People Innovation Excellence

MENEROPONG MODEL BISNIS ABAD KE-21 (Bagian 3 -Selesai-)

oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

(3) Mengutamakan Sumber Daya Manusia (SDM) Humanistik
Mereka yang mencita-citakan kelangsungan bisnisnya berlangsung lama adalah mereka yang menempatkan SDM pada prioritas pertama, yang lebih tinggi daripada sumber daya lainnya, apakah berupa barang material atau uang. Mereka akan melihat bahwa SDM bukan sebagai komponen mesin yang setiap saat dapat diganti, akan tetapi sebagai entitas yang mampu tumbuh. Dengan sendirinya, mereka akan mampu mengembangkan sistem pelatihan yang efektif untuk memaksimalkan pertumbuhan SDM dan kesejahteraan mereka. Karena banyak bisnis yang dikelola oleh keluarga, maka para eksekutif mereka biasanya mampu menginvestasikan waktu dalam memilih dan melatih penggantinya. Dalam beberapa kasus mereka juga telah memiliki mekanisme untuk menggeser posisi eksekutif yang tidak kompeten.
(4) Berorientasi pada pelanggan
Dasar dari setiap bisnis adalah pelanggan. Ketika bisnis secara konsisten menempatkan pelanggan pada prioritas pertama, maka akan semakin banyak orang secara alami akan mencari barang dan/atau jasa yang ditawarkannya, dimana peningkatan nilai penjualan dan laba akan tumbuh sebagai hasilnya. Dalam momen seperti inilah suatu bisnis dapat menciptakan nilai. Suatu bisnis yang mengabaikan reputasi mereka, pada gilirannya akan kehilangan para pelanggan dan kesempatan meraup keuntungan yang lebih tinggi, dan membuat jalan bagi kehancurannya sendiri. Bisnis yang berumur panjang memiliki mekanisme untuk mempertahankan budaya dimana para pekerja tidak pernah melupakan prinsip dasar bisnis dan tetap sadar setiap saat bahwa nasib bisnisnya berada di tangan para pelanggan.
(5) Kesadaran sosial
Melaksanakan “Corporate Social Responsibility” (CSR) bukan sekedar mengikuti arahan atau formalisme dari anjuran pemerintah semata. Hal tersebut harus lahir dari kesadaran mendasar, bahwa bisnis yang dijalankan telah menerima banyak manfaat dari masyarakat, karenanya pengelola bisnis memiliki kewajiban untuk memberikan kembali manfaat yang telah diterimanya tersebut terhadap masyarakat. Mendalami kesadaran sosial ini tidak melulu bergantung atau sekedar memenuhi konsesi pada pemerintah. Sebaliknya, motivasi pengelola bisnis untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat berasal dari prinsip kemerdekaan mereka.
(6) Inovasi berkelanjutan dan reformasi internal
Pengelola bisnis yang mampu bertahan hidup, tidak beristirahat pada kemenangan atau terjerumus pada rasa puas diri, sebaliknya mereka akan selalu beradaptasi dengan dunia yang terus berubah. Sementara mereka mengkonsolidasikan kekuatan internal yang ada, mereka juga melakukan reformasi dan melakukan pemangkasan terhadap beban bisnis yang berlebihan.
(7) Berhemat
Pengelola bisnis perlu menabung atau mencadangkan dana untuk masa depan mereka, sehingga ketika ada suatu kesempatan mereka dapat melakukan suatu investasi yang berani dalam bisnis baru. Dalam kaitan ini, mereka membutuhkan upaya berhemat dan menempuh setiap langkah yang masuk akal guna menabung setiap hari. Penghematan juga akan membantu menumbuhkan sikap yang serius terhadap para pekerja dengan tumbuhnya motivasi untuk memproduksi barang dan/atau jasa dengan lebih baik.
(8) Membangun budaya organisasi berdasarkan pada prinsip butir 1 sampai 7.
Sebagian besar bisnis yang berumur panjang telah menggunakan berbagai mekanisme, perangkat, prosedur, dan protokol untuk menegaskan kembali praktik sistem nilai mereka sendiri, etos kerja, dan memori korporasi, tidak terlena oleh keberhasilan pendahulu mereka dan warisan yang telah diterimanya.
