People Innovation Excellence

PERAN INTELIJEN KOMPETITIF DALAM PERSAINGAN BISNIS KONTEMPORER (Bagian 1)

oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, banyak bisnis yang lebih berfokus pada prinsip-prinsip pemasaran dengan memahami dan memuaskan para pelanggan. Fokus ini telah mendorong para pelaku bisnis menciptakan peluang pelanggan baru, dengan memodifikasi saluran distribusi yang ada, pengembangan produk baru, reorganisasi dan restrukturisasi untuk mencapai tujuan tersebut. Harus diakui, bahwa tindakan yang berfokus pada pelanggan memang dapat mengarah pada pertumbuhan dan profitabilitas bisnis. Dewasa ini, hampir semua pelaku bisnis menyadari bahwa mereka tidak dapat meningkatkan pertumbuhan dan profitabilitas tersebut tanpa pemahaman mendalam terhadap setiap aspek bisnis dan aktivitas para pesaing mereka. Namun hanya sedikit para pelaku bisnis yang mampu menerapkan pengetahuan mereka untuk memahami para pesaingnya, dan sekaligus melakukan upaya proaktif yang sistematik untuk mencapai suatu keunggulan kompetitif. Para pelaku bisnis telah mencoba secara intens untuk memanfaatkan informasi yang mereka miliki kedalam suatu sistem intelijen kompetitif dan mereka bertindak atas informasi intelejen tersebut. Dengan bisnis yang lebih kompleks dan iklim ekonomi yang tidak menentu, maka sejumlah organisasi bisnis telah melengkapi diri mereka dengan intelijen kompetitif yang jauh lebih canggih guna menghadapi kompetisi. Mereka terus-menerus mencari informasi mutakhir lebih lanjut, dan lebih banyak menyisihkan waktu dan usaha mereka untuk melakukan suatu analisis intelijen. Dengan demikian semakin disadari oleh para pelaku bisnis, bahwa program intelijen kompetitif yang efektif mutlak diperlukan dalam lingkungan bisnis saat ini. Kegiatan intelijen tersebut terutama difokuskan pada analisis para pesaing dengan pendekatan analisis-sintesis dalam lingkup kegiatan intelijen kompetitif. Fokus perhatian lebih ditujukan pada profil pesaing yang mencakup ikhtisar pesaing, profil para eksekutif kunci, profil pasar dan lini produk, operasi dan teknologi, dan kinerja keuangan. Termasuk didalamnya analisis dan menafsirkan bagaimana kekuatan serta kelemahan para pesaing, ketersediaan sumber daya dan arah strategik yang akan ditempuhnya. Kegiatan intelijen bisnis tersebut meliputi pemindaian lingkungan, termasuk isu-isu seperti kondisi ekonomi, perubahan sosial, perkembangan teknologi, peristiwa politik dan perubahan peraturan pemerintah.
Program intelijen kompetitif adalah fondasi dimana tujuan organisasi bisnis, strategi dan taktik dibangun, dinilai dan dimodifikasi. Kegiatan ini juga menilai potensi, siklus atau daur hidup industri dan kemampuan pesaing saat ini untuk mempertahankan atau mengembangkan keunggulan kompetitifnya. Program intelijen kompetitif juga memberikan masukan bagi pengambilan keputusan tentang produk, pasar dan lini bisnis serta bagi investasi dan pengembangan, termasuk menjalin, melanjutkan dan menghentikan usaha patungan atau kemitraan. Meskipun
terdapat cara yang berbeda untuk merancang dan melaksanakan program intelijen kompetitif, namun kesemuanya memiliki berbagai unsur yang bersifat umum, yakni:

  • Program intelijen kompetitif berfokus pada industri dan penciptaan profil pesaing, terutama mengidentifikasi aksi dan reaksi pesaing sebagai implikasi dari adanya perubahan industri dan kinerja organisasi;
  • Data-informasi yang terkumpul, diorganisir dan dievaluasi sehingga pelaku bisnis mendapat keuntungan baru dan memperoleh wawasan yang berbeda tentang makna kompetisi; Setiap individu dalam unit organisasi diberi tanggung jawab formal untuk melakukan kegiatan intelijen, sehingga setiap anggota organisasi adalah antena intelijen;
  • Program intelijen kompetitif dikembangkan untuk mengatasi perubahan isu-isu yang bersifat kritikal dan untuk dimungkinkannya pembaharuan organisasi; dan
  • Program intelijen kompetitif bukanlah spionase industri, namun lebih pada proses pengumpulan data-informasi yang tersedia di arena publik, dengan menganalisis dan menggunakan data-informasi publik tersebut. Adapun upaya memperoleh informasi rahasia dengan motif kejahatan, dan bertindak dengan cara yang kurang etikal atau bahkan ilegal, bukan termasuk pada kategori kegiatan intelijen kompetitif.

