People Innovation Excellence

PERAN INTELIJEN KOMPETITIF DALAM PERSAINGAN BISNIS KONTEMPORER (Bagian 3)

oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Kunci keberhasilan komunikasi intelijen adalah fokus pada isu-isu kompetitif yang paling penting dan krusial, dan bagaimana menerapkan data-informasi yang tersedia dengan cepat dan bijak guna mengatasi masalah. Misalnya, Canon menyadari bahwa banyak pengetahuan tentang pasar berada di luar Jepang, sehingga memutuskan untuk menerjemahkan data-informasi penting berkenaan dengan aspek teknikal dan kegiatan pesaing ke dalam bahasa Jepang, sehingga data-informasi dapat diakses oleh semua jajaran manajemen. Intelijen kompetitif dapat secara efektif diintegrasikan ke dalam proses manajemen strategik, dengan memberikan umpan-balik , evaluasi dan/atau revaluasi, sehingga proses intelijen kompetitif yang efektif justru terletak pada mekanisme umpan balik nya. Dalam hal ini, para pengguna perlu mengevaluasi dan/atau revaluasi perihal relevansi, ketepatan waktu dan kelengkapan materi, sehingga umpan balik dapat membantu memperjelas kebutuhan pengguna, mengidentifikasi data-informasi yang hilang dan menyarankan wilayah pasar baru untuk dilakukan suatu penelitian.
Persaingan bisnis telah meningkat selama 50 tahun terakhir ini, sehingga telah terjadi evolusi pemikiran, praktik, peralatan dan teknik yang mendukung upaya intelijen kompetitif. Suatu peralatan dan teknik dapat dikategorikan sebagai strategik, jika hal tersebut berorientasi pada produk, pelanggan, keuangan dan perilaku. Suatu organisasi bisnis dianggap memiliki keunggulan strategik, jika mereka tidak hanya memiliki data-informasi tentang kondisi persaingan saat ini semata, akan tetapi juga mampu mengantisipasi perubahan yang memiliki implikasi strategik. Dengan kata lain, suatu organisasi bisnis dapat dikatakan mampu bertahan hidup dan berhasil memenangkan persaingan, jika ia mampu melakukan adaptasi strategik dan menetapkan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Analisis strategik telah berkembang secara signifikan selama 30-40 tahun terakhir ini, karena persaingan telah meluas secara lebih global dan tajam. Meskipun alat analisis teknikal dan
strategikal pada awalnya dikembangkan dan digunakan dalam lingkup internal organisasi bisnis, namun hal yang sama juga berlaku untuk analisis kompetitif. Alat dan teknik yang sebelumnya banyak digunakan untuk menganalisis dan mengevaluasi internal organisasi, secara eksplisit telah berbalik digunakan bagi lingkungan eksternal guna menganalisis perilaku pesaing. Sejumlah organisasi telah menggunakan beberapa teknik analisis strategik dalam mengembangkan kecerdasan kompetitif untuk kepentingan bisnis strategik mereka. Selain membantu dalam menentukan pilihan strategik yang tepat, teknik tersebut telah memberikan kerangka bagi diskusi rasional dan ide-ide alternatif, sehingga telah menjadi sarana komunikasi strategik bagi organisasi. Beberapa teknik ini, yakni:

  • Analisis klasifikasi industri;
  • Analisis kompetensi inti;
  • Analisis sumber daya; dan
  • Analisis masa depan.