Suatu bisnis yang ingin mewujudkan delapan prinsip tersebut diatas, tentunya tidak mengadopsi entitas tersebut secara mekanik. Sebagaimana ekosistem hutan belantara, dimana secara organik semua unsur terkait bersama-sama untuk menciptakan dan mempertahankan suatu ekosistem, atau katakanlah sebagai sebuah komunitas.
Dengan melihat delapan prinsip di atas, sejumlah orang mungkin berpendapat bahwa hal tersebut juga merupakan arah yang dituju oleh model bisnis Barat dalam beberapa tahun terakhir ini. Model bisnis di Barat juga tengah bekerja keras untuk membangun budaya bisnis yang mendukung etika bisnis sesuai dengan “pergeseran nilai-nilai” yang tengah berlangsung pada era globalisasi ini. Gagasan menempatkan para pelanggan sebagai prioritas utama juga ditemukan dalam kredo dan kode etik di banyak korporasi yang sangat baik di Barat? Dan kesadaran sosial pada dasarnya identik dengan gagasan CSR yang telah menjadi begitu modis dalam beberapa tahun terakhir ini?
Tidak diragukan lagi bahwa terdapat sejumlah kesamaan antara prinsip-prinsip bisnis Timur (Asia) dan Barat. Namun pada konsep Jamsetji Tata terdapat keinginan yang kuat untuk menjembatani segala perbedaan yang masih ada. Untuk Jamsetji, bisnis adalah jalan untuk membantu sesama manusia dan membantu masyarakat, yang bisa disebut juga sebagai “kapitalisme sosialis”, guna mempertemukan antara aktivitas bisnis dengan “jalan Bodhisattva”. Manusia tidak dapat bertindak hanya berdasarkan logika atau uang semata, sehingga ide bisnis altruistik sebagai sarana berbuat baik bagi sesama manusia, pasti akan menghadapi perlawanan dari para eksekutif bisnis Barat, meskipun mereka memiliki komitmen terhadap CSR. “Bisnis tidak filantropi,” demikian mereka berpendapat. “Jika anda ingin melibatkan ide filantropi dalam bisnis, maka lakukanlah seperti Bill Gates dengan mendirikan sebuah yayasan.”
Ide-ide Shosan, seorang biksu Zen, dan pedagang Omi, dari keduanya dapat ditelusuri kembali tentang adanya pengaruh ajaran Buddha. Dan pandangan dasar
dari Buddhis akan terus mempengaruhi orang Jepang saat ini, meskipun pada tingkat bawah sadar. Agama Jamsetji adalah Zoroastrianisme, tetapi karena mereka tinggal di India, maka Tata Group tumbuh bersama masyarakat India, dan mereka tidak bisa mengelak dari pengaruh ajaran Hindu. Resonansi filosofi bisnis Jepang dan India berasal dari pandangan mereka tentang dunia yang mendasarinya, dan hal tersebut dapat dilacak pada pemikiran Jepang dan India kuno, yang menekankan pada adanya keterkaitan dari semua makhluk. Orang Jepang dan India telah menemukan suatu benang merah falsafah bisnis yang serupa dan telah melampaui batas ruang dan waktu, dimana capaian yang diperoleh adalah suatu karma, demikian juga sebaliknya.
Last but not least, era digital telah membawa terobosan revolusioner terhadap praktik bisnis abad 21 ini, namun identitas, keunikan, dan keragaman manusia tidak dapat diredusir kedalam homoginitas masyarakat sebagaimana dikehendaki oleh pasar. Secara fitrah manusia perlu mengukuhkan jati dirinya sebagai manusia utuh yang berbudaya dan beradab. Sepanjang kemajuan teknologi diatas bermanfaat bagi kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat seluas-luasnya, maka sumber daya manusia (SDM) akan tetap merupakan aset utama yang tidak tergantikan. Kedelapan prinsip diatas merupakan nilai yang perlu kita dalami secara seksama, guna menyikapi berbagai perubahan dan perkembangan global yang tengah terjadi, sebagai dampak dari perubahan ekonomi dan teknologi komunikasi dan informasi (ICT).


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close