan mereka pada perhitungan obyektif sempit semata, yang terlalu fokus pada “pohon”nya dan tidak pada “hutan”nya. Kita menyadari bahwa perilaku bisnis seperti demikian dapat menimbulkan risiko mematikan, yakni kehilangan pelanggan, mitra bisnis, para pekerja, masyarakat setempat, dan masyarakat yang lebih besar yang merupakan jumlah total dari para pemangku kepentingan. Yaitu mereka yang selama ini rela melakukan bisnis dan bersedia membeli barang dan/atau jasa dari kita.
Berdasarkan pengamatan para pakar terhadap bisnis berusia panjang di Jepang dan India, dapat disimpulkan adanya 8 prinsip “rahasia umur panjang” bisnis sebagai berikut, yakni:
(1) Adanya suatu sistem bisnis dengan nilai, visi, dan misi yang jelas
Bisnis yang berumur panjang memiliki prinsip-prinsip yang jelas mengenai tujuan dan sifat mereka sebagai sebuah entitas, dan mereka memanfaatkan prinsip-prinsip tersebut kedalam pengelolaan bisnis mereka. Prinsip-prinsip tersebut dapat disimpan pada memori korporasi dalam bentuk kutipan dan anekdot tentang pendiri, falsafah atau piagam keluarga, sebagaimana contoh pada Tata Group, yang diabadikan dalam etika bisnis yang mencakup segala hal yang mengekspresikan nilai-nilai, perilaku, protokol, dan sebagainya, dimana para pekerja ditanamkan dan dibentuk oleh nilai-nilai yang tegas terkait dengan filosofi dan budaya bisnisnya.
(2) Fokus pada tujuan bisnis jangka panjang
Bisnis yang paling lama hidup umurnya adalah bisnis non publik dan bebas dari tirani fluktuasi harian harga saham, laporan laba kuartalan, dan tekanan para pemegang saham yang menuntut keuntungan dibagikan sebagai dividen. Karena mereka fokus pada kesehatan bisnis dan pertumbuhan jangka panjang, maka kegiatan bisnis dapat melaju ke arah tujuan yang jelas, dengan investasi yang diarahkan untuk pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus komitmen bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM), yang kesemuanya terimbali dengan membuatnya lebih kompetitif. Disamping itu, pengelola bisnis juga menempatkan prioritas tinggi pada kepercayaan dan reputasi bisnis yang sama-sama dibangun melalui orientasi jangka panjang.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close