Analisis klasifikasi industri adalah mengidentifikasi industri pada sekelompok industri sejenis guna lebih memahami sifat kompetisi mereka dan sumber-sumber keunggulan kompetitif dalam suatu industri. Analisis klasifikasi industri adalah teknik yang berharga untuk mengungkapkan kesamaan dan perbedaan penting antar industri. Dengan demikian, analisis klasifikasi industri adalah alat yang sangat berharga untuk mengembangkan kecerdasan kompetitif. Suatu industri biasanya mengikuti siklus atau daur kehidupan yang melibatkan sejumlah karakteristik evolusi industri yang berbeda, dimana daur hidup industri biasanya setara dengan daur hidup produk(PLC), dengan mengikuti urutan pengenalan, pertumbuhan, kematangan dan penurunan.
Pada tahap pengenalan, produk industri hanya sedikit diketahui umum, dimana penetrasi pasar pada awalnya lambat karena baik produk maupun pelanggan sama-sama berada pada tahap rintisan. Memasuki tahap pertumbuhan, terjadi difusi informasi tentang produk yang menyebabkan percepatan dalam penetrasi pasar. Pada tahap kematangan, pasar mulai mendekati tingkat kejenuhan, terjadi pergeseran permintaan dari pelanggan baru untuk produk pengganti, sehingga tingkat pertumbuhan penjualan industri melambat. Akibatnya sejumlah industri menjadi tertantang oleh kehadiran industri baru yang menghasilkan produk pengganti dengan teknologi yang lebih unggul, sehingga industri tadi memasuki tahap penurunan. Durasi tahapan daur hidup bervariasi dari industri ke industri. Misalnya, daur hidup untuk industri kereta api berlangsung selama sekitar 100 tahun sebelum memasuki tahap penurunan. Komputer pribadi (PC) dari Aple pertama kali diperkenalkan pada tahun 1976. Pada tahun 1978, industri tersebut mengalami tahap pertumbuhan dengan bermunculannya bisnis baru serupa yang didirikan memasuki industri. Menjelang akhir tahun 1984, tanda-tanda kejenuhan mulai muncul: pertumbuhan melambat bahkan terhenti, kelebihan kapasitas muncul, dan industri mulai mengkonsolidasikan sejumlah organisasi bisnis. Sejumlah industri mungkin tidak pernah memasuki tahap penurunan. Sebagai contoh, industri pemasok kebutuhan pokok seperti konstruksi perumahan, pengolahan makanan dan
pakaian akan tetap matang dan mampu terhindar dari penurunan yang berkepanjangan. Bahkan sejumlah industri mungkin mengalami peremajaan daur hidup mereka. Meskipun daur hidup merupakan teknik umum dalam klasifikasi industri yang digunakan dalam analisis strategik, banyak pendekatan klasifikasi lain yang dimungkinkan. Suatu industri dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis pelanggan, berdasarkan sumber daya utama yang digunakan untuk bersaing, misalnya berbasis teknologi, berbasis pemasaran, atau industri berbasis keterampilan profesional, atau bisa juga dengan menggunakan lingkup geografis industri, seperti lokal, nasional ataupun global. Hal terpenting dari analisis klasifikasi industri adalah apakah hal tersebut dapat membuka wawasan baru tentang adanya persamaan dan perbedaan diantara industri dengan tujuan untuk merumuskan strategi intelijen dan bisnis yang kompetitif. Analisis kompetensi inti dan klasifikasi industri cocok untuk menggambarkan daya saing suatu organisasi bisnis atau industri, yaitu apa yang membuat suatu bisnis atau industri lebih menguntungkan daripada yang lainnya. Misalnya, mengapa sejumlah bisnis tertentu tampaknya mampu terus-menerus menciptakan bentuk-bentuk baru keunggulan kompetitifnya, sementara bisnis yang lain tampaknya hanya mampu mengamati dan mengikuti saja?
Dalam konteks intelijen kompetitif, organisasi bisnis perlu dilihat tidak hanya sebagai portofolio barang dan/atau jasa saja, akan tetapi juga sebagai portofolio kompetensi inti. Kompetensi inti ini merupakan konsolidasi teknologi dan keterampilan dari seluruh organisasi bisnis yang membentuk kepercayaan yang koheren. Faktor kunci dari manajemen strategik adalah mengelola kompetensi inti dari unit bisnis, sehingga keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dari unit bisnis adalah berasal dari kompetensi inti. Menurut Prahalad dan Hamel (1994), organisasi bisnis paling tidak memiliki lebih dari lima atau enam kompetensi inti atau dasar. Kompetensi inti ini berkontribusi secara tidak proporsional terhadap nilai pelanggan, memiliki nilai kompetitif unik dan dapat diterapkan untuk berbagai macam produk. Masing-masing kompetensi inti tersebut mendasari beberapa unit usaha. NEC telah mengembangkan kemampuan mendasar dalam beberapa bidang teknik, seperti semi-konduktor, komputasi dan telekomunikasi, yang dapat digabungkan untuk mencapai keunggulan lebih dari pesaing yang tidak memiliki kompetensi dasar yang sama. Kemampuan inti tidak terlalu berorientasi pada produk (output) akan tetapi lebih pada proses. Artinya, organisasi bisnis dapat memperoleh keunggulan kompetitif yang signifikan melalui proses bisnis utama. Dalam menilai kompetensi inti, yang penting bukan hanya kompetensi saat ini semata, melainkan potensi organisasi bisnis untuk memperluas, mengembangkan dan memindahkan kemampuan intinya. Salah satu contoh yang sering dikutip adalah kejelian yang sering dilakukan Wal-Mart. Pengecer ini tahu persis item barang dan tahu persis seberapa banyak dari masing-masing item telah terjual di setiap toko pada setiap harinya. Informasi ini diumpankan kembali melalui sistem informasi organisasi kepada para pemasoknya. Dengan demikian, para pemasok dapat dengan cepat mengirimkan barang pengganti melalui sistem distribusi Wal-Mart untuk menghindari kekosongan barang. Sistem suplai yang sangat efektif dan efisien ini
merupakan rantai pelanggan yang menyulitkan para pesaing untuk mengalahkan WalMart.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close