Suatu organisasi bisnis akan terus mencari cara-cara baru guna mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dan untuk melawan persaingan yang agresif. Organisasi bisnis yang proaktif telah mengenali lebih jauh keuntungan yang bisa diperoleh dari program intelijen kompetitif yang diselenggarakan. Dalam industri semikonduktor Jepang, misalnya, organisasi besar seperti Mitsubishi, Mitsui, Sumitomo dan Marubeni telah membangun suatu departemen yang menyaingi pusat intelejen Amerika Serikat (CIA) dari sisi kemampuan dan akurasinya. Sementara di Amerika Serikat sendiri, program intelijen kompetitif merupakan alat populer di kalangan bisnis seperti IBM Corp, Texas Instruments, Inc., Citicorp, AT & T Inc, US Sprint, McDonnell DouglasCorp, dan 3M. Organisasi seperti mereka telah mengembangkan program intelijen kompetitif dengan suatu tujuan sebagai berikut, yakni:

  • Adanya peringatan dini tentang peluang dan ancaman, seperti diperlukannya melakukan suatu akuisisi atau aliansi tentang produk dan pelayanan kompetitif di masa depan;
  • Membangkitkan kesadaran yang lebih besar bagi manajemen tentang perubahan pesaing, sehingga organisasi lebih mampu beradaptasi dan merespon perubahan dengan cepat dan tepat;
  • Memastikan bahwa keputusan perencanaan strategik telah didasarkan pada kecerdasan yang relevan dan tepat waktu; dan
  • Melakukan audit secara sistematik tentang daya saing organisasi dan posisi relatifnya secara objektif.

Terdapat banyak pendekatan untuk menciptakan intelijen kompetitif. Pengalaman dari berbagai organisasi bisnis telah menunjukkan unsur penting dalam proses intelijen yang efektif, yakni termasuk:

  • mendefinisikan masalah bisnis;
  • menentukan sumber data-informasi kompetitif;
  • mengumpulkan dan mengatur data-informasi kompetitif;
  • menghasilkan “kecerdasan” yang bisa ditindaklanjuti;
  • mengkomunikasikan hasil dan temuan; memberikan masukan dalam proses perencanaan strategik; dan
  • memberikan umpan balik untuk dilakukannya evaluasi ulang.
    Suatu contoh dari masalah bisnis yang khas adalah:
  • Bagaimana barang atau jasa dibedakan? Bagaimana kita dapat menambahkan nilai bagi para pelanggan dengan melakukan sesuatu yang lebih baik atau berbeda dari para pesaing kita? Bagaimana kualitas dapat ditingkatkan dan dirasakan para pelanggan?;
  • Bisakah kita melakukan suatu daya ungkit (leverage), sinergi dan fokus untuk mendapatkan keuntungan?;
  • Mampukah kita menentukan arah pertumbuhan alternatif yang perlu dipertimbangkan? Bagaimana pertumbuhan tersebut harus dikejar?;
  • Tingkat investasi apa yang paling tepat untuk setiap segmen pasar?; dan
  • Strategi terbaik apakah yang perlu dilakukan yang sesuai dengan kekuatan dan tujuan organisasi bisnis?

Intelijen kompetitif pada tingkatan taktikal berfokus pada masalah bisnis, seperti tindakan pesaing, pelanggan dan pemasok yang dapat berdampak pada bisnis saat ini, bulan depan atau kuartal berikutnya. Intelijen tersebut biasanya dikembangkan pada unit bisnis atau sektor dan/atau sub-sektor bisnis. Sebaliknya, intelijen kompetitif strategik akan memandu arah keseluruhan unit bisnis. Langkah intelijen strategik, meskipun sering diberi umpan oleh informasi taktikal, namun inisiatifnya harus datang dari tingkat manajemen senior organisasi bisnis. Manajemen senior perlu menentukan sumber data-informasi kompetitif setelah masalah bisnis diidentifikasi dan proyek terpetakan. Sumber utama data-informasi kompetitif dapat diidentifikasi dan dimanfaatkan, yang biasanya bersumber dari, yakni:

  • staf internal;
  • informasi yang dipublikasikan;
  • hasil wawancara dengan pihak ketiga; dan
  • penelitian.

Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close