People Innovation Excellence

The Crucial Moment Of Hi-Tech Marketer: Crossing The Chasm

chasm

 

Source: http://carlosmartinezt.com/2010/06/technology-adoption-life-cycle/

Oleh : Annetta Gunawan, SE, MM

Seperti telah saya ceritakan pada artikel saya sebelumnya,Technology Adoption Life Cycle Framework As A Key To Hi-Tech Market Acceptance,bahwa setiap produk teknologi harus melalui setiap segmen konsumen dalamTechnology Adoption Life Cycleuntuk digarap. Setelah berhasil menguasai pada pasarinnovators(technology enthusiasts) danearly adopters(visionaries) yang termasuk dalamearly market, makahi-tech marketermemerlukaneffortyang lebih besar untuk masuk kemainstream market.

Mengapa dikatakan perlueffortlebih? Karena menurut Geoffrey Moore, terdapat ?chasm? atau parit yang terbentang di antara early marketdanmainstream market. Setiapmarketeryang berhasil melompati parit ini akan membuka jalan yang lebar selanjutnya untuk masuk kemainstream market.Namun, kebanyakan hi-tech productyang gagal, jatuh pada titik ini, karenamereka tidak menyadari adanya parit di depan mereka.

Lalu, bagaimana cara melompati parit ini agar jalan masuk kemainstream marketterbuka? Pertama,marketertentunya harusaware terhadap keberadaan parit ini. Kemudian, baru mereka bisa mengidentifikasi karakter parit tersebut. Misalnya, ketika BCA sedang dalam tahap peluncuran klik BCA, tidak terlalu sulit untuk meng-grab early marketyang memang ‘penasaran’ terhadap teknologi baru. Namun,mainstream marketmemiliki keengganan untuk mengadopsi sesuatu yang baru, apalagi mengubah cara mereka beraktivitas. Maka, BCA harus menangkap parit apakah yang sedang mereka hadapi.Ternyata, parit yang dihadapi berupa persepsi nasabah yang menganggap mesin ATM sebagai ‘sahabat’ mereka dalam bertransaksi. Sehingga ketika harus beralih ke komputer untuk bertransaksi, terdapat keraguan danunfamiliarity. Maka itu, klik BCA dibuat sedemikianuser-friendly, semirip mungkin dengan tampilan mesin ATM.

Contoh lain, ketika AORA TV ingin masuk kemainstream market di kalangan menengah ke bawah, maka dengan batuan Markplus, mereka mengidentifikasi parit mereka sebagai kaum ibu yang mayoritas merupakandecision makerdalam hal belanja keluarga, tidak merasa TV berbayar perlu untuk dikonsumsi, karena mereka bisa menonton acara kesukaan mereka di TV nasional (acara gosip, sinetron, dll), sedangkan TV berbayar persepsinya berisi program-program berita dan olahraga internasional yang tidak terlalu menarik untuk mereka. Maka itu, AORA akhirnya memawarkan paket-paket yang juga menonjolkan acara tipikal untuk ibu rumah tangga.

Kendati saat ini merupakan era teknologi, namunhi-tech marketertetap memerlukan konsepcrossing the chasmdalam pengaplikasian modelTechnology Adoption Life Cycle, karena masih terdapat segmen-segmen yang lebih ‘senior’ dari segmen millennial yang akrab dengan teknologi.


Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close