People Innovation Excellence

ADVERTISING: MEDIA TRADISIONAL VS DIGITAL

Oleh: Rita, SE., M.Si (Faculty Member of International Marketing)

Periklanan (advertising) adalah salah satu bentuk promosi yang banyak digunakan oleh pelaku bisnis, selain bentuk promosi lainnya seperti personal selling, sales promotion, public relation, direct n online marketing. Advertising ini dapat dilakukan melalui berbagai media seperti: broadcast (radio dan televisi), print (media cetak; surat kabar, majalah, tabloid, dll), internet, outdoor (banner, billboard, spanduk, baliho, dll). Ada tiga kemungkinan tujuan, mengapa pelaku bisnis menggunakan bentuk promosi advertising: (1) Menginformasikan tentang suatu produk/jasa, (2) Membujuk konsumen untuk membeli/mengkonsumsi (3) Mengingatkan konsumen akan keberadaan suatu produk/jasa.

Seiring dengan kemajuan teknologi internet saat ini yang memberikan impact digitalisasi, mengakibatkan masyarakat modern sangat menggemari media digital. Apakah hal tersebut juga mendorong pelaku bisnis gemar beriklan melalui media digital (internet) guna mencapai sasarannya? Apakah konsumen percaya dengan iklan di media digital? Menurut survei yang dilakukan oleh Nielsen terhadap masyarakat Amerika Utara pada tahun 2013, ternyata media tradisional (broadcast, print, outdoor) masih yang paling dipercaya ketimbang media digital.

traditional vs digital advertising

Tingkat kepercayaan yang paling tinggi masih dimiliki oleh iklan di surat kabar dengan presentasi sebanyak 63%. Kemudian disusul oleh iklan majalah 62%, iklan TV 61%, iklan radio 58%, dan iklan billboard 55%. Hasil ini menjelaskan bahwa tingkat kepercayaan seluruh media tradisional sangat tinggi. Lebih dari setengahnya percaya akan media tradisional.

Sementara ketika melirik iklan di media digital, tingkat kepercayaannya masih sangat rendah. Iklan di mesin pencari, hanya berhasil menembus angka 44%. Kemudian disusul oleh iklan video online 44%, iklan di media sosial 39%, serta iklan di ponsel 35%. Sedangkan yang terakhir adalah online banner, yang hanya mampu menembus angka 33%.

Hasil survei di atas mematahkan persepsi bahwa advertising dengan menggunakan media digital (internet) dapat membunuh keberadaan advertising media tradisional (broadcast, print, outdoor). Ternyata pelaku bisnis masih memilih media tradisional sebagai media untuk beriklan dan masyarakat Amerika Utara pada umumnya lebih mempercayai iklan di media tradisional dibandingkan digital. Hasil survei ini hanya berlaku di Amerika Utara. Bagaimana dengan di Indonesia? (Berbagai sumber).


Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close