People Innovation Excellence

Bagaimana Menentukan Sebuah Sampel?

Oleh Yuli Eni, S.E., S.Kom., M.M

Penentuan jumlah sampel sangat penting bagi seorang peneliti. Terkadang banyak peneliti yang masih bingung dalam menentukan sampel terkait penyebaran kuesioner. Menentukan jumlah sampel dapat menggunakan berbagai rumus yang bisa digunakan. Penentuan jumlah sampel dibagi menjadi dua bagian yaitu , populasi diketahui dan populasi diketahui. Jika populasi diketahui banyak sekali rumus yang digunakan, namun jika populasi tidak diketahui, terkadang peneliti akan mengalami kesulitan tentang bagaimana menentukan jumlah sampel. Contohnya seorang peneliti yang ingin meneliti bagaimana tingkat loyalitas pelanggan di suatu rumah pasar swalayan. Jika peneliti hanya menebak jumlah sampel yang diambil misalnya 100 orang dari pengunjung pasar swalayan tersebut, maka hal ini tidak dapat mewakili jawaban dari seluruh pengunjung yang dating ke pasar swalayan tersebut.

Pada kesempatan kali ini saya menemukan sebuah buku dimana buku ini menjabarkan tentang pedoman dasar untuk penentuan ukuran sampel. Buku tersebut menjelaskan beberapa metode penentuan sampel, diantaranya adalah :

  1. Arbitrer (unaided judgement), dimana metode ini dapat menentukan besaran secara arbitrer namun tanda didasari oleh alas an yang signifikan, maka sebaiknya peneliti menghindari metode pendekatan ini
  2. Pendekatan biaya ( all you can afford), dimana dalam metode ini lebih berpedoman pada biaya anggaran yang tersedia, namun dilandasi dengan alas an yang logis bahwa sampel yang diwakili jawaban dari responden
  3. Penelitian sejenis ( average size for sampel for similar studies), dimana metode ini menentukan jumlah sampel berdasarkan pada besaran sampel yang pernah dilakukan oleh penelitian sebelumnya
  4. Penjatahan (required size per cell), dimana metode ini menentukan jumlah sampel berdasarkan pada jumlah sel yang diteliti. Misalnya peneliti ingin mengetahui preferensi konsumen pada rumah makan di sekitar kantor. Informasi yang dibutuhkan adalah 2 grup konsumen (level supervisor keatas, dan level staff) dan setiap group terdiri dari 4 golongan umur (20 ? 30 , 31 ? 40, 41 ? 50, dan 51 keatas). Hasil yang diperoleh adalah 2×4 = 8 sel.
  5. Jumlah sampel untuk setiap sel adalah 30, sehingga jumlah total sampel adalah 8×30 -\= 240 sampel
  6. Pendekatan statistic ( traditional statistic model), dimana pendekatan metode ini menggunakan rumus Yamane (1973)

 

 

untitled

 

misalkan : populasi 1000

D = Margin error = 5%


Published at :
Written By
Yuli Eni, S.E., S.Kom., M.M
Dosen Program Manajemen | BINUS University
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close