People Innovation Excellence

MODEL KEPEMIMPINAN BISNIS ABAD 21 (Bagian 1)

oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Bagi para wirausahawan, kepemimpinan adalah bagian paling penting untuk menjalankan visi dan misi bisnis mereka. Namun dalam iklim bisnis yang terus berubah, mereka tidak bisa terpaku lagi dengan mengandalkan model kepemimpinan masa lalu untuk memenuhi tantangan persaingan di tempat kerja saat ini. Memerintah dengan “berteriak” pada bawahan, adalah gaya memimpin ala tahun 1950-an, dan cukup mendominasi praktik kepemimpinan, sehingga para pemimpin senang dipanggil “bos”, untuk menyembunyikan arti sesungguhnya dari kata “tiran”. Namun gaya kepemimpinan dan manajemen yang lebih longgar seperti terjadi di tahun 1990-an, ternyata juga sulit mendapatkan kinerja yang unggul dan handal untuk mengimbangi persaingan.

Jadi apa ciri-ciri pemimpin abad ke-21 yang perlu dikembangkan agar menjadi pemimpin yang berhasil? Sebenarnya sejumlah faktor dari model kepemimpinan positif masa lalu belum benar-benar berubah. Para pemimpin yang konsekuen dan konsisten, mampu menginspirasi dan berinovasi, merupakan tipe pemimpin yang masih dijadikan panutan dan dianggap penting bagi bawahan. Akan tetapi selain kualitas kepemimpinan tersebut, suatu gaya kepemimpinan baru telah muncul, yang menyesuaikan keterampilan unik dengan lingkungan saat ini. Sejumlah konsultan manajemen telah menyanjung para pemimpin baru ini dengan julukan “pasukan tercerahkan”. Pemimpin bisnis yang sukses pada hari ini adalah pemimpin yang menentukan, berwawasan, dan terus-menerus menantang konvensi bisnis untuk menjaga agar ide-ide segar tetap mengalir, demikian menurut konsultan manajemen Mark Stevens. Pasukan tercerahkan ini adalah model pemimpin abad ke-21.

Dikatakan sebagai pasukan tercerahkan, karena pemimpin semacam ini, menurut Stevens, adalah pemimpin moderen yang mampu mengidentifikasi peluang terlepas dari adanya suatu kompetisi, dan sekaligus mampu mengolah data-informasi dari semua pihak untuk melihat berbagai kemungkinan dari suatu tren yang sedang berkembang. Suatu pasukan melambangkan adanya gelora “kegairahan” untuk mencapai tujuan, sekaligus kemauan dan kegigihan untuk menyerang dalam arena “pertempuran” kompetisi, serta ketegasan dalam melawan kelemahan organisasi dan diri sendiri. Dengan adanya suatu kegairahan, suatu pasukan akan mampu “berperang secara konstruktif dan terus-menerus,” bukan hanya memberondong dengan sejumlah tembakan, akan tetapi juga mampu menembak dengan benar.

Beberapa faktor baru dalam lingkungan bisnis saat ini didorong oleh perubahan teknologi yang semakin cepat, yang telah membuka ruang kemungkinan baru dalam setiap bidang bisnis. Dua perubahan besar terjadi pada keragaman perkembangan angkatan kerja antar negara dan bangsa serta kelangkaan pekerja kreatif.

Berikut ini adalah intisari dari ciri-ciri utama yang membuat tempat kerja kita berubah:
Pertama, adaptasi: pasar dapat berubah dalam hampir semalam, karenanya para CEO harus siap untuk belajar dengan cepat atas pergeseran yang terjadi dengan cepat pula. Dengan demikian, tugas para CEO saat ini adalah membantu organisasi mengembangkan kapasitas untuk beradaptasi. Bagian yang paling sulit adalah menentukan apa yang perlu berubah dalam organisasi dan apa yang tidak perlu diubah tanpa menimbulkan konsekuensi negatif, sehingga adaptasi sebetulnya adalah proses yang sangat rumit yang menghadapkan bisnis pada pilihan yang sulit, diantaranya adalah mengorbankan nilai-nilai, keyakinan, atau cara-cara berbisnis yang sebelumnya kita anggap penting dan telah terbukti pernah membuahkan keberhasilan. Oleh karena itu para pemimpin perlu merancang seluruh organisasi bisnis mereka untuk mampu beradaptasi, dan bukan hanya mereka sendiri. Yaitu membangun suatu lingkungan dimana para pekerja didorong untuk mengekspresikan pandangan mereka dengan mengangkat isu-isu yang sulit sebelum mereka benar-benar dihadapkan pada suatu krisis, terutama memberikan penekanan pada keseluruhan organisasi agar mampu belajar dari kesalahan.
Kedua, fleksibilitas: para pemimpin perlu belajar kearah pola pemecahan masalah untuk mengeksplorasi pilihan baru, mampu menciptakan nilai dengan menyeimbangkan beberapa tantangan dan pilihan. Dalam hal ini, yang dibutuhkan adalah pemahaman terhadap situasi dalam arti yang sesungguhnya, dan tidak terpaku pada apa yang telah dikerjakan sebelumnya, dengan mengajukan suatu pertanyaan, ‘Apa yang tengah dikerjakan di sini? Mengingat suatu situasi yang berbeda akan membutuhkan perilaku yang berbeda pula.
Ketiga, kesadaran diri: sebelum para pemimpin dapat mengatasi tantangan pada organisasi mereka, maka mereka harus pandai bercermin, sebagaimana dikatakan oleh Ken Blanchard, ko-penulis manajemen klasik The One Minute Manager, yang mengungkapkan bahwa “perjalanan awal kepemimpinan adalah melihat diri sendiri, untuk kemudian baru menangani masalah satu demi satu, mengatasi masalah suatu tim kerja, dan kemudian sebuah organisasi.” Alan Gilburg, pimpinan Gilburg Leadership Institute di Holyoke, Massachusetts, menyetujui pendapat ini, “bahwa para pemimpin perlu untuk melihat ke dalam dan membasmi pola perilaku negatif-nya”. Dalam hal ini Gilburg mengambil contoh dua jenis umum pemimpin demikian, yakni: sang otokrat yang berambisi membuat keputusan besar akan tetapi enggan mengambil tanggung jawab dalam memenuhi tujuan mereka, dan seorang birokrat-kriptokrat yang menggeser keputusan dan tanggung jawab penting terhadap orang lain ketika mereka harus memimpin. Hal ini bukan tentang alat dan teknik, melainkan tentang siapa pengguna alat dan teknik tersebut (the singer but not the song).
Keempat, keterampilan tenaga kerja: para pemimpin perlu belajar tentang fenomena gelombang baru pekerja muda kreatif yang menuntut iklim kerja yang membahagiakan, yang jika hal ini luput terperhatikan, mereka akan berisiko kehilangan tenaga kerja terbaik mereka. Diantaranya adalah munculnya sejumlah tenaga kerja perempuan yang memiliki kelebihan, yang cenderung mampu menjalin hubungan ketimbang CEO pria. Ciri-ciri yang diinginkan oleh tenaga kerja tersebut adalah otentisitas kepemimpinan, aksesibilitas dan menghormati individualitas mereka. “Mereka menginginkan imbalan yang adil manusiawi dari pengorbanan yang mereka persembahkan pada organisasi”. Menurut Bourgeois, “Jika seorang pemimpin berkata, ‘di bawah kepemimpinan saya, kita akan …,” maka para pekerja akan serentak berdiri dan lantang berkata,”omong kosong …! ” Dengan demikian para pemimpin perlu mengembangkan kemampuan mereka untuk berhubungan dengan tenaga kerja mereka yang begitu beragam dalam sepanjang sejarah kemanusiaan. ”

Selain perlu menyesuaikan diri dengan sikap spontan dan sikap “agak lancang” dari tenaga kerja generasi baru ini, salah satu tanggung jawab utama pemimpin modern adalah membantu orang-orang mereka menyesuaikan diri dengan perubahan yang menerpa tempat kerja mereka. “Apakah yang bersangkut-paut dengan perubahan arah, merger, atau penugasan kerja baru, dimana para pekerja sering gugup ketika perubahan datang”, demikian menurut Doug Staneart, Presiden dan CEO The Leaders Institute di Fort Worth, Texas. “Para pemimpin besar saat ini memiliki kebutuhan untuk berubah, dan mereka memiliki kemampuan yang memungkinkan semua orang dalam organisasi mereka merasa aman tentang perubahan itu,” demikain kata Doug Staneart.

Sebagai konsultan, Staneart membimbing para kliennya melalui program empat langkah untuk belajar tentang bagaimana para pemimpin membantu para pekerja melakukan perubahan. Staneart mengatakan, pertama, para pemimpin perlu membangun kepercayaan dan mengurangi konflik dengan menampilkan kejujuran mereka, sehingga para pemimpin mulai mendapatkan kepercayaan dan uluran kerjasama untuk melakukan perubahan yang direncanakan. Setelah tim kerja menunjukkan kerjasama mereka, maka para pemimpin perlu meningkatkan upaya untuk mengenali dan menghargai potensi dari masing-masing tim kerja mereka. Sebagai contoh Darren McDaniel, CEO dari Lake Forest mengatakan ia telah membantu para pekerja mengatasi ledakan pertumbuhan bisnisnya – dengan mengawali bisnis yang tadinya menghasilkan nilai penjualan tahunan yang bersifat nol sampai tujuh juta dolar US dalam waktu empat tahun – dengan terus melakukan evaluasi dan memberi penghargaan pada kinerja mereka. Dia telah melakukan paling tidak evaluasi tahunan atau bahkan kuartalan, dengan menambahkan, “saya memiliki orang-orang yang telah dipromosikan lima kali dan tiga kali lipat pendapatan mereka dalam waktu 18 bulan terakhir.”

Lebih jauh Blanchard menambahkan, “bahwa kepemimpinan adalah tentang pergi ke suatu tempat, untuk itu, perlu visi yang jelas tentang siapa kita, gambar masa depan kita, dan dari mana kita akan pergi.” Apa yang terbaik bagi para pemimpin saat ini adalah memiliki rasa yang kuat tentang tujuan mereka dan mengungkapkan tujuan tersebut kepada tim kerja mereka, sehingga semua para pekerja memiliki alasan yang kuat untuk senantiasa masuk kerja dengan penuh dedikasi setiap hari. Visi tersebut dapat berupa “mimpi” membangun mobil terbaik di dunia atau memungkinkan orang untuk menjadi lebih aman dan nyaman di rumah mereka,” katanya. Namun demikian, keinginan untuk mencapai konsensus atau mendapatkan dukungan dari semua pihak perlu dibatasi dalam beberapa hal, karena bagaimanapun seorang pemimpin harus membuat keputusan.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close