People Innovation Excellence

Uang Rp10.000 Bisa Investasi di Pasar Modal ?!

Oleh Mulyono, S.E., M.M.

?Selamat pagi semuanya?? sapa penulis pada suatu pagi dikampus Binus Anggrek Kemanggisan, ?Selamat pagi Pak?? jawab para mahasiswa dikelas, setelah menyalakan computer dan persiapan lainnya penulis pun bersiap mengajar, ?Untuk matakuliah Microeconomics hari ini kita membahas chapter 15, Investment, Time and Capital Market? ujar penulis.

Disela ? sela pembahasan salah seorang mahasiswa bertanya, ?Pak, kita kan masih mahasiswa dan belum bekerja, bagaimana mungkin kita bisa berinvestasi di pasar modal??, temannya ikut menambahkan ?iya Pak, investasi di bursa kan mahal dan butuh uang banyak?.

?Memang pandangan masyarakat secara umum berinvestasi di pasar modal itu butuh uang yang banyak, tapi kenyataannya tidak selalu seperti itu? penulis lalu menambahkan ?kita bisa berinvestasi dibursa dengan uang Rp10.000, asal faham caranya dan memilih dengan tepat produk investasinya?. ?Bagaimana caranya Pak?, wah kalo cuma Rp10.000 sih saya ada he?he?? kata seorang mahasiswa.

Menerapkan strategi yang tepat

Berinvestasi dipasar modal bisa dengan sedikit uang yang kita punya, caranya adalah dengan mengumpulkan uang tersebut sedikit demi sedikit, misalnya sisa uang saku yang kita punya adalah Rp10.000, kalau setiap hari kuliah kita memiliki sisa uang saku sebanyak Rp10.000 lalu dikalikan dengan jumlah hari kuliah, misalnya dalam sebulan kita kuliah selama 20 hari, maka terkumpul sekitar Rp200.000,-.

Strategi mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk berinvestasi ini dapat kita lakukan secara rutin, dan tidak harus menunggu ada sisa uang saku, karena kita sudah mengalokasikannya didepan bukan dibelakang, maksudnya begini kalau kita menunggu ada sisa uang saku berarti kita mengalokasikan dibelakang, misalnya jumlah uang saku kuliah per hari adalah Rp50.000,-maka diakhir hari kita sisakan Rp10.000,masalah yang akan dihadapi adalah sering tidak ada sisa uang saku, karena dalam keseharian ada saja keperluan untuk jajan, fotocopy, beli ini itu dan sebagainya.

Tapi kalau kita mengalokasikan didepan maka sebelum uang saku tersebut digunakan kita sudah memisahkan uang Rp10.000 dikumpulkan untuk berinvestasi. Misalnya begini, uang saku yang kita terima Rp50.000 tadi langsung kita pisahkan sejumlah Rp10.000, jadi uang saku kuliah yang ada pada kita adalah Rp40.000. masalah yang akan dihadapi adalah cukup atau tidak uang saku sejumlah Rp40.000 tersebut?, pertanyaan ini harus dijawab dengan ?harus cukup?, memang dibutuhkan niat dan kemauan dalam menerapkan cara tersebut.

Memilih produk investasi

Oke, setelah kita terbiasa dengan mengumpulkan uang saku Rp10.000 per hari, dana yang dikumpulkan diperkirakan sekitar Rp200.000 perbulan. Pertanyaan selanjutnya produk apa yang cocok dengan jumlah dana segitu?

Produk investasi dipasar modal ada banyak jenisnya, misalnya saham, obligasi, right, waran, reksa dana dan sebagainya. Tentu saja setiap produk memiliki karakteristik imbal hasil, resiko dan jumlah dana investasi yang memadai untuk membeli produk investasi tersebut. Untuk jumlah dana yang terbatas dan harga terjangkau produk investasi yang dapat dipilih yaitu reksadana.

Produk reksa dana cocok untuk kalangan investor pemula dan memiliki dana yang tidak banyak, untuk berinvestasi di produk reksa dana saat ini bisa dengan uang minimal Rp100.000,-jadi kalau kita sudah menerapkan strategi yang sudah dibahas sebelumnya, dimana kita bisa mengumpulkan uang sekitar Rp200.000 setiap bulannya, maka setiap bulan kita bisa secara rutin berinvestasi dengan membeli produk reksa dana.

Secara teknis produk reksa dana terdiri dari beberapa jenis, yaitu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pasar uang dan sebagainya, untuk itu perlu dipelajari reksa dana jenis apa yang cocok untuk kita, misalnya begini kalau tujuan membeli reksa dana untuk mempersiapkan biaya kuliah S2 dimana jangka waktunya masih 5 tahun lagi, maka reksa dana saham atau reksa dana campuran bisa menjadi pilihan yang pas.

Investasi atau Saving?

Menjelang sesi kuliah berakhir, seorang mahasiswi bertanya ?Jadi, yang kita pilih sebaiknya Investasi atau saving Pak??, penulis menjawab ?investasi atau saving itu sama baiknya, tergantung apa tujuan kita, kalau untuk memenuhi tujuan jangka pendek saving atau menabung bagus,tapi kalau untuk memenuhi tujuan jangka panjang maka investasi lebih baik karena imbal hasilnya dapat lebih tinggi?.

Memang kendala ketersedian dana sering menghalangi kita untuk berinvestasi, tapi dibutuhkan niat dan kemauan untuk sedikit demi sedikit mengumpulkan uang untuk mewujudkan niat kita berinvestasi, dana yang terkumpulkan dari investasi tersebut dapat kita manfaatkan untuk tujuan jangka panjang misalnya untuk melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi.

Semoga tulisan ini bermanfaat, terima kasih


Